Kebutuhan hidup saat ini makin lama semakin tak karuan saja. Gaji segitu-gitu saja, sedangkan harga-harga semua naik. Alhasil, kadang tak ada jalan lain selain berhutang. Walaupun malu, tapi yang penting bisa memenuhi kebutuhan. Soal berhutang ini, kadang memang bisa didapatkan dari banyak sumber. Termasuk bank-bank kecil. Terlepas dari mana sumbernya, namun sebaik-baiknya hutang adalah sesuai kemampuan bayar. Jangan melebihi kemampuan sehingga pas ditagih malah ngamuk-ngamuk dan emosi.

Seperti dalam video yang satu ini. Seorang yang telah berhutang sedang ditagih oleh petugas dan melakukan perilaku buruk. Alih-alih membayar dan memperlakukan petugas dengan baik, si punya hutang malah ngamuk sampai berteriak-teriak. Ajaibnya, si petugas sangat sabar walaupun sesekali terlontar kalimat kekesalan. Lalu seperti apa kejadian selengkapnya? Simak ulasannya berikut ini.

Sudah datang dengan baik, perlakukan sepahit pare yang diterima

Ditagih malah ngelunjak
Artikel Lainnya
Ada yang Baru! Kini Tilang Bisa Dilakukan Secara Online
Michael Bambang Hartono, Orang Terkaya Indonesia yang Ikut Bertanding di Asian Games 2018

Namanya saja penagih hutang, wajar dong kalau mesti menarik orang-orang yang sudah pinjam uang. Namun demikian, kadang mereka mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan dari yang punya hutang. Seperti pria yang satu ini, padahal dia sudah datang dengan sopan kepada si empunya hutang. Bukan hanya itu, pria ini  sudah sangat baik hingga memberikan banyak kelonggaran bahkan rela datang berkali-kali datang ke rumah orang yang punya hutang. Bukannya bersyukur telah diberikan banyak kelonggaran, ibu yang punya hutang ini malah marah-marah karena ditagih.

Kebanyakan yang terjadi, air susu dibalas air tuba

marah-marah

Memang seperti itulah yang kebanyakan terjadi. Lantaran telah diberi banyak kelonggaran, akhirnya si empunya hutang jadi menyepelekan hal tersebut. Dianggap para penagih hutang itu adalah orang-orang yang bisa terus-terusan sabar saat mereka menagih. Seperti yang dikatakan bapak penagih hutang itu, sudah banyak kelonggaran yang diberikannya. Mulai dari pembayaran yang kurang, penambahan waktu untuk membayar, hingga waktu seharusnya libur pun, pria itu tetap  datang untuk memenuhi janji si pemilik hutang. Namun yang ada malah bapak penagih hutang itu yang dimaki-maki dan diberi janji palsu. Miris memang, namun bagaimana lagi karena memang itu tugasnya.

Mereka hanya menjalankan tugas

Perlakukan buruk

Kalau dipikir-pikir, para penagih hutang ini bukanlah orang jahat yang seperti kebanyakan orang kira. Mereka hanya menjalankan tugas sesuai pekerjaannya. Jangan kira enak menjadi seorang penagih hutang. Bagaimanapun laporan dan setoran mereka harus lengkap untuk diserahkan pada atasan. Seperti yang dikatakan oleh bapak penagih hutang itu kalau semua itu mesti dilakukan demi tugas. Tidak ada satupun niat jelek darinya, asalkan orang yang punya hutang itu tahu diri. Jangan hanya diberi janji-janji belaka tanpa ditepati. Wajar saja kalau penagih hutang kadang marah karena ulah dari peminjam sendiri, soalnya mereka juga seorang manusia biasa.

Menjadi viral di facebook

Komentar netizen

Akhirnya video menjadi viral di media sosial facebook setelah diunggah oleh akun bernama Rizal Fatin Umami. Sampai saat ini, sudah empat ribu limar ratus lebih orang yang membagikan video tersebut. Dan tentunya banyak komentar yang beragam dari para netizen. Kebanyakan dari mereka mengaku sangat prihatin dengan nasib bapak penagih hutang itu, namun juga banyak yang tidak sependapat karena alasan kurang ramahnya dalam menagih. Entah mau lebih condong ke mana, itu pilihan masing-masing.

Penghutang yang lebih galak dari penagih

Realitanya, memang inilah yang sering terjadi. Biasanya orang yang punya hutang bisa jadi lebih galak daripada si penagih. Namun apakah hal itu etis? Iya kalau memang si penagih hutang orang yang galak dan tidak memberi tolerir. Namun jika kasusnya seperti yang ada di video itu, pastinya hal itu menjadi pertanyaan dalam benak kita. Padahal sudah diberi kebaikan seperti itu, namun balasannya ternyata malah perlakukan buruk. Sebagai seorang yang memiliki hutang seharusnya lebih sadar diri kita sudah diberi banyak kelonggaran. Sebaliknya, si penagih seharusnya lebih sopan dalam menagih. Namun jika ternyata sudah sopan namun perlakukan buruk yang diterima, maka empunya hutanglah sebenarnya yang tidak beres.

BACA JUGA: Nasib Ponari Si Dukun Cilik, Dulu Kaya Abis Sekarang Hidupnya ‘Senen Kemis’

Memang dari dulu, orang yang punya hutang itu kadang lebih galak ke dari pemberi pinjaman saat ditagih. Mereka lupa bagaimana dulu meminta pinjaman dengan memelas. Namun demikian, hutang mesti dibayar, daripada kelak bakal dibawa mati.