Dari sekian pemimpin PSSI bisa dibilang Ir Soeratin, adalah salah satu sosok yang mempunyai jasa besar untuk sepak bola Indonesia. Bahkan, mungkin jika tanpa aksinya dan beberapa tokoh nasional induk organisasi tertinggi sepak bola pernah ada. Ya, seperti banyak diketahui, bersama para pemuda bumi putera, pria lahir pada 17 Desember 1898 inilah yang mengumumkan lahirnya PSSI.

Dimasa awal jabatannya, Persatuan Sepak Bola Indonesia bukanlah sekedar olahraga. Dikutip dari Statuta PSSI edisi Revisi, organisasi tersebut juga merupakan salah satu alat perjuangan bangsa dan negara yang dilakukan lewat sepak bola. Selain mengenai hal itu, Soeratin juga dikenal akan ‘ramalannya’ kini menjadi kenyataan. Seperti apakah itu? Yuk mari simak ulasan berikut ini untuk mengetahuinya dan sekaligus fakta-fakta tentang ketua PSSI pertama itu.

Orang Indonesia yang sempat abadikan diri ke perusahaan belanda

Pembangunan kontruksi ilustrasi [Sumber Gambar]
Seperti beberapa tokoh besar Indonesia lain, Ir Soeratin juga menjadi sosok yang sempat bekerja di perusahaan Belanda. Menurut tulisan di akun PSSI.org, menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman, ia abadikan diri kepada kongsi bernama Sizten en Lausada. Bertempat di daerah Yogyakarta, Soeratin jabat posisi yang lumayan tinggi setara dengan komisaris. Sizten en Lausada sendiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi.

Sosok yang punya cita-cita semai rasa nasionalisme lewat sepak bola

Timnas Day [Sumber Gambar]
Walaupun mendapat jabatan lumayan seperti telah dijelaskan tadi, namun kariernya di perusahaan tersebut tidaklah berjalan dengan lama. Nasionalisme disebut-disebut menjadi pendorong, ia akhiri kerja dengan Sizten en Lausada. Berkat rasa cinta kepada negara juga itulah, Soeratin mempunyai cita-cita untuk gunakan sepak bola sebagai alat perjuangan. Berangkat dari kondisi inilah, pria yang wafat di bulan Desember ini bergerilya ke beberapa daerah untuk mencari dukungan, hingga akhirnya pada 19 April 1930 bersama tujuh perwakilan klub nasional mendirikan PSSI.

Jasanya diabadikan menjadi sebuah nama trofi

Persebaya juara Piala Soeratin [Sumber Gambar]
Berkaca dari kisah-kisah tadi, memang tidak heran jika banyak insan bola menjuluki sebagai tokoh yang sangat berjasa untuk sepak bola tanah air. Bahkan demi mengenang jasanya yang besar itu, PSSI abadikan kisah perjuangan ke dalam nama sebuah trofi yang diperebutkan oleh para pemain junior tanah air, dalam kejuaraan Piala Ir Soeratin. Terkait, ajang tersebut baru-baru ini tim muda Persebaya sukses menjadi juaranya. Dimana di laga pamungkas, Bajol Ijo Cilik berhasil mengandaskan lawannya yaitu Persipan Pandeglang dengan skor 2-0.

Ketua PSSI yang juga merupakan seorang prajurit

Tentara Rakyat Indonesia [Sumber Gambar]
Selain menjadi tokoh yang memprakasai berdirinya organisasi tertinggi PSSI. Dahulunya Ir Soeratin juga merupakan seorang prajurit. Tergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pria lahir di Yogyakarta ini mempunyai pangkat yaitu Letnan Kolonel. Berkat status tersebut, di rumahnya sempat diobrak-abrik oleh Belanda. Usut punya usut, selain sebagai prajurit, Soeratin juga sempat bekerja di salah seorang pimpinan Djawatan Kereta Api (DKA). Liku-liku perjalanan pria ini ditutup pada tahun pada 1959 dalam kondisi serba pas-pasan. Sampai-sampai menebus obat untuk kesehatannya kesusahan.

Ramalan Soeratin yang menjadi kenyataan Indonesia

Suporter PSIM [Sumber Gambar]
Masih terkait Pendiri PSSI ini. Selain melegenda di kancah sepak nasional, Soeratin juga mempunyai ramalan yang ternyata kini jadi kenyataan. Dilansir laman Kompas.com, pria yang telah berpulang untuk selamanya ini sempat berujar kalau PSSI tidak akan pernah lepas dari persoalan. Menurutnya hal ini karena setiap kepengurusan pasti mempunyai pandangannya masing-masing. Dan betul bila dilihat-dilihat sekarang atau diurut dari kasus dualisme pernah menimpa sepak bola nasional beberapa tahun silam, apa yang diramalkan oleh Ir Soeratin memang benar-benar terjadi. Apakah hal tersebut akan terjadi selamanya? Entahlah, yang pasti peluang itu ada.

BACA JUGA: Jasa Bung Karno Kembangkan Sepak Bola Indonesia Hingga Negara Tetangga Bertekuk Lutut

Meski saat ini apa yang diucapkan oleh mendiang ketua PSSI pertama menjadi kenyataan, tapi besar harapan ke depan sepak bola bisa jauh hal-hal semacam itu. Lalu, bisa berjaya di kancah Asia dunia. Kalau harapan apa sobat Boombastis.