Lucu

Mengintip Sangarnya Wamil di 4 Negara Ini, Perlakuan Keras Juga Berlaku untuk Perempuan Loh

Sebarapa banyak sih kamu tau tentang Wajib Militer (Wamil), Sahabat? Atau mungkin kamu hanya mengetahuinya lewat drama-drama Korea yang menceritakan tentang para Oppa yang pergi untuk menunaikan tugas sebagai warga negara yang baik?

Nah, wajib militer ini diberlakukan di negeri tertentu saja, ya. Tujuannya, agar generasi muda paham betapa pentingnya nasionalisme dan cinta tanah air. Wajib militer ini tak jauh beda dengan pelatihan yang didapatkan oleh para TNI –jika di Indonesia. Beberapa negara malah memberlakukan hal tersebut untuk kaum perempuannya, loh. Daripada penasaran, yuk kita lihat negara mana saja yang mewajibkan warganya wajib militer.

Israel punya pasukan Caracal yang berada di garis depan

Negeri Bintang Daud ini merupakan salah satu negara dengan militer yang sangat kuat. Jika selama ini, garda depan peperangan identik dengan laki-laki, Israel malah memberikan kesempatan kepada para perempuan untuk berada di garis terdepan peperangan. Pasukan khusus yang dinamai Caracal atau Kucing Liar ini sekarang mengisi semua posisi tempur.

Militer perempuan Israel [Sumber gambra]
Namun, untuk menjadi pasukan terlatih, kaum hawa ini mengikuti wajib militer selama 24 sampai 36 bulan (2-3 tahun) dan berjuang luar biasa kerasnya. Mereka harus mengikuti penggodokan terkait dunia militer selama empat bulan. Selanjutnya mereka akan ditempatkan di perbatasan yang rawan konflik.

Norwegia, negara Eropa pertama yang wajibkan perempuan ikuti wamil

Norwegia adalah salah satu negara yang sangat menjunjung tinggi persamaan gender. Pada tahun UU tentang hak-hak perempuan dikeluarkan. Dari peraturan tersebutlah wanita dianggap punya kekuatan yang sama layaknya para lelaki. Mereka mulai mendominasi parlemen, bekerja di perusahaan besar milik negara, bahkan terjun ke dunia militer.

Permpuan di Norwegia [Sumber gambar]
Di Norwegia, wajib militer bagi kaum hawa diselesaikan dalam 19 bulan. Kewajiban membela negara ini diharuskan untuk mereka yang memasuki usia 19-44 tahun. Walaupun, pada dasarnya Norwegia cukup aman dari konflik, namun peraturan wajib militer bagi perempuan dinilai punya banyak manfaat.

Korea Utara, perempuan menderita selama wajib militer

Kalau negara yang satu ini jangan ditanya lagi alasannya. Jelas saja semua warga di Korea Utara sering mengutuk pemerintah mereka karena kebijakan yang dikeluarkan sering dianggap tak masuk akal. Program bela negara di Korut paling lama di antara negara lain, untuk laki-laki 10 tahun, sedangkan perempuan 7 tahun.

Tentara di Korea Utara [Sumber gambar]
Perempuan di Korea Utara yang mengikuti wajib militer ini harus menelan segala macam jenis kepahitan, mulai dari mendapatkan pelecehan seksual, diberi makan minum yang tak layak, dipaksa bekerja, hingga diberi tempat yang sama sekali tak layak huni. Namun, apa boleh buat, semua mereka lakukan, kalau tidak nyawa bisa menjadi taruhannya.

Bolivia, pernah dipimpin oleh tentara wanita

Bolivia merupakan negara yang terletak di Benua Amerika bagian selatan. Kebijakan mengenai wajib militer di negara ini terbilang paling unik. Bolivia hanya memberlakukan program bela negara tersebut selama satu tahun saja. Namun, hal tersebut juga menyesuaikan dengan kondisi negara. Jika peserta dalam tahun tersebut rendah, maka lelaki perempuan wajib mengikuti wamil. Dalam kondisi tertentu lagi, wamil bisa saja diberlakukan untuk mereka yang sudah memasuki usia 14 tahun.

Tentara di Bolivia [Sumber gambar]
Tetapi, lazimnya, wajib militer di Bolivia berlaku untuk lelaki dan perempuan berusia pria dan antara 18 sampai 49 tahun. Melansir banyak sumber, pada 2015, Bolivia menunjuk Jenderal Angkatan Darat wanita pertamanya, Gina Reque Teran, yang juga menjadi perempuan perdana yang memimpin pasukan di Amerika Latin.

BACA JUGA: Mengenal Caracal, Pasukan Wanita Israel yang Punya Paras Bidadari Namun Mematikan

Itulah beberapa negara yang mewajibkan baik lelaki dan perempuannya terjun ke medan perang. Setiap negara punya aturan masing-masing mengenai hal tersebut, contohnya saja, Israel memperbolehkan ibu hamil, menyusui untuk tak ikut serta. Sedangkan Korea Utara memberlakukan perempuan dengan sangat kasar bahkan mereka bisa dibunuh jika melanggar aturan. Semua peraturan kembali ke kebijakan tiap-tiap negara.

Share
Published by
Ayu

Recent Posts

Kronologi Kasus Kiano Alvaro, Hilang 8 Bulan Ditemukan Tak Bernyawa

Delapan bulan lamanya keluarga Alvaro Kiano Nugroho (6) mencari anak sekaligus cucu tanpa kepastian jelas.…

2 days ago

Kasus Ira Puspadewi, Pulang dari LN untuk Negara Ternyata Dituding Korupsi

Sedang ramai di Indonesia mengenai kasus korupsi yang menyeret nama Ira Puspadewi. Ia adalah mantan…

3 days ago

Profil Zohran Mamdani, Walikota Muslim Pertama di Amerika Serikat

Di tengah gejolak politik terus menerus yang dipicu oleh presidennya, Amerika Serikat memberi kejutan baru…

1 week ago

Kasus Ledakan SMAN 72 dan Potret Ekstrim Dampak Perundungan di Kalangan Remaja

Baru di Indonesia, ketika teror mengguncang sebuah institusi pendidikan. Di tengah-tengah pelaksanaan salat Jumat (7/11/2025)…

2 weeks ago

Ramai Beli Emas saat Harga Naik, Bagaimana Seharusnya?

Ada yang terbang sampai lupa pulang. Seperti itulah harga emas akhir-akhir ini. Terus melambung tinggi…

3 weeks ago

Arab Bikin Proyek Kereta Cepat, Kenapa Biayanya Bisa Lebih Murah dari Whoosh Indonesia?

Kabar gembira untuk warga Arab Saudi, atau mungkin Warga Negara Indonesia yang bermukim di sana.…

3 weeks ago