Perlahan-lahan tenggelam, begitulah deskripsi film Dilan 1991 akhir-akhir ini. Semenjak tayang tanggal 28 Februari lalu, film Dilan 1991 selalu mendulang prestasi, bahkan sempat disambangi rekor MURI untuk jumlah penonton di hari pertama penayangan. Namun, prestasinya berbanding lurus dengan review netizen di media sosial—yang bisa dibilang, lemes.

Banyak faktor yang bisa membuat film Dilan 1991 terkesan enggak seheboh seri sebelumnya. Dalam ulasan berikut ini, Boombastis.com akan menjelaskan sedetil-detilnya berdasarkan data yang dilansir dari berbagai sumber. Namun, bagi Sahabat Boombastis yang belum nonton film Dilan 1991, waspada spoiler, ya!

Saingan dengan film Captain Marvel

Bukan rahasia lagi jika film produksi Marvel Studios selalu menjajaki box office, atau jika di Indonesia berhasil menggeser film-film lainnya, lah. Sebut saja, ketika film Ada Apa dengan Cinta? 2 tayang bebarengan dengan Civil War, perbandingannya bisa dianalogikan sebagai, 2 studio menayangkan film Civil War, 1 studio untuk AADC 2. Hal ini kembali terjadi di bulan ini,

Film Dilan 1991 vs Captain Marvel [sumber gambar]
sekuel Avengers yang paling ditunggu-tunggu akhirnya datang, tentu menjadi jembatan menunju film Avengers: End Game, kan? Captain Marvel yang tayang pada 6 Maret 2018 lalu bersaing ketat dengan film Dilan 1991. Bisa dikatakan, seluruh bioskop Indonesia sekarang kebanyakan hanya menayangkan dua film tersebut, padahal masih ada film-film lainnya. Meski perbandingannya enggak seperti Civil War dan AADC, berkat munculnya Captain Marvel, film Dilan 1991 terlihat lemes.

Adegan Iqbaal Ramadhan enggak banyak

Popularitas pemeran utama dalam film Dilan, Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla memang tergolong cukup pesat gara-gara karya Pidi Baiq ini. Namun, jika dibandingkan, Iqbaal 3x lebih populer dibandingkan Vanesha semenjak penayangan film Dilan 1990. Bukan Nicholas Saputra lagi idola anak SMA sekarang, melainkan Iqbaal.

Film Dilan 1991 didominasi oleh Milea [sumber gambar]
Ketika banyak sekali adegan Iqbaal dalam film Dilan 1990 yang ikonik, mulai dari ketika meramal Milea akan bertemu dengannya di kantin, menghubungi Milea lewat telepon umum dan berkata “jangan rindu, berat,” hingga terlibat adu jotos dengan guru BP, alias Pak Suripto, scene Iqbaal dalam film Dilan 1991 hanya sedikit. Terlalu banyak adegan yang menyorot Milea dengan pemeran-pemeran baru, serta konflik dengan dirinya sendiri. Fans Iqbaal jadi bosan, deh~

Gombalan Dilan bikin penonton jadi bergidik geli

Semenjak muncul karakter Dilan, cowok ngegombal pada gebetannya menjadi sebuah pencapaian. Apalagi, kalau bisa semulus Dilan—maksudnya, enggak bikin geli yang dengar. Seperti ketika ia memberikan hadiah teka teki silang yang sudah diisi, “Ini hadiah untukmu, cuma TTS, tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu, aku tidak mau kamu pusing karena mengisinya.” Boneka dan cokelat, mah, lewat. Namun sayangnya, di film Dilan 1991, gombalan Dilan terasa menggelikan

atau biasa disebut netizen “cringe.” Ketika trailer pertama muncul, netizen sudah berharap banyak dengan punch line-punch line ala Dilan. Namun pada kenyataannya, enggak banyak. Malah ada satu adegan, ketika Dilan tiba-tiba datang ke rumah Milea usai keluar dari penjara lalu ditarik masuk untuk dipamerkan kepada orang tua dan sepupu jauhnya, Yugo, berteriak-teriak “Ini Dilan! Dilan pacar Milea! Dia yang selama ini melindungi Milea,” yang lalu dijawab “Iya, aku Dilan, pacar Milea,” oleh sang Panglima Tempur. Like, what?!?!?!

Alur yang terkesan melompat-lompat dan terlalu singkat

Bagi pecinta buku Dilan karya Pidi Baiq, pasti sudah puas dengan film Dilan 1991. Pasalnya, tak ada adegan yang dihapus dari buku ketika dituangkan ke film. Padahal, ada beberapa adegan yang jika tak ditayangkan, seharusnya enggak membuat masalah besar. Hal tersebut akhirnya berimbas kepada alur yang terkesan melompat-lompat dan adegan penting yang menjadi terlalu singkat.

Alur dalam film Dilan 1991 [sumber gambar]
Seperti adegan Dilan tak mau meminjamkan jaket pada Milea, kenapa ujug-ujug sampai ke situ? Meski lagi-lagi tujuannya adalah menyoroti cinta Dilan yang tulus dan berbeda dari laki-laki Milea sebelumnya. Lagi, ketika sahabat Dilan, Akew meninggal. Dikabarkannya Akew meninggal memang bikin penonton syok, karena adegan sebelumnya, Akew, Dilan, dan Milea tampak bercanda di kantin Bi Eem dengan santai. Jadi bingung, aku tuh –Incess.

Rambut pasangan Milea dan pemeran Yugo + mas Herdi yang disayangkan netizen

Dalam buku, Milea memang diceritakan sebagai cewek SMA yang manis dan berambut panjang—sesuai dengan kriteria banyak cowok SMA pada umumnya. Sayangnya, Vanesha Prescilla, pemeran utama Milea yang enggak akan digantikan oleh siapapun, memotong rambutnya sebelum syuting film Dilan 1991. Alhasil, rambut pasangan pun dikerahkan untuk membuat karakter Milea tetap seperti sedia kala. Sayangnya, rambut pasangan tersebut bikin salah fokus. Tampak seperti

Perbedaan rambut Milea [sumber gambar]
pasangan, ditambah lagi warnanya yang enggak sama, karena rambut Vanesha tiba-tiba menjadi cokelat. Selain itu, pemilihan aktor untuk memerankan karakter Yugo dan mas Herdi sangat disayangkan netizen. Sebab, dalam benak mereka, yang menjadi mas Herdi seharusnya justru seharusnya lebih unggul daripada Dilan. Namun, Fajar Bustomi selaku sutradara mengatakan bahwa Andovi da Lopez merupakan orang yang paling tepat, tentu juga atas persetujuan Pidi Baiq.

BACA JUGA: Sissy Priscillia Dirumorkan Jadi Milea Dewasa, Lantas Siapa yang Cocok Jadi Dilan-nya?

Cukup banyak spoiler, ya, ternyata dalam ulasan ini. Lagipula, sudah jalan 3 minggu, masa iya belum nonton film Dilan 1991, sih? Meskipun tergolong lemes, jumlah penonton film Dilan 1991 setiap harinya terus bertambah. Pada hari ke-9, terlah tercatat lebih dari 4 juta orang yang menonton film ini. Apalagi, ada cewek yang menjual jasa “nemenin nonton film Dilan 1991” di facebook. Aya-aya, wae~