Peristiwa haru kasus penembakan baru-baru ini kembali mengguncang tanah Papua. Terjadi di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, dikabarkan oleh pihak kepolisian wilayah Papua sekurangnya ada 31 orang menjadi korban. Kebanyakan mereka yang menjadi korban adalah karyawan dari PT Istaka Karya. Saat kejadian para pekerja tersebut sedang membangun sebuah jembatan.

Di dalam insiden nahas yang sepertinya tidak pernah berujung itu, kelompok separatis pimpinan Egianus Kogoya disebut-sebut menjadi dalangnya. Tuduhan ini tentu bukan sebab, pasalnya, sebelumnya mereka memang terkenal kerap melakukan hal-hal serupa di Bumi Cenderawasih. Lalu siapakah sebenarnya kelompok tersebut? Ketahui sosoknya lewat beberapa fakta yang telah dikumpulkan Boombastis.com berikut.

Kelompok yang mempunyai banyak catatan kriminal

Sebagai kelompok yang menurut pengakuan banyak orang bertentangan dengan NKRI, komplotan pimpinan Egianus Kogoya ini bisa dibilang mempunyai seambrek catatan hitam. Bahkan penembakan kemarin yang menewaskan beberapa orang itu merupakan aksi kesekian kali mereka.

Penembakan [Sumber Gambar]
Dilansir laman Kompas.com, jauh sebelumnya kelompok ini melakukan penyerangan terhadap lapangan terbang di Kenyam. Tidak berhenti disitu, pada 28 Oktober lalu mereka juga menyekap 15 guru yang ada di wilayah Penduma, Nduga selama 15 hari. Pos TNI di Kabupaten Nduga juga sempat merasakan aksi liar mereka.

Komplotan yang dilengkapi senjata standar NATO

Sudah menjadi rahasia umum kalau selain beringas dan selalu tega menghabisi orang, mereka juga menjadi komplotan yang dilengkapi senjata wah. Meski bukan yang luar biasa, namun cukuplah untuk Egianus Kogoya dan kawan-kawan dibuat melenyapkan para penentang. Bahkan seperti dilansir laman Merdeka.com, senjata mereka merupakan standar NATO.

Kelompok Egianus Kogoya [Sumber Gambar]
Menurut Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, benda berbahaya tersebut berasal dari buah hasil rampasan terhadap TNI-Polri di pos-pos. Selain itu, kelompok ini juga dikabarkan mendapatkan senjata-senjata api tersebut dari luar negeri. Tapi, belum diketahui apakah itu mereka membeli atau mendapatkan dengan cuma-cuma (dipersenjatai).

Komplotan yang selalu mendukung OPM (Organisasi Papua Merdeka)

Fakta lain tentang kelompok ini adalah bagaimana keterkaitan mereka dengan organisasi terlarang OPM. Seperti menjadi jalan hidup mereka, komplotan bersenjata ini bisa dipastikan akan terus mendukung apapun tujuan dari gerakan tersebut. Termasuk ya, melenyapkan beberapa orang mencoba mengganggu aksi mereka.

Bintang Kejora [Sumber Gambar]
Bahkan, konon pemicu dari aksi pembunuhan tersebut muncul lantaran ada salah satu karyawan PT Istaka Karya tepergok memotret upacara peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM). Beberapa aksi mereka yang berusaha mengibarkan bendera Bintang Kejora juga menjadi bukti lain bagaimana fanatiknya mereka dengan gerakan tersebut.

Mempunyai gerak di jalur merah Papua

Masih terkait kelompok yang dikomandoi oleh Egianus Kogoya, ternyata aksi mereka tidaklah luas. Komplotan bersenjata ini hanya melakukan aksinya di wilayah Kabupaten Nduga  Papua saja. Wilayah yang disebut oleh Presiden Indonesia Ir Joko Widodo sebagai jalur merah. Saat ini diduga kelompok tersebut mempunyai anggota 40 orang.

Wilayah Papua [Sumber Gambar]
Melansir laman Beritabeta.com di Bumi Cenderawasih sendiri ada banyak kelompok semacam ini, mulai yang dikomandoi Mathias Wenda wilayah II Jayapura-Wawena sampai dipimpin oleh Kelly Kwalik untuk Nemangkawi (Kabupaten Fakfak). Pada umumnya tujuan mereka melakukan teror adalah perwujudan dari bentuk keinginan mendirikan OPM.

BACA JUGA: Disebut Mirip White House di Amerika, Beginilah Megahnya Gedung Negara Papua

Melihat fakta-fakta tentang mereka, pastinya menjadi hal yang wajib untuk segera menumpas mereka. Selain untuk mencegah kejadian seperti ini terulang, penumpasan kelompok-kelompok separatis layaknya mereka juga jadi cara menghindarkan negara ini dari perpecahan.