Trending

Ironisnya Pinjam Meminjam Zaman Now, Si Empunya Utang Lebih Ganas dari Penagihnya

Membayar utang memang merupakan kewajiban dari setiap orang. Ya jelas saja, karena berhutang itu judulnya meminjam yang pastinya harus dikembalikan kepada si empunya. Beda lagi jika dari awal perjanjiannya adalah meminta, tentu yang memberi barang atau uang tidak berhak untuk menagihnya kembali.

Tapi zaman sekarang, orang-orang sudah banyak berubah. Di mana yang memberikan pinjaman lebih patut dikasihani daripada si penghutang. Contohnya seperti video yang diunggah oleh akun facebook Yuni Rusmini. Di sana terdapat dua video yang menayangkan betapa jahatnya si peminjam uang terhadap penagih.

Disebabkan dua video tersebut semuanya menggunakan Bahasa Jawa, jadi penulis akan menerjemahkannya. Kita mulai dari video pertama dulu ya. Orang yang ditagih adalah emak-emak. Ya Sahabat Boombastis tahu sendiri lah bagaimana sikap emak-emak kalau emosinya sudah berapi-api. Di sana, orang yang meminjamkan uang mencoba menagih si emak-emak karena utangnya tak kunjung dibayar selama empat bulan. Tapi si ibu bercelana pendek itu mengelak karena dirinya merasa sudah membayar meskipun baru Rp50 ribu. Akhirnya terjadilah percekcokan di antara mereka sampai mengeluarkan kata-kata kasar.

Di video kedua ada bapak-bapak paruh baya yang ditagih. Senada dengan emak tadi, si bapak juga enggak terima jika utangnya ditagih. Bahkan bapak berbaju putih ini langsung menantang si penagih untuk berkelahi. Namun istri dari bapak tersebut mencegah suaminya untuk bertengkar dengan penagih. Si istri langsung menyeret suaminya untuk masuk ke dalam rumah.

Utang wajib dibayar [Sumber Gambar]
Ya memang sih tidak ada ketentuan dari hukum tentang utang piutang. Bahkan orang yang berhutang pun dilindungi oleh salah satu pasal pada undang-undang. Yakni di Pasal 19 Ayat (2) Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Isinya adalah sebagai berikut “Tidak seorangpun atas putusan pengadilan boleh dipidana penjara atau kurungan berdasarkan atas alasan ketidakmampuan untuk memenuhi suatu kewajiban dalam perjanjian utang piutang.”

BACA JUGA : Menghadapi Nasabah ‘Ngelunjak’, Penagih Hutang Ini Diperlakukan Tidak Manusiawi

Tapi meskipun sudah dilindungi oleh undang-undang, tidak semestinya si penghutang berbuat kasar dengan penagih. Itu hak mereka yang harus dikembalikan oleh peminjam. Namun jika pada saat itu masih belum ada uang untuk dibayarkan, bisa dibicarakan baik-baik. Jangan menggunakan kata kasar supaya terbebas dari utang. Pasti deh kalau membicarakan dengan baik-baik, si penagih juga akan mengerti.

Share
Published by
Firdha

Recent Posts

Virzha Tiba-Tiba Menikah, Banyak Netizen Salfok dengan Istri yang Begitu Cantik

Patah hati tampaknya tengah dialami para fans juara ketiga Indonesian Idol musim ke-8 sekaligus vokalis…

2 days ago

Fakta Rosmini Pengemis Viral, Tinggal di Jalanan Belasan Tahun hingga Diduga ODGJ

Beberapa waktu lalu, viral sebuah video yang memperlihatkan seorang pengemis karena aksinya yang dianggap meresahkan.…

3 days ago

4 Fakta Timnas Indonesia Masuk Semifinal, Larangan Nobar hingga Kalah dari Uzbekistan

Masyarakat Indonesia sedang berbahagia dan bangga terhadap Tim Nasional (Timnas) Indonesia yang baru saja menorehkan…

4 days ago

Buat Video Penistaan Agama, Tiktoker Galih Loss Ditangkap

Media sosial kini menjadi tempat berbagi cerita dan mencari hiburan, tak heran banyak orang yang…

5 days ago

Dubai Dihantam Hujan Badai Sebabkan Banjir, Puluhan Nyawa Melayang

Jakarta banjir, sudah menjadi “acara” tahunan yang membuat banyak warga menjadi lebih “santuy” saat menghadapinya.…

6 days ago

Seorang Ibu Harus Kehilangan Bayinya karena Dipijat Nenek Buyut Sejak Baru Lahir

Siapa sangka sebuah pijatan yang bisa merelaksasi dan menyembuhkan penyakit pada orang dewasa, bisa berujung…

1 week ago