Kalau Sahabat Boombastis memperhatikan kejadian yang viral di media sosial akhir-akhir ini, sepertinya semua peristiwanya berakhir sama. Ya apalagi kalau bukan minta maaf. Penulis beri contoh saja dua kejadian yaitu Adi Saputra si perusak motor dan juga seorang murid yang berani mencekik kerah baju gurunya karena tak terima ditegur lantaran dirinya merokok di kelas.

Untuk Adi Saputra ini mungkin Sahabat Boombastis sudah tahu. Ya, lelaki ini marah-marah kepada polisi karena tak terima ditilang. Tapi yang menarik perhatian adalah dirinya mencabut komponen motor satu persatu hingga tertinggal kerangkanya saja. Dari kelakuannya inilah membuat para netizen menghujatnya karena tingkah lakunya sangat berlebihan.

View this post on Instagram

Pada hari kamis tanggal 7 February 2019 pukul 06.36 lokasi di jalan letnan soetopo serpong, anggota satlantas polres tangsel an bripka oky memberhentikan pelanggar yang berusaha melawan arus karena menghindari petugas yg sedang melaksanakan pengaturan lalu lintas di putaran pasar modern bsd. Bripka oky melaksanakan penindakan dengan memberikan surat tilang, selanjutnya Pelanggar marah dan membentak-bentak petugas serta merusak kendaraannya sendiri. Pelanggaran lalu lintas : – melawan arus – Tidak menggunakan helm – Tidak dapat menunjukkan sim – Tidak membawa stnk Nama Pelanggar : Adi S. , Alamat : Lampung utara Kota Bumi / TTL Lampung 08-08-1998 dan saat ini barang bukti motor telah diamankan di Satlantas Polres Tangerang Selatan … !!! . Repost @pauull_21 @jktinfo @lambe_turah @polisi_indonesia

A post shared by NDORO (@ndorobeii) on

Tapi setelah itu, ia diamankan oleh polisi karena dirinya dianggap melanggar banyak aturan lalu lintas. Namun ternyata, setelah diselidiki lebih lanjut, pria berusia 21 tahun ini ditetapkan sebagai tersangka. Pasalnya, Adi merupakan pelaku penadah motor curian. Dan pada akhirnya, lelaki yang menyiksa motor scoopy-nya ini meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan juga pihak kepolisian.

Sedangkan untuk kasus siswa tadi hanya berawal dari masalah sepele. Pada mulanya ia merokok di dalam kelas, lalu guru yang bernama Kalim tersebut menegurnya agar benda tersebut dibuang. Murid yang berinisial AA ini awalnya bercanda dengan mencekik kerah baju dari gurunya. Namun teman-temannya di kelas memanasinya sehingga dirinya terbakar emosi. Jadilah ia merengkuh kerah baju gurunya dan sempat memegang kepala pengajarnya tersebut.

View this post on Instagram

VIDEO & FOTO AKHIR dari perbuatannya… . Berbaju Tahanan, Adi Saputra yang "Unboxing" Motor pacarnya resmi di tahan polisi… . Pria yang membanting, mencabik-cabik, dan memukul motornya menggunakan batu ditangkap polisi. Adi dipamerkan dalam rilis kasusnya hari ini. . Polres Tangerang Selatan menggelar rilis kasus yang mengantar Adi jadi tersangka di Mapolres Tangerang Selatan, Jalan Letnan Sutopo, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangsel, Jumat (8/2/2019) hari ini. Seperti diketahui Adi ditangkap dan menjadi tersangka di kasus dugaan penadahan. . Adi dihadirkan dalam rilis kasus itu. Dia mengenakan baju tahanan, kaus warna oranye bernomor 31. . Adi diapit oleh dua polisi bersenjata. Dia terus menunduk. Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan sebelumnya mengatakan pelat nomor motor Adi diduga kuat palsu. Polisi juga telah melakukan cek fisik terhadap motor Adi itu. . Adi membanting-banting motornya di kawasan BSD, Serpong, Tangsel, Kamis (7/2). Dia tidak terima ditilang polisi. . Adi diberhentikan polisi karena melawan arus dan tidak memakai helm. Setelah diperiksa, Adi juga tidak memiliki SIM dan STNK. . Aksi Adi mengamuk ini menjadi viral di media sosial setelah direkam kamera warga. Tidak lama setelah itu, muncul juga video diduga Adi membakar STNK. . . . . . ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Punya info ??? Jangan lupa kirim dan tag kami yaaa 😊 . . #jakarta #jakartainfo #bandung #bekasi #bogor #depok #bandung #malang #jogja #samarinda #aceh #medan #manado #palu #kendari #maluku #papua #bali #palembang #ntt #ntb #gorontalo #ambon #makassar #makassarinfo #visitsulsel #exploresulsel

