Seperti halnya pengaturan skor, pencurian umur tentu merupakan praktek laknat yang merugikan di jagat sepak bola. Bahkan juga sebagai bentuk usaha negatif yang dapat mencoreng nilai-nilai sportivitas dalam olahraga ini. Orang-orang terlibat dalam hal tersebut, sama halnya dengan menginjak-injak sebuah bendera fair play yang kerap mereka lihat sebelum pertandingan dimulai.
Mengelabuhi usia, pada umumnya dilakukan untuk mengakali sebuah peraturan perihal transfer pemain atau untuk hadirkan prestasi instan. Khusus untuk hal terakhir tersebut, beberapa kejadiannya banyak terjadi di kompetisi yang mempertandingkan pemain usia muda. Contohnya adalah saat ajang Piala Soeratin U-17 2017 lalu, Persiter Ternate harus merasakan diskualifikasi lantaran hal tersebut.
BACA JUGA: Belajarlah dari India Sepak Bola Indonesia, Wilayah Kumuh yang Mempunyai Geliat Bola Hebat
Cerita Gourav Mukhi dan beberapa kasus lain, agaknya menjadi gambaran kalau dewasa ini kecurangan sepak bola sudah di mulai dari kelompok-kelompok muda. Jadi jangan banyak berharap kalau hal semacam itu masih ada di Indonesia, Timnas kita bisa berjaya di olahraga termasyur ini.
China tak hanya maju di bidang teknologi, tetapi juga menjelma menjadi negara agraria. Salah satu…
Tiada hari tanpa berita heboh di dunia maya. Kali ini warganet tersita perhatiannya dengan sebuah…
Beberapa hari lalu sempat viral sebuah kasus keluarga pasien yang memaksa seorang dokter untuk membuka…
Sudah makan hari ini? Hari-hari memang terasa bikin sakit hati. Yang jualan dagangan sepi, yang…
Dengan duit sejuta bisa masuk surga? Wah, siapa yang nggak mau? Lebih baik bayar demi…
Biasanya, film bertema nasionalisme yang diputar di bioskop-bioskop Tanah Air akan mendapatkan respon positif hingga…