Sepak terjang OPM dalam upayanya menentang pemerintah Indonesia, mulai berkembang ke arah konflik bersenjata yang mematikan. Dikutip dari rappler.com, salah satu petinggi OPM yang bernama Puron Wenda menebar ancaman akan melancarkan perang terbuka terhadap Indonesia. Tentu saja, ancaman ini ditujukan bukan hanya untuk TNI dan Polri, tapi juga kepada masyarakat non-Papua.

Selain dikenal sebagai Panglima Revolusioner Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM), Puron Wenda berani berkata demikian karena dirinya menjadi salah satu lumbung senjata bagi kelompok separatis tersebut. Seolah tak takut menantang militer Indonesia, seperti apa sosok Puron Wenda bersama pasukan OPM-nya? Simak ulasan berikut.

Ancam Indonesia dengan peperangan total

Anggota Puron Wenda menolak berdamai dengan Indonesia [sumber gambar]
Nama Puron Wenda semakin dikenal saat dirinya mendeklarasikan ancaman peperangan total terhadap segenap masyarakat Indonesia. Sumber dari rappler.com menuliskan, dirinya akan menargetkan semua orang yang dianggap non-Papua sebagai musuhnya. “Pengusaha, buruh bangunan, pegawai negeri orang Indonesia akan dibunuh, diusir, bukan hanya tentara atau polisi saja, yang penting mereka rambut lurus,” ujarnya lantang. Alhasil, hal ini bakal menambah panjang konflik bersenjata antara aparat TNI/Polri dan OPM pimpinan Puron Wenda.

Menolak dialog dan menginginkan kemerdekaan Papua

Anggota OPM ingin merdeka seutuhnya tanpa dialog [sumber gambar]
Salah satu yang dikenal paling menonjol dari sosol Wenda adalah, dirinya menolak segala bentu dialog yang biasa dilakukan untuk mencari solusi damai antara kedua belah pihak. Hal ini sekaligus menegaskan, bahwa perjuangan Papua merdeka tetap menjadi harga mati, dan menolak segala bentuk pembicaraan damai. Dikutip dari rappler.com, dirinya bahkan secara terang-terangan membantah pernyataan Presiden Joko “Jokowi” Widodo, bahwa Papua sudah aman. Bersama pasukannya, ia bakal menciptakan neraka peperangan bagi mereka yang menentang eksistensi OPM.

Dikenal sebagi lumbung senjata bagi kelompok OPM

Ilustrasi anggota Puron Wenda dikenal sebagai pemilik beragam senjata canggih [sumber gambar]
Sumber dari rappler.com menyebutkan, kelompok Puron Wenda telah mengumpulkan berbagai senjata dan amunisi. Beberapa di antaranya bahkan berhasil disita oleh aparat keamanan Indonesia. Dilansir dari news.detik.com, tim khusus Polri dan TNI mengamankan senjata buatan Brazil dan Kanada. Berikut 1.240 butir amunisi terdiri dari 963 butir kaliber 7,62 yang biasa digunakan untuk senjata jenis mauser dan SS, 88 butir kaliber 3,8 untuk pistol dan 51 butir amunisi double loop. Selain itu, satu unit mobil, satu panah dan puluhan busurnya, sebilah parang, 4 buah senter, 6 handphone, dan uang, juga turut disita. Semua benda tersebut, masuk dari perbatasan RI-PNG di Wutung, Kota Jayapura yang dipesan oleh anggota milisi Puron Wenda.

Bakal serang masyarakat sipil non-Papua

Ancaman perang total yang diserukan oleh para petinggi OPM, merupakan aksi balas dendam atas kematian salah satu petinggi OPM, Leo Yogi. Dikutip dari regional.kompas.com, Enden Wanimbo bersama dengan Puron Wenda melakukan hal tersebut setelah kehilangan rekan penting mereka yang menjabat sebagai panglima tentara pembebasan nasional OPM di wilayah Paniai, Papua. Tak hanya TNI dan Polri, masyarakat sipil dan pendatang juga menjadi target operasi militer mereka

Sempat ingin menjebak TNI dan Polri setelah menembak warga sipil

Sebagai pembuktian atas ancamannya, Wenda bersama pasukan OPM-nya mulai mencari korban dari kalangan sipil. Dikutip dari antaranews.com, seorang tukang ojek bernama Yanmar, meregang nyawa setelah ditembus timah panas dari anggota Puron Wenda. Hebatnya, mayat tersebut sengaja dibiarkan untuk memancing anggota TNI/Polri agar di evakuasi. Saat proses tersebut berjalan, serentetan tembakan pun gencar dilakukan oleh kedua belah pihak. Beruntung, tak ada yang gugur di pihak aparat keamanan. Seperti video di atas, merupakan drama evakuasi tukang ojek lainnya yang juga menjadi korban OPM.

Keberadaan Puron Wenda telah menjadi ancaman yang nyata bagi kedaulatan NKRI. Tak hanya berani mengancam melakukan peperangan secara total, dirinya juga diketahui kerap menghimpun kekuatan dengan cara menyelundupkan persenjataan. Jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan semakin banyak korban dari warga sipil tak berdosa, yang juga menjadi sasaran ancaman mereka. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?