Boombastis.com | Portal Berita Unik | Viral | Aneh Terbaru Indonesia

Fenomena Harga Tiket Wisata yang Harganya Jadi Berkali-kali Lipat untuk Wisatawan Asing, Pantaskah?

Mungkin bukan hal yang asing lagi, di mana harga tiket wisata bisa sangat mahal jika dikunjungi oleh orang luar negeri. Beberapa netizen mengaku kesal melihat kenyataan tersebut, mereka mengungkapkan betapa mirisnya perbedaan harga antara wisatawan domestik dan luar negeri. Pasalnya, berbedaannya bisa sampai 10 hingga 20 kali lipat.

Karena perbedaan yang sangat jauh itu, banyak juga turis yang memutuskan untuk batal masuk ke lokasi wisata. Hal itu bukan kasus yang sekali terjadi, namun berkali-kali. Siapa yang kecewa? Tentu saja bukan hanya si bule saja, tapi juga orang-orang melihatnya. Menurut kalian, jomplangnya harga tiket wisata tersebut sudah pantas, kah?

Merupakan peraturan sejak era Presiden SBY

Mahalnya harga tiket masuk tempat wisata bagi wisatawan mancanegara ternyata bukan hanya bikin para bule keki, tapi warganet Indonesia juga kesal atas perbedaan tersebut. Netizen menganggap jika harga yang sampai berkali-kali lipat itu merupakan diskriminasi bagi wisatawan asing. Tak sedikit pula yang khawatir jika perbedaan harga itu bisa bikin warga asing kapok.

Harga tiket untuk warga asing sangat mahal [image source]
Tapi nyatanya, memasang tarif lebih mahal untuk wisatawan asing merupakan peraturan pemerintah sejak era presiden SBY. Melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan pajak yang Berlaku Pada Kementrian Kehutanan (PP nomor 12 tahun 2014 tentang PNBP). Dan ternyata, di luar negeri juga menerapkan pertaturan yang sama. Kalau umumnya demikian sih, mau bagaimana lagi?

Wisatawan dalam negeri juga menyayangkan perbedaan harga tiket tersebut

Meski perbedaan harga tiket masuk merupakan peraturan pemerintah, tapi tetap saja keputusan tersebut bikin wisatawan kecewa. Bahkan, wisatawan domestik saja kerap mengaku kasihan dengan tingginya harga yang harus dibayar para bule, seolah mendapat diskriminasi. Beberapa netizen yang pernah mendapati bule yang membayar begitu mahal juga merasa apa yang dikeluarkan oleh para bule tidak sesuai dengan fasilitas yang mereka terima.

Contoh tarif untuk wisatawan lokal dan turis [image source]
Memang, mata uang asing punya kekuatan nilai tukar yang lebih tinggi. Tapi bukan berarti harga tiket 10 hingga 20 kali lipat itu tergolong murah bagi warga asing. Karena nyatanya, tidak semua bule yang datang di Indonesia itu kaya. Banyak yang kehidupannya sederhana juga, namun mereka sangat terpesona dengan keindahan Bumi Pertiwi yang tersohor di luar sana.

Alasan kenapa harga tiket untuk WNA lebih mahal

Tiap pemerintah membuat peraturan, tentu ada alasan yang melatarbelakanginya, salah satunya adalah profit. Managemen obyek wisata juga tidak sembarangan dalam menetapkan tarif tiket. Selisih yang berbeda-beda pada tiap obyek wisata di Indonesia diharapkan bisa untuk biaya perawatan dan perbaikan sarana dan prasarana. Alasan lainnya menyangkut asuransi.

Wisatawan asing dan lokal [image source]
Karena tiap pengunjung yang datang dan membayar tiket masuk, tentunya termasuk pelayanan asuransi jika sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di lokasi wisata. Para wisatawan asing juga tentunya mendapat asuransi. Dan pembayaran premi untuk wisatawan asing tentunya lebih tinggi dari masyarakat Indonesia.

Tiket masuk mahal, fasilitas harus bagus

Mahalnya tiket masuk untuk wisatawan asing adalah lagu lama. Menurut Asmani Bahar, selaku ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) mahalnya tiket masuk tempat wisata harus berbanding lurus dengan fasilitas dan pelayanan yang diterima oleh pengunjung yang datang, hal itu yang harusnya diingat oleh pihak pengelola. Karena di luar negeri juga memasang tarif yang mahal-mahal, namun sesuai dengan apa yang diberikan oleh pengelola.

Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies Indonesia [image source]
Jangan mentang-mentang peraturan pemerintah, lantas pengelola menaikkan harga tiket tanpa memikirkan layanan yang harus diberikan. Jika sampai mengecewakan wisatawan asing, bukan hal yang tidak mungkin di kemudian hari lokasi wisata di Indonesia tak lagi dilirik oleh bule mancanegara. Jika itu terjadi, wisata Indonesia juga yang akan rugi.

Masih banyak wisata Indonesia yang belum meningkatkan fasilitas

Umumnya, di luar negeri memang memiliki peraturan seperti di Indonesia, mematok harga mahal untuk wisatawan asing. Namun, ternyata ada beberapa lokasi wisata di Thailand dan Malaysia yang tidak mematok harga tiket masuk, mereka hanya meminta donasi sukarela bagi para pengunjung yang datang.

Salah satau wisata yang kurang fasilitas [image source]
Sementara di Indonesia, banyak yang sibuk menggembor-gemborkan keindahan pariwisata dan promosi besar-besaran, namun sayangnya peningkatan fasilitas dan pelayanan masih tergolong lamban. Inilah yang dikhawatirkan, karena bisa saja turis asing ogah berkunjung kembali. Karena kunjungan pertama menentukan niatan untuk kunjungan berikutnya.

Meski banyak netizen yang menganggap jika penerapan harga tersebut nggak adil buat para turis, tapi karena sudah jadi peraturan pemerintah, kita sebagai warga hanya bisa menurut saja. Untuk kedepannya semoga dana yang masuk dari para turis asing bisa dimanfaatkan untuk memberikan fasilitas yang lebih baik.