A post shared by MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Wringinanom, Gresik ini akhirnya dibawa ke polsek setempat. Pihak kepolisian pun menanyakan secara detail kepada anak usia 14 tahun ini mengenai perbuatan kurang ajarnya kepada sang guru. Tapi tak selang berapa lama, kasus inipun selesai dengan cara AA meminta maaf kepada guru yang masih berstatus honorer tersebut.

Dua kejadian di atas adalah contoh dari banyak fenomena yang berakhir dengan minta maaf. Ya memang sih semua kasus pasti berakhir dengan cara kekeluargaan seperti itu. Tapi kalau sudah seperti ini, mengapa harus ada keterlibatan dari pihak kepolisian? Bukannya minta maaf adalah cara yang mudah untuk dilakukan semua orang?

View this post on Instagram

PARAH…. Kejadian hari ini, seorang guru honorer mendapatkan perilaku kurang ajar dari siswanya, infonya siswa tersebut di tegur merokok, namun lihat balasan dari siswa ke guru honorer tersebut.. seperti tak ada harga dirinya… . Geser dan simak videonya… . Nama guru : Bapak Kalim Status : Guru Honorer Unit kerja : SMP PGRI Wringinanom, Kec. Wringinanom Kab. gresik. Kejadian : Hari ini 9 Februari 2019. . . . . . . . ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Punya info ??? Jangan lupa kirim dan tag kami yaaa 😊 . . #jakarta #jakartainfo #bandung #bekasi #bogor #depok #bandung #malang #jogja #samarinda #aceh #medan #manado #palu #kendari #maluku #papua #bali #palembang #ntt #ntb #gorontalo #ambon #makassar #makassarinfo #visitsulsel #exploresulsel

A post shared by MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

Ya, memang mudah, tapi tidak semua orang bisa melakukannya seperti membalikkan telapak tangan. Ini semua karena emosi yang merasuki pikiran. Lalu hal lainnya adalah gengsi yang merasa bahwa dirinya benar sehingga tidak berhak untuk minta maaf. Jadi, masalah akan lebih runyam untuk diselesaikan.

Nah, jalan satu-satunya adalah melaporkan masalah ini ke pihak berwajib. Di mana si korban dan pelaku harus menjawab beragam pertanyaan berbelit sampai mengetahui siapa yang benar atau salah. Dari sini, pada akhirnya si tersangka pun baru mengakui segala kesalahannya karena sudah kepalang takut menghadapi polisi. Barulah mereka memilih jalan minta maaf kepada korban dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.

Coba deh kalau banyak orang yang cepat sadar akan kesalahannya, mungkin kejadian di atas tidak sampai tersebar ke mana-mana. Bahkan, kepolisian pun tidak perlu repot untuk menemukan siapa yang benar dan juga salah. Intinya, minta maaf akan menyelesaikan suatu perkara tanpa menambah masalah.

BACA JUGA : Main Kuda-kudaan Saat Guru Mengajar, Murid Seperti Ini Dihukum atau Cukup Minta Maaf?

Pada dasarnya, orang-orang susah untuk meminta maaf itu karena ada dua alasan yaitu emosi dan juga gengsi. Nah, dua hal inilah yang perlu dihilangkan dalam diri setiap orang. Jika dua poin ini sudah hilang, dijamin deh bakal tentram negara ini. Enggak akan ada lagi masalah viral yang sampai dihujat warga se-Indonesia raya.