Status Vanessa Angel naik dari saksi menjadi tersangka. Hal ini diungkap oleh Polda Jawa Timur kemarin (16/1) sore, menyebut Vanessa Angel menjadi tersangka karena terjerat oleh UU ITE, Pasal 27 ayat 1. Dikutip dari news.detik.com, Pasal 27 ayat 1 UU ITE berisi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informas Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Vanessa Angel ditetapkan menjadi tersangka setelah ditemukannya foto dan video senonohnya dalam ponsel muncikari Siska. Hal tersebut lalu diteruskan oleh muncikari untuk menawarkan jasa Vanessa Angel kepada pelanggan prostitusi online. Vanessa Angel ketika menggelar konferensi pers tampak tak sehat dan merasakan tekanan yang amat sangat. Kira-kira begini dampak psikologis yang diterima akibat status tersangkanya.

Kehilangan kepercayaan, teman-teman dekat, dan posisi dalam profesinya

Tak hanya satu atau dua selebriti yang menyindir Vanessa Angel karena terlibat prostitusi online. Belum lagi, sahabat yang biasanya mendampinginya, Jane Shalimar, tiba-tiba memutuskan tali persahabat gara-gara masalah pengacara. Kini, Vanessa Angel mengaku dirinya tak punya siapa-siapa lagi, kecuali sang pacar dan tim kuasa hukum.

Kondisi psikis Vanessa Angel [sumber gambar]
Seperti yang pernah Luna Maya rasakan, Vanessa Angel bisa saja berada di tahap post power syndrome, di mana ia tak lagi memiliki kekuasaan atas apapun, setelah kariernya mulai munggah tahun 2018 lalu. Sayangnya, ia masih belum bisa bangkit dan mencari pelarian seperti Luna Maya yang telah berfikir untuk move on dari profesinya di televisi.

Tak mendapat dukungan dari keluarga

Meski sedang dalam kondisi terpuruk, Vanessa Angel mengaku tidak mendapat dukungan dari keluarga. Sempat ayahnya mengaku kepada media tak percaya jika anaknya terlibat prostitusi online. Dikutip dari grid.id, sang nenek pun menyangkal jika Vanessa Angel merupakan tulang punggung keluarga dan menyatakan dirinya hanya menerima uang Rp200 ribu saat lebaran.

Orang tua Vanessa Angel [sumber gambar]
Dikutip dari mother.ly, penelitian yang dilakukan oleh Duke University Medical School pada tahun 2010, anak yang tumbuh dengan ibu yang penuh perhatian dan kasih sayang akan lebih bahagia. Terutama ketika seorang ibu mendampingi anaknya dalam tahap apapun. Sayangnya, jika hal ini tak terjadi, anak cenderung akan kehilangan kepercayaan diri atau self-esteem. Hal inilah yang mungkin dirasakan Vanessa Angel sekarang.

Cenderung untuk bunuh diri tinggi

Tak bisa dipungkiri, Vanessa Angel sedang berada di titik terendahnya. Ia mengaku kepada media bahwa dirinya hanya bisa pasrah menyikapi statusnya sebagai tersangka. “Keadaan aku sekarang, tertekan. Bahkan, untuk ketemu orang saja aku takut, aku trauma, aku bingung, sedih, campur aduk. Bahkan aku enggak tahu lanjutin hidup ke depan kayak gimana,” ungkapnya.

Banyak faktor yang melatarbelakangi keinginan seseorang untuk bunuh diri. Salah satunya adalah depresi berat, dilansir dari alodokter.com. Ciri-ciri orang yang merasakan depresi berat adalah merasa putus asa, suasana hati buruk, merasa lelah, dan kehilangan motivasi dalam hidup. Beruntung Vanessa Angel masih memiliki sang kekasih di sisinya.

BACA JUGA: 80 Juta jadi Bahan Guyonan Seluruh Indonesia, Termasuk Pelecehan Perempuan Enggak Ya?

Meskipun tim kuasa hukum menyebutkan kondisi psikologis Vanessa Angel mulai membaik, ia masih enggan tampil di depan publik. Terlebih lagi, ia dan keluarga besarnya juga seperti tengah menjadi pihak oposisi. Urusan adil-mengadili mari serahkan saja kepada pihak berwajib.

Sebagai netizen biasa, untuk menolong Vanessa Angel agar tak sampai pada suicidal thought atau fase ingin bunuh diri, bisa menghentikan pelayangan hujatan-hujatan kepadanya. Jika memang bersalah, bakal mendapat ganjarannya juga, kok.