Memutuskan untuk hijrah dan kembali menjalankan perintah agama, memang bukanlah hal yang mudah. Ada perjuangan dan pengorbanan yang harus dilakukan untuk melakukannya. Hal ini pula yang sempat dialami oleh seorang Jody ‘Super Bejo’ . Dilansir dari kumparan.com, ia bahkan sempat dicibir saat awal-awal memutuskan hijrah. Sungguh hal tersebut sangat membutuhkan kesiapan lahir dan batin.

Tak cukup lahir dan batin, niat pun haruslah lurus dan pasti jika memutuskan untuk berhijrah. Bukan apa-apa, tantangan dan cobaan dipastikan akan datang silih berganti untuk menempa kekuatan tekad kita dalam melakukan hal tersebut. Seperti apa kira-kira bentuk dari godaan yang dahsyat tersebut?

Merelakan hati mendapat komentar negatif

Cibiran maupun komentar negatif mungkin adalah hal yang bakal dirasakan oleh mereka yang memutuskan untuk berhijrah. Tak salah memang. Selain karena dirasakan berubah secara tiba-tiba, lingkungan biasanya merasa ada hal aneh yang tengah terjadi dalam diri mereka yang berhijrah. Salah satu contohnya adalah sosok Jody, di mana dirinya sempat mendapat cibiran di awal-awal berhijrah. Meski demikian, komentar negatif ini bisa disiasati dengan cara tetap bersabar dan tidak menggubris komentar negatif yang ada.

Ikhlas meninggalkan hal-hal yang tak sejalan dengan agama di masa lalu

Jody yang pernah menyukai dandanan sangar di masa lalunya kini telah berhijrah [sumber gambar]
Meninggalkan masa lalu memang bukan perkara yang mudah. Selain karena telah menjadi kebiasaan, butuh tekad yang kuat untuk melakukan hal tersebut. Karena sudah memutuskan untuk berhijrah, langkah awalnya adalah meninggalkan kebiasaan negatif di masa lalu yang bertentangan dengan ajaran agama, seperti maksiat, malas beribadah, lalai dengan waktu dan sebagainya. Memang, memulai di awal akan terasa sangat berat. Namun jika dilakukan secara terus menerus secara ikhlas, bakal ada perubahan tersendiri yang hanya dinikmati oleh mereka dalam hijrahnya.

Siap kehilangan teman lama dan bersedia menerima kawan baru

Illustrasi Hijrah [sumber gambar]
Salah satu tantangan terberat dalam berhijrah adalah, rela jika kehilangan rasa pertemanan dengan mereka yang tidak sejalan dengan niat kita. Sama-sama tumbuh dalam persahabat di lingkunganan yang membentuk rasa kesetiakawanan, keputusan hijrah yang merubah diri secara drastis bakal menjadi awal dari munculnya keretakkan dalam sebuah persahabatan. Namun jika ternyata dukungan mengalir dari mereka, kemungkinan besar persahabatan akan tetap terjalin meski tak sama seperti dulu. Tak hanya itu, hijrah juga membuka diri kita menerima pertemanan baru dari seseorang.

Sanggup mengatasi besarnya godaan duniawi

Riba menjadi salah godaan terbesar dan kerap menjadi ajang debat kusir [sumber gambar]
Godaan duniawi, juga menjadi cobaan yang berat bagi mereka yang telah memutuskan untuk berhijrah. Salah satu yang kerap menjadi debat kusir adalah meninggalkan hal-hal yang berbau ribawi. Tak hanya itu, besarnya syahwat juga menjadi tantangan besar bagi mereka yang behijrah. Terlebih, kedua hal tersebut kini bisa diakses dengan mudahnya lewat genggaman. Sesuai makna hijrah yang berarti berpindah dari satu tempat ke lokasi lainnya yang lebih baik, kita juga harus siap meninggalkan hal-hal negatif yang melalaikan dan merubah diri menjadi lebih baik lagi di masa depan.

BACA JUGA: Kisah Hijrah nan Insipratif dari Teuku Wisnu yang Bakal Bikin Dirimu Langsung Tobat

Hijrah memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, namun juga tak sulit dikerjakan jika memang memiliki niat baik dan ikhlas untuk menjalaninya. Tak cukup hanya dengan bekal niat, tapi juga harus memiliki ketangguhan mental manakala mengalami cobaan berat yang mampu meruntuhkan semangat hijrah yang sudah berjalan sejak awal. Ada yang sudah berhijrah Sahabat Boombastis? Yuk, bagi ceritamu di kolom komentar.