Kecoak, serangga satu ini memang ditakuti banyak orang lantaran berbagai alasan. Misalnya saja suka memberi kejutan di tempat-tempat tak terduga, seperti kamar mandi bahkan di samping tempat tidur, atau suka menciptakan bebauan yang kurang sedap hingga bikin orang sakit.
Well, meskipun dibenci oleh semua orang termasuk cowok kekar sekalipun, kecoak sebenarnya adalah hewan yang sangat keren. Boombastis tidak akan membujukmu untuk lebih menyukai hewan satu ini, tapi ada banyak alasan kenapa kamu harusnya malah kagum dengan kecoak. Alasannya? Cari tahu lewat ulasan berikut.
Pasti kamu pernah bergidik begitu menjumpai hewan yang satu ini, namun ketika kamu menghindarinya si kecoak justru bergegas ke arahmu. Bukan iseng atau menantang, tapi mereka punya sensor keren yang bisa mendeteksi rasa takut korbannya.
Kalau dilihat dari anatomi tubuhnya lalu dibedah satu-satu, maka bisa disimpulkan kalau kecoak memiliki sistem yang independen di masing-masing bagian tubuhnya. Hal ini yang kemudian membuat kecoak menjadi punya refleks yang cepat sekali.
Membunuh kecoak dengan cara memisahkan kepala dari badannya adalah kesalahan. Pasalnya, mereka masih bisa hidup cukup lama meskipun kepalanya hilang. Otak kecoak diketahui tidak bertanggung jawab untuk mengontrol sistem yang ada di tubuhnya, seperti hewan atau manusia.
Kalau alasanmu membenci kecoak karena mereka menyebabkan global warming, mungkin alasan ini bisa diterima. Terdengar seperti melebih-lebihkan sih, tapi percaya atau tidak mereka adalah biang kerok kenapa Bumi menjadi tidak nyaman untuk ditinggali.
Kalau dipersentase, mereka mewakili sekitar 20% gas metana yang ada di Bumi. Makanya, kita perlu menekan angka mereka biar tidak over populated dan sekaligus menyelamatkan Bumi.
Disemprot cairan pembunuh serangga masih bisa bertahan, diputus kepalanya juga tetap hidup, lalu bagaimana cara yang pas untuk membunuh mereka? Jawabannya sebenarnya sangat mudah kok, cukup buat mereka terlentang.
Meskipun sama sekali tidak berharap ada Perang Dunia III dan melihat bom atom berjatuhan, coba kita bayangkan jika situasi tersebut terjadi dan siapa yang paling bisa bertahan. Jawabannya adalah kecoak.
Tidak seperti manusia yang sel-selnya akan bereaksi begitu terkena radiasi, kecoak melakukan pembelahan sel hanya saat molting. Hal ini membuat mereka bisa tahan terhadap radiasi.
Wow, sepertinya hampir jarang lho ditemukan hewan dengan paket lengkap seperti ini. Bisa bertahan dengan radiasi tinggi, kepala putus masih bisa hidup, punya detektor rasa takut dan kemampuan mereka yang paling ngeri adalah bisa terbang random menakuti para korbannya. Memang bikin geli sih, tapi kecoak membuktikan kalau bikinan Yang Kuasa memang benar-benar sempurna.
Delapan bulan lamanya keluarga Alvaro Kiano Nugroho (6) mencari anak sekaligus cucu tanpa kepastian jelas.…
Sedang ramai di Indonesia mengenai kasus korupsi yang menyeret nama Ira Puspadewi. Ia adalah mantan…
Di tengah gejolak politik terus menerus yang dipicu oleh presidennya, Amerika Serikat memberi kejutan baru…
Baru di Indonesia, ketika teror mengguncang sebuah institusi pendidikan. Di tengah-tengah pelaksanaan salat Jumat (7/11/2025)…
Ada yang terbang sampai lupa pulang. Seperti itulah harga emas akhir-akhir ini. Terus melambung tinggi…
Kabar gembira untuk warga Arab Saudi, atau mungkin Warga Negara Indonesia yang bermukim di sana.…