4 Fakta Tentara Wanita Korut Bagai Berada di “Neraka”, Di Balik Kegaharan Militernya

Mulai dari kelaparan hingga pelecehan, semua pernah dialami

oleh Arief Dian
08:00 AM on Nov 23, 2017

Bukan rahasia lagi mengenai kekuatan militer Korea Utara yang terkenal tangguh dan bikin banyak negara jadi ketar-ketir. Mulai dari angkatan bersenjata hingga bom nuklirnya, sering bikin dunia was-was. Apalagi melihat sang pemimpin agungnya yang berani dan tegas, jangankan tetangga sebelahnya, Korsel, sekelas Amerika pun kalau mencoba mengganggu kedaulatan bakal dilawan. Greget memang negara yang satu ini.

Namun di balik semua kehebatan itu, ternyata ada cerita pilu yang dihadapi oleh para tentara wanitanya. Mulai dari penyiksaan dan pemerkosaan sempat mereka alami selama mengikuti wajib militer. Bahkan saking tidak kuatnya, banyak yang melarikan diri. Benarkah sebegitu mirs keadaan di Korut itu? Dilansir dari BBC dan Liputan berikut ulasan lengkapnya.

Baca Juga
10 Potret Kelakuan Nyeleneh DPR Rusia Saat Rapat, Ternyata Gak Kalah Koplak dengan Indonesia
Pengendali Cuaca Hingga Waktu, Inilah 4 Kesaktian Kim Jong Un yang Dipercaya Warga Korut

Kehidupan di barak wanita tak ubahnya sebuah neraka dunia

Dada Lee So-yeon, sang mantan prajurit Korut yang kabur itu mengungkapkan betapa menyedihkannya barak wanita. Ternyata sebagai tempat khusus kaum hawa, ternyata keadaan di sana tak ubahnya seperti barak pria bahkan lebih jorok. Kebersihan sangat tidak dijaga, bahkan tak jarang kodok dan ular ditemukan tersangkut di pipa air saking kotornya.

Tentara Korut [image source]
Tidak hanya itu, di dalam kamar mandi pun berserakan sampah yang tidak karuan, airnya pun kadang sangat kotor karena tersumbat atau kemasukan sampah. Hal ini sangat miris, mengingat bagi wanita, mandi merupakan salah satu kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Apalagi diperparah dengan kelaparan yang melanda karena makanan pun dibatasi di sana. Sungguh neraka dunia.

Latihan militer yang keras membuat wanita jadi sulit mengalami haid

Meskipun jenis kelamin mereka adalah  wanita, namun bukan berarti mendapatkan keringanan latihan dalam wajib militer. Ya. Ternyata mereka diperlakukan hampir sama dengan para prajurit pria, baik porsi latihan dan lain-lain. Alhasil banyak dari para prajurit wanita itu yang mengalami kesulitan haid.

latihan keras Korut [image source]
Memang pihak militer di sana menyediakan peralatan buat para prajurit yang mengalami menstruasi, namun hanya sekedar kain berwarna putih ganti pembalut. Hingga akhirnya pemerintah Korut mendistribusikan pembalut buatan negeri bagi para tentara wanita di sana.

Meskipun statusnya tentara, mereka sangat rentan dengan pelecehan dan pemerkosaan

Menurut Lee So-yeon, masalah terbesar yang dihadapi oleh para tentara wanita itu adalah pelecehan yang bisa saja terjadi. Ya beberapa tentara yang lolos itu mengaku sempat dibawa ke tempat khusus kemudian mereka dilucuti pakaiannya. Dengan dalih pemeriksaan kesehatan, kadang ada saja pihak atasan atau tentara laki-laki yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Pelecehan dari senior [image source]
Tidak hanya itu, Lee So-yeon juga mengungkapkan adanya pemerkosaan yang terjadi di beberapa barak. Hal ini pastinya sangat bertentangan dengan undang-undang di sana yang memasukkan kasus pelecehan seksual sebagai pidana berat. Namun kebanyakan tentara ternyata diam, ya sikap acuh tak acuh itu terjadi lantaran mereka masih terbawa sikap patriark di Korea utara.

Pilihannya hanya dua, tetap bertahan dengan siksaan atau membelot ke negara sebelah

Tentu, penderitaan bertubi-tubi yang dialami oleh para tentara wanita Korea Utara ini akhirnya mengatarkan mereka pada dua pilihan, tinggal dan bertahan atau ke “seberang”. Jika mereka memilih bertahan, paling tidak mereka harus menahan penderitaan itu selama 7 tahun, seperti yang sudah ditetapkan pemerintah Korut mengenai masa wamil bagi perempuan.

Perbatasan Korut Korsel [image source]
Sebaliknya, jika ingin membelot, maka mereka harus mencari cara agar bisa lari keterbatasan dan minta bantuan Korea Selatan. Namun tentu, nyawa mereka bisa jadi taruhannya, ibarat buah Simalakama kedua pilihan itu sama-sama sulitnya.

Ya, ternyata di balik segala kehebatan dan kegaharannya  Korut, siapa sangka ada sisi lain yang jarang terekspos media. Salah satunya ya para tentara wanita ini yang harus berjuang mati-matian bila ingin lolos atau tetap bertahan.

 

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an 4 Barang Ini di Indonesia Harganya Luar Biasa, Tapi di Afrika Orang Miskin pun Wajib Punya
BACA JUGA