Sudah menjadi rahasia umum apabila enaknya sepak bola sekarang berkat adanya perjuangan besar dahulu kala. Bahkan ada yang rela mengorbankan seluruh jiwa raga untuk negara ini bisa mencapai sebuah kemerdekaan. Begitu juga yang dilakukan oleh para tokoh bola nasional yang mau untuk angkat senjata demi negara. Sungguh perjuangan yang mulia dan patut sekali diberi apresiasi tinggi.

Namun sayang, banyak dari mereka yang bergelut dengan bola dan perang melawan penjajah kini terlupa. Nama-nama macam Soeratin, Maulwi Saelan, Raden Maladi, dan Tony When pastinya menjadi sosok yang tak banyak bisa diketahui. Untuk membuka lagi ingatan kalian tersebut, Noombastis sajikan bagaimana perjuangan mereka dahulu kala lewat ulasan di bawah ini. Mari simak bersama-sama!

Soeratin prajurit TKR yang ikut mendirikan induk tertinggi sepak bola nasional

Soeratin pendiri PSSI [Sumber Gambar]
Bagi generasi sekarang Soeratin Sosrosoegondo hanya terkenal sebagai salah satu pendiri induk tertinggi sepak bola nasional atau PSSI. Jasanya bagi sepak bola bisa dikatan sangat besar, seperti kalimat awal tadi ia adalah penggagas dari organisasi bola tanah air. Berkatnya kini kita bisa menyaksikan bagaimana pertandingan bola antar klub Indonesia dan hebatnya Timnas saat berlaga di laga internasional. Tapi tahukah kalian sebelum melakukan hal tersebut. Beliau merupakan seorang prajurit dari Tentara Keamanan Rakyat. Menjabat divisi persenjataan dirinya juga ikut berperang angkat senjata melawan penjajah di daerah Bandung.

Maulwi Saelan pejuang Indonesia yang merupakan penjaga gawang Timnas

Ketua PSSI [Sumber Gambar]
Sebagai seorang penjaga gawang Maulwi Saelan merupakan pemain yang hebat. Bersama rekannya dirinya pernah sukses persembahkan sebuah medali perunggu Asia Games 1958. Ketika bermain di Olimpiade Melbourne 1956 juga mampu tunjukkan sebuah performa gemilang. Pasalnya mampu menjadi penyelamat tim dari kemasukan banyak gol. Namun sebelum berada di fase menyelamatkan gawang Timnas, ia terlebih dahulu bahu membahu dengan putra bangsa untuk mengusir penjajah. Sebagai prajurit dirinya ikut berperang dalam Agresi Militer Belanda dan berperang di daerah Malang Selatan.

Tentara pelajar Raden Maladi kiper Tim Merah Putih pertama

Raden Maladi bersama tim [Sumber Gambar]
Seperti halnya Maulwi Saelan, Raden Maladi juga menjadi penjaga gawang Tim Merah Putih. Bahkan tercatat ia adalah kiper pertama yang berada di bawah mistar Timnas. Kehebatannya saat itu cukup membuat kesebelasan milik Belanda kewalahan untuk menciptakan gol. Kiprah di dunia kulit bundar terjadi tahun 1940,an. Kendati dalam riwayatnya tak banyak disebutkan prestasinya di sepak bola, tapi layaknya dua tokoh tadi, ia juga ikut angkat senjata melawan penjajah. Tergabung dengan Tentara Pelajar dirinya ikut terlibat dalam pertempuran di daerah Solo menghadapi Belanda.

Pemain UMS, Tony Wen bantu negara saat masa pasca kemerdekaan

ilustrai Tony wen [Sumber Gambar]
Berbeda dengan beberapa tokoh besar tadi, Tony Wen adalah pesepakbola dan pejuang yang bisa dibilang tidak ikut berperang langsung. Kendati tidak pegang senjata api atau bambu runcing, namun perjuangan kepada negara tidak bisa diremehkan. Pemain UMS tersebut membantu negara pasca kemerdekaan. Perjuangan yang juga bisa dibilang penting lantaran mampu mengisi khas negara yang kosong akibat blokade yang dilakukan oleh Belanda saat itu. Dirinya berperan sebagai penghubung antara Indonesia dan negara lain dalam melakukan jual beli atau menyalurkan bantuan.

Bila kita membandingkan dengan dahulu, bermain bola saat ini pastinya jauh lebih enak. Menjalankan sepak bola sekarang pun juga bisa dibilang lebih mudah. Namun sayang hingga semua menghembuskan napas terakhir belum juga Indonesia belum berjaya di olahraga ini. Entah siapa yang salah, tapi yang pasti kita seperti telah menyianyiakan perjuangan mereka.