Keberadaan Indonesia memang tak pernah lepas dari incaran negeri-negeri asing untuk diambil kekayaan alamnya. Tak hanya itu, sebagian pihak juga menginginkan agar Indonesia bisa dikuasai di berbagai bidang kehidupan, baik secara ideologi, ekonomi hingga sosial.

Hal ini terbukti dengan banyaknya WNA yang dianggap pernah mempunyai masalah besar dengan Indonesia. Tak jarang, ulah mereka juga dianggap mempermalukan hingga hampir melumpuhkan sendi-sendi perekonomian dan sosial di Indonesia. Siapa sajakah para WNA itu? Simak ulasan berikut.

George Soros yang jadi biang keladi krisis moneter di Indonesia

Dituding menjadi biang kebangkrutan Indonesia pada 1998 [sumber gambar]
Nama George Soros menjadi perbincangan lantaran aksinya yang membuat negara-negara Asia terombang-ambing karena krisis. Indonesia pun ikut menjadi korban setelah nilai rupiah rontok diterjang dollar. Laman cnnindonesia.com menuliskan, sosoknya masih digaungkan sebagai pihak yang bertanggungjawab atas runtuhnya ekonomi di Indonesia. wilayah Macan Asia yang runtuh karena ‘permainan’ spekulasi mata uang.

Gembong narkoba Bali Nine yang bisa merusak generasi muda

Gembong Bali Nine [sumber gambar]
Narkotika dan barang haram lainnya memang menjadi senjata yang ampuh untuk merusak masyarakat di suatu negara. Sama seperti yang dilakukan oleh gembong narkoba asal Australia yang dijuluki sindikat Bali Nine. Laman news.detik.com menuliskan, kelompok tersebut diprakarsai oleh Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang membawa heroin dari Indonesia ke Australia pada April 2005 sebanyak 8,2 kilogram. Alhasil, keberadaan mereka yang telah terungkap pun sempat mengegerkan dunia internasional.

Pernyataan PM Tony Abbot yang menyakitkan hati rakyat Indonesia

Pernyataan yang sempat bikin geger masyarakat Indonesia [sumber gambar]
Hubungan antara Australia dan Indonesia sempat renggang karena berbagai masalah yang mendera. Saah satunya dilakukan oleh Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott yang dianggap melecehkan rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Aceh. Seperti yang ditulis laman cnnindonesia.com, ia mengungkit bantuan kemanusiaan Australia untuk tsunami Aceh pada 2004 sebesar US$ 1 miliar. Saat itu, Abbot tengah bernegoisasi untuk membatalkan eksekusi mati dua warga Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Alhasil, masyarakat yang tersinggung kemudian menuntut permohonan maaf dari Aboot dan menginisiasi gerakan Coin for Australia sebagai bentuk protes.

Dugaan makar Jakob Skrzypski yang mendukung separatisme OPM

Jakob Skrzypski tegah disidang karena dugaan keterlibatan dukung OPM [sumber gambar]
Indikasi keterlibatan pihak asing di balik separatisme OPM sempat menguat dengan tertangkapnya pria asal Polandia yang bernama Jakob Skrzypski. Laman akurat.co menuliskan, ia dipenjara di Indonesia setelah diketahui mendukung gerakan separatis Papua Merdeka dalam bentuk menawarkan bantuan untuk membeli senjata. Jika terbukti bersalah, ia bakal menerima hukuman penjara selama 20 tahun.

BACA JUGA: 5 Kelakuan Warga Asing Ini Membuktikan Kalau Bule yang Datang ke Indonesia juga Ada yang Kere

Mau tidak mau, pemerintah harus bertindak tegas terhadap segala perbuatan yang dianggap dapat mengancam ketenangan, keamanan serta kedaulatan Indonesia. Terlebih jika hal tersebut dilakukan oleh pihak asing yang terbukti ingin merongrong dari dalam.