Terorisme, sampai sekarang masih jadi salah satu musuh utama negeri ini. Sudah banyak kisah kelam yang berhubungan dengan aksi radikal itu di Indonesia. Mulai dari Bom Bali, Ritz Carlton dan beberapa tragedi lainnya yang menyisakan banyak korban. Sebagian dari teroris itu yang tertangkap harus dieksekusi , namun beberapa yang lain harus mendekam di penjara dalam waktu yang lama.

Masih mengenai teroris di Indonesia, salah satu gembong asal Indonesia ternyata ada yang masih hidup sampai sekarang dan mendekam dalam kurungan. Ya, dialah si Umar Patek salah satu pelaku bom buku dan bom Bali, tragedi kelam terorisme di Indonesia. Dia tidak di eksekusi seperti yang lain, lantaran mengaku kembali ke NKRI. Lalu bagaimana keadaannya sekarang? Simak ulasan berikut.

Dianggap teroris kelas kakap, sudah makan asam garamnya dunia terorisme

Siapa sangka mantan teroris Indonesia bernama Umar Patek ini ternyata sudah sejak tahun 1998 telah masuk dengan dunia terorisme. Salah satu anggota jamaah Islamiyah ini mengaku sudah banyak pengalaman bergabung dengan jaringan teroris internasional.

Artikel Lainnya
Sedang Menjadi Tren Make-Up Kekinian, Begini Fakta Terkait Freckles atau Kulit Berbintik Coklat
Dari Pujian Hingga Cacian, 4 Ragam Penyambutan Tim ‘Gagal’ Piala Dunia 2018
semasa jadi teroris

Bahkan mulai dari para ulama Al Qaida hingga Abu Sayyaf sendiri pun juga sudah hafal dengan gembong teroris Indonesia ini. Bahkan sampai-sampai Amerika membuat sayembara hadiah 1 juta dollar bagi siapa saja yang berhasil menangkapnya baik hidup atau pun mati. Ya, itu bukan hal yang aneh, mengingat teror yang dilakukan tidak hanya di Indonesia namun juga Filipina dan beberapa negara lainnya.

 

Ikut terlibat aksi terorisme dalam tragedi kelam bom Bali

Usut punya usut, pria yang satu ini ternyata juga ikut andil bagian dalam tragedi bom Bali. Ya, pasalnya waktu itu dirinya juga diajak untuk merakit bom yang akan diledakkan. Namun dalam hatinya, Umar Patek sangat tidak menyetujui aksi ini lantaran banyak orang tidak bersalah juga yang jadi korbannya.

Ditangkap dengan istri [image source]
Bahkan menurut penuturan Umar Patek, para ulama Al Qaida sendiri banyak yang memprotes adanya aksi ini lantaran banyaknya korban tidak berdosa. Alhasil dengan berat hati Umar Patek hanya membantu hal-hal kecil sepeti angkat-angkat barang dan pekerjaan ringan lainnya.

 

Ditangkap di Pakistan dan dijerat kurungan 20 tahun penjara

Pamornya sebagai salah satu gebong teroris berbahaya bagia beberapa negara berakhir setelah ditangkap di Pakistan. Ya, berdasarkan bantuan informasi dari CIA Amerika, Umar Patek akhirnya bisa dibawa pulang ke Indonesia. Berdasarkan pengakuannya pula, segala aksi teror yang sempat terjadi berhasil terungkap. Mulai dari bom buku hingga tragedi bom Bali.

Hukuman 20 tahun penjara [image source]
Alhasil salah satu mantan anggota teroris ini sempat dihukum akan diberikan hukuman berat layaknya para trio bom Bali dulu, namun hal itu diurungkan karena kooperatif dan mau kembali ke NKRI. Alhasil dirinya harus mempertanggung jawabkan segala aksinya dengan mendekam di hotel prodeo selama 20 tahun.

 

Kembali ke Pancasila, bertobat dan mengaku menyesal atas semua perbuatannya

Pria yang sempat menempuh pendidikan di Akademi Mujaihid militer Afghanistan ini mulai menyadari betapa menyimpangnya jalan yang di tempuh dulu. Ya, serangkaian aksi teror yang dilakukannya dulu itu semata-mata hanya ingin menegakkan Khilafah dengan cara ekstrim. Kini selama di kurungan, dia mulai sadar, untuk lebih menjaga Pancasila saja.

sudah berubah

Bahkan secara koorperatif, dia membeberkan tentang apapun yang dia tahu yang berhubungan dengan terorisme. Salah satu bukti kalau Umar Patek aktif menjadi pengibar bendera di lapas saat upacara tiba. Bahkan hal itu dilakukan atas kemauannya sendiri bukan karena ditunjuk.

 

Meskipun masa lalu Umar Patek kelam, namun bukan berarti tidak ada harapan buat dirinya. Ya, sang gembong teroris telah membuktikan dirinya berubah, dan lebih mencintai NKRI. Ini bukti seburuk apapun masa lalu seseorang, akan selalu ada kesempatan untuk memperbaikinya di hari esok mendatang.