Tingginya minat menonton film Indonesia menjulang tinggi ketika film Dilan 1990 masuk ke layar lebar. Masyarakat Indonesia dengan antusias menonton film garapan Pidi Baiq dan Fajar Bustomi, bahkan ada yang rela nonton sendirian sampai dua kali! Begitu pula ketika film Dilan 1991 muncul satu tahun setelahnya.

Seolah semua individu di Indonesia berebut dan tak mau ketinggalan nonton kelanjutan kisah cinta Dilan dan Milea. Saking larisnya, banyak hal berbau Dilan dan Milea beredar di pasaran, mulai dari produk-produk yang bekerja sama dengan rumah produksi, hingga jaket jeans dan teka-teki silang. Namun, kali ini berbeda, film Dilan 1990 dibuat ulang dan banyak pergantian elemen.

Absennya Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla sebagai ikon film Dilan 1990

Beredar luas di media sosial, seorang pengguna instagram @mhaidaryaafi tengah mengunggah fotonya di atas sepeda motor Honda CB 100 dan mengenakan jaket jeans. Pada kolom caption, ia menuliskan “Dilan.” Selain itu, ia juga mengunggah foto-foto proses syuting bersama lawan mainnya yang diperkirakan menjadi Milea.

Film Dilan 1990 dibuat ulang [sumber gambar]
Netizen pun bertanya-tanya, untuk apakah proyek ini? Mengapa jika memang akan mengangkat konsep Dilan dan Milea tidak menggunakan aktor aslinya saja, Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla yang telah dikenal dan menetap di benak masyarakat? Banyak yang bilang, Dilan 1990 akan dibuat tv series-nya.

Reaksi penonton jika film Dilan 1990 dijadikan tv series

Bukan pertama kali, film Indonesia yang sukses besar di pasaran lalu dijadikan tv series alias sinetron. Berjilid-jilid hingga konflik yang disajikan bertambah ruwet terkadang menjadi alasan mengapa tv series yang diangkat dari film layar lebar tak disenangi penonton. Meskipun begitu, masih banyak orang saja yang menikmati hal tersebut.

Heart series adaptasi dari film Heart [sumber gambar]
Seperti halnya Heart Series yang diperankan oleh Yuki Kato, Irshadi Bagas, dan Ranty Maria, sebagai bentuk adaptasi dari film Heart Nirina Zubir, Acha Septriasa, dan Irwansyah. Meskipun begitu, rumah produksi tv series tersebut mengambil latar waktu yang berbeda. Sayangnya, latar waktu dan konsep yang digunakan oleh tv series Dilan ini tampaknya membuat penonton gerah dan merasa akan merusak film dan cerita aslinya.

Respon Pidi Baiq sebagai sosok yang berhak atas segala hal tentang Dilan

Jika Pidi Baiq tak mulai menulis, sosok Dilan tak mungkin ada di dunia. Semua berkat khayalannya yang dibantu oleh para follower untuk mewujudkan sosok Dilan, Milea, dan karakter-karakter lainnya. Pidi Baiq pun merespon proses syuting Dilan yang tengah viral di media sosial.

Respon Pidi Baiq [sumber gambar]
“Heran. Kalau benar ada pihak tertentu yang melakukan kegiatan syuting “Dilan” entah itu untuk TV series atau katanya untuk iklan, kok saya dan Pak Odi Max Pictures, gak tau ya? Harusnya kan izin dulu. Pidi Baiq,” tulisnya di instagram story.

Komentar fans Dilan dan Milea garis keras

Melihat respon ayah Pidi—panggilan sayang pecinta Dilan dan Milea, mereka pun juga menolak jika film Dilan 1990 dijadikan tv series maupun iklan tanpa menampilkan Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla sebagai Dilan dan Milea-nya. Selain itu, fans menganggap bahwa sosok aktor yang akan memerankan Dilan tampak imut-imut.

Komentar pecinta Dilan-Milea garis keras [sumber gambar]
Sedangkan Dilan yang diciptakan oleh Pidi Baiq adalah karakter yang kuat dan tegas, sehingga dijuluki sebagai Panglima Tempur. “Dilan Panglima Tempur, bukan Panglima Tiktok. Pemerannya kok imut amit,” tulis @elisaaobrixxx. “Penulisnya aja gak setuju yang ada rusak cerita kalau dijadikan sinetron,” tulis @m.alfurqxxx.

BACA JUGA: Bikin Baper Berat, 10 Pasangan dalam Film Ini Didoakan Berjodoh oleh Netizen

Netizen pun menyayangkan jika memang belum ada izin kepada Pidi Baiq selaku pemegang hak cipta Dilan. Selain itu, jika memang akan dibuat Dilan dengan wajah baru, minimal melebihi akting dan chemistry yang telah dibuat oleh Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla. Kalau menurut Sahabat Boombastis bagaimana? Dilan boleh dibuat sinetronnya atau biarkan berakhir di film saja?