Dalam dunia sepak bola pepatah usia hanyalah sebuah angka agaknya bukan sebuah hal yang main-main. Banyak kini pemain yang memiliki usia uzur tapi tetap bisa berlaga di olahraga ini. Contohnya terdekat untuk membuktikan fakta tersebut adalah Cristian Gonzales. Meski menginjak kepala empat, pria berjuluk El-Loco tetap bisa menunjukkan tajinya di lapangan hijau.

Selain sosok tadi, Kazuyoshi Miura juga menjadi nama yang tetap kokoh di sepak bola meski berusia tua. Pesepakbola asal Jepang tersebut bahkan kini dinobatkan sebagai pesepakbola tertua di olahraga tersebut. Usut punya usut Miura saat ini mempunyai usia 51 tahun. Angka yang bila di Indonesia adalah sangat tua untuk berkecimpung di lapangan hijau. Lalu seperti apakah dirinya sebenarnya? Simak ulasan berikut untuk mengetahuinya.

Miura tercatat sudah bermain sepak bola selama 37 tahun

Melihat angka tadi, agaknya kata gila cocok untuk menggambarkan kiprahnya selama ini. Hal ini tentu bukan tanpa sebab, pasalnya tercatat sudah 37 tahun ia tidak pernah lelah bergelut dengan dunia si kulit bundar. Miura sendiri memulai debutnya di olahraga ini tahun 1982 dengan menimba ilmu di salah satu klub asal Brazil Santos.

Kazuyoshi Miura [Sumber Gambar]
Enam tahun berselang setelah kedatangannya di Amerika Latin, ketika usianya menginjak 21 tahun pria tersebut mendapatkan kontrak profesional-nya. Setahun berselang Palmeiras menjadi klub keduanya di Brazil, selama mengenakan kostum klub itu ia mencatatkan 25 laga dengan 2 gol berhasil dibuat.

Mempunyai latar belakang hebat sebagai pesepakbola

Santosa dan Palmeiras bukanlah satu-satu tim yang diperkuat di kompetisi sepak bola Negeri Samba. Miura juga melanglang buana ke sejumlah kesebelasan ada di sana, mulai dari Matsubara sampai Santos lagi di tahun 1990. Terhitung ada enam klub bola Brazil pernah dibelanya. Meski tidak banyak catatkan prestasi mentereng, , namun tanah rantau telah membentuk skill dan mentalnya.

King Kazu Muda [Sumber Gambar]
Hal ini dibuktikan dengan kembalinya dari Brazil, pria 51 tahun ini torehkan beberapa prestasi hebat dan di diberi kesempatan bermain di Eropa bersama Genoa, Dinamo Zagreb. Selain itu pada tahun 1993 ia dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak kompetisi Jepang J League dan pemain terbaik Asia. Kemampuannya juga antarkan Jepang lolos ke Piala Dunia pertamanya tahun 1998.

Bermain dengan hati adalah kunci suksesnya

Kejayaan tersebut ternyata tidaklah didapatkan dengan cara yang instan. Kerja keras dan selalu bermain dengan tulus menjadi kuncinya terus bertahan dari gerusan usia. Dilansir Boombastis dari Bola.com, pemain Yokohama FC itu mengaku kalau selalu bermain dengan hati dan berharap bisa terus berkembang sebagai pemain. Cara sederhana yang tentunya manfaatnya bisa kalian lihat sendiri.

Kazuyoshi Miura pemain terbaik laga [Sumber Gambar]
Selama berlaga di kompetisi negaranya sendiri, pemain berjuluk King Kazu ini sudah memperkuat empat kesebelasan di Negeri Sakura yaitu Tokyo Verdy, Kyoto Sanga FC, Vissel Kobe, dan Yokohama FC. Dari sekian tim tadi, nama terakhir menjadi klub yang paling lama dibelanya yakni selama 14 tahun. Selama ia sudah menciptakan 25 gol dan 266 laga.

Meski tua, ia tidak mau berhenti dari sepak bola

Baru-baru ini lewat perpanjangan kontrak bersama Yokohama FC, mantan pemain Genoa tersebut semakin membuktikan kalau usia hanyalah angka. Kerjasama tersebut membuatnya akan bermain sepak bola sampai umur 52 tahun. Sungguh hal langka dan pastinya menimbulkan tanya bagaimana ia menjaga fisiknya.

aksi kakek kazu [Sumber Gambar]
Terlepas dari hal tersebut semakin membuktikan kalau sepak bola benar-benar olahraga universal yang tidak membatasi siapa saja memiliki kemampuan untuk terlibat. Kalau menurut kalian bagaimana sobat Boombastis melihat kiprah King Kazu tadi?

BACA JUGA: Pemain-pemain Berpostur Mungil yang Sukses Guncang Jagad Sepak Bola Dunia

Apa yang dilakukan oleh Miura tadi, adalah bukti kalau sepak bola tidak melulu soal usia. Kalau mereka bisa bersaing dan menjaga kondisi fisik dengan baik sampai 60 tahun pun sangat diperbolehkan. Miura juga bisa menjadi contoh bagi para pemain muda bagaimana terus bisa bertahan di olahraga persaingannya super ketat ini.