Sebentar lagi etnis Tionghoa akan bersuka ria karena Imlek akan datang di tanggal 5 Februari nanti. Kebahagiaan mereka akan semakin bertambah jika pada saat perayaan hujan turun mengguyur. Pasalnya, hujan merupakan pertanda jika Imlek di tahun ini bisa membawa rezeki yang melimpah.

Mungkin Sahabat Boombastis sudah tak asing dengan kepercayaan tadi. Kalian boleh percaya atau enggak nih. Tapi jika menurut para ilmuwan, fenomena hujan ketika Imlek tersebut bisa dijelaskan secara ilmiah. Mau tahu bagaimana ulasannya? Simak catatan di bawah ini.

Begini pendapat ahli tentang Imlek yang selalu turun hujan

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG, Harry Tirto Djatmiko mengatakan kalau hujan di saat Imlek merupakan hal yang wajar. Ini dikarenakan perayaan tahun baru Cina tersebut selalu jatuh di Bulan Januari atau awal Februari.

Imlek bertepatan dengan musim penghujan [Sumber Gambar]
Nah, bulan-bulan tersebut termasuk puncak musim penghujan jika di Indonesia. Jadi tak perlu heran kalau tahun baru yang bernuansa merah dan emas ini selalu hujan. Baik gerimis ataupun deras sekalipun.

Lalu, bagaimana jika Imlek tidak turun hujan?

Jika hujan tidak turun ketika Imlek, banyak yang percaya jika di tahun ini rezeki akan lebih sulit dari sebelumnya. Namun, menurut BMKG faktanya bukan seperti itu kok Sahabat Boombastis.

Imlek tidak hujan bukan pertanda buruk [Sumber Gambar]
Sebab, di tahun 2013, hujan tidak turun di Sampali, Sumatera Utara, Jakarta dan juga Malang. Sedangkan pada tahun 2014, hujan hanya terjadi di Jakarta dan Malang. Hal tersebut bisa terjadi karena kondisi geografis di setiap daerah berbeda. Sehingga kita tidak bisa berpatokan pada bulan saja.

Hujan tidak akan terjadi jika Imlek bergeser setiap tahun

Imlek memang berbeda perhitungannya dengan hari raya lainnya. Perhitungan hari dalam Imlek merupakan gabungan berdasarkan fase bulan yang mengelilingi bumi. Lalu bumi juga sedang mengelilingi matahari yang biasa disebut dengan lunisolar.

Hujan tidak akan terjadi jika Imlek bergseser setiap tahun [Sumber Gambar]
Maka dari itu, perayaan tahun baru yang identik dengan kue bulan ini jarang sekali bergeser tanggal. Hanya berpindah bulan saja setiap tahunnya, entah Januari ke Februari atau sebaliknya. Tidak seperti kalender Hijriyah atau Masehi.

BACA JUGA : Mitos Tentang Hujan Saat Imlek yang