kaset tape jadul diburu kolektor
Teknologi zaman “baheula” yang ada beberapa puluh tahun silam, kini menjelma menjadi layaknya sebuah “harta karun” bagi sebagian kalangan. Berada di antara kepungan benda-benda berteknologi canggih yang “kekinian”, pesona dari teknologi lawas tersebut terbukti masih mampu “membius” masyarakat Indonesia, baik tua maupun muda.
Meski tak lagi banyak beredar dan ditemukan, benda-benda yang pernah “hits” pada zamannya itu, mempunyai nilai historis dan kemampuan “jadulnya” yang sering dirindukan banyak orang. Terbukti beberapa benda tersebut masih terlihat digunakan dan beberapa bahkan dijadikan sebuah bisnis yang memperjualbelikan barang-barang “retro” tersebut.
Meski telah tergantikan dengan perangkat MP3 yang lebih halus dan praktis, pesona kaset tape jadul ternyata masih banyak dimiliki oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Selain unik, kaset pita ini juga menjadi “obat kangen” bagi mereka yang menyukai musik-musik lama.
Zaman yang telah berubah, ternyata tidak memudarkan pesona klasik yang ada pada piringan hitam. Instrumen yang Berjaya pada era 50an hingga 70an tersebut, masih laku dan termasuk banyak diburu oleh kolektor di Indonesia.
Mungkin jika bosan dengan fotografi ala digital, kamera analog bisa menjadi “pelarian” sementara untuk berburu foto. Meski kemampuan mengambil foto yang terbatas dan kualitasnya tidak sebagus kamera digital, hal tersebut bisa menjadi “tantangan” tersendiri, terutama bagi penggemar fotografi.
Derasnya teknologi seluler yang didominasi layar sentuh yang canggih, nyatanya masih belum sanggup “menggeser” popularitas Hape jadul di benak sebagian kecil penggemarnya. Meski tergolong teknologi “kuno”, Hape jadul tersebut justru sukses mengalihkan perhatian penggemarnya, lewat keunikan yang ada.
Komputer dan berbagai perangkat digital yang canggih, benar-benar sukses menumbangkan dominasi mesin ketik tua yang sempat bertahan beberapa dekade silam. Hal ini terlihat dari semakin langkanya manusia modern abad ini yang menggunakannya.
Tidak selamanya barang jadul tersebut memiliki nilai minus di masyarakat modern. Terbukti dengan semakin banyaknya komunitas dan penggiat yang mencoba melestarikan barang-barang tersebut dari gempuran zaman, keberadaannya seolah tak akan habis terikis waktu. Selain itu, kegiatan yang melestarikan mencoba “menghidupkan kembali” benda tersebut, dapat memberikan wawasan positif agar senantiasa menghargai setiap karya yang pernah berjaya di zamannya.
Delapan bulan lamanya keluarga Alvaro Kiano Nugroho (6) mencari anak sekaligus cucu tanpa kepastian jelas.…
Sedang ramai di Indonesia mengenai kasus korupsi yang menyeret nama Ira Puspadewi. Ia adalah mantan…
Di tengah gejolak politik terus menerus yang dipicu oleh presidennya, Amerika Serikat memberi kejutan baru…
Baru di Indonesia, ketika teror mengguncang sebuah institusi pendidikan. Di tengah-tengah pelaksanaan salat Jumat (7/11/2025)…
Ada yang terbang sampai lupa pulang. Seperti itulah harga emas akhir-akhir ini. Terus melambung tinggi…
Kabar gembira untuk warga Arab Saudi, atau mungkin Warga Negara Indonesia yang bermukim di sana.…