Bukan sebuah hal berlebihan bila untuk saat ini menyebut sepak bola Jepang adalah salah satu terbaik di Asia. Bahkan baru-baru di kejuaraan Piala Asia mereka lagi-lagi berhasil menembus partai puncak. Selain level Asia, tentu kita tahu jika negeri Matahari Terbit juga merupakan tim langganan Piala Dunia. Meski prestasi terbaiknya adalah 16 besar, tapi mereka kerap hadirkan kejutan di ajang tersebut.

Selain hal tadi, samurai biru juga terkenal mempunyai sistem liga sepak bola yang bagus. Bernama J-League kompetisi tersebut kerap menjadi tempat tumbuhnya bakat-bakat hebat, mulai dari Hiroshi Nakata sampai Shinji Kagawa. Tidak berhenti disitu, liga Jepang juga kedatangan pemain-pemain bola top Eropa untuk melanjutkan kariernya. Seperti contohnya Andres Iniesta, David Villa, dan Diego Forlan.

Keberhasilan Jepang dalam mengelola sepak bolanya hingga kini berprestasi, tentu tidak didapatkan dengan mudah atau layaknya membalikkan tempe dipenggorengan. Lebih dari itu ada perjuangan hingga berguru ke negara lain untuk kembangkan olahraga tersebut. Terkhusus hal terkahir tadi, ternyata Indonesia sempat menjadi rujukan Negara Asia Timur ini. Malahan kabarnya J-League ‘menduplikat’ kompetisi tanah air.

Kompetisi Galatama [Sumber Gambar]
Dilansir Boombastis dari Historia, kedatangan Jepang untuk berguru di Indonesia terjadi pada tahun 1991. Saat itu kedatangan mereka sebagai bentuk perwujudan keinginan membenahi liganya yang masih semi profesional. Negeri Sakura itu mengamati betul bagaimana seluk beluk Galatama, kompetisi yang saat itu tengah bergulir di Indonesia. Walaupun sempat menjadi rujukan Galatama akhirnya bubar lantaran berbagai masalah.

Setelah kisah tersebut pada tahun 1993, Jepang akhirnya menggulirkan liga profesionalnya yang diikuti oleh sepuluh kesebelasan. Kendati sedikit, namun tim-tim di J League pertama benar-benar menggambarkan kata profesional yang sesungguhnya (tidak dipaksa-dipaksakan). Enam tahun berjalan perserta Liga Jepang terus bertambah dan juga kehadiran J-League divisi 2, kompetisi kasta kedua negeri tersebut.

Liga Jepang [Sumber Gambar]
Dari penelusuran yang dilakukan oleh penulis saat ini Liga sepak bola negeri Jepang terdapat tiga kasta kompetisi tertinggi terdiri dari J J-League paling atas, lalu J2 league kedua dan terakhir J3 league, dengan total perserta sebanyak 55 kesebelasan. Dalam perkembangannya untuk menjadikan sepak bola berjalan baik, ada cara unik yang dilakukan oleh federasi sepak bola sana, yaitu menghadirkan syarat bagi tim ingin bermain di J League, J2, J3 untuk mempunyai rencana 100 tahun ke depan. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan akar profesional di sepak bola Jepang.

Juara di Liga Jepang [Sumber Gambar]
Berbicara profesional di sepak bola Jepang, federasi mengharuskan tim-tim berlaga di sana mempunyai keuangan yang sehat, apabila tidak akan dihapus keanggotaannya. Selain itu dikutip dari PanditFootball, bagi tim yang bermain di J J.League harus mempunyai stadion dengan kapasitas 15 ribu penonton, lalu J2, 10.000 penonton dan J3 5000 penonton. Selain itu kesebelasan harus berbentuk perusahaan. Berkat cara ini Liga Jepang menduduki kompetisi terbaik Asia nomor 4 versi AFC di tahun 2018.

BACA JUGA: Terus Raih ‘Prestasi’, Inilah Hal-hal yang Bisa Dicontek Indonesia dari Sepak Bola Vietnam

Melihat perkembangan sepak bola Jepang yang istimewa dan sukses hadirkan Timnas yang hebat, agaknya tidak masalah jika Negeri Asia Timur itu dijadikan rujukan PSSI untuk kembangkan olahraga ini di tanah air. Kalau menurut kalian bagaimana sobat Boombastis, setuju atau tidak kalau kita mencontek sepak bola Jepang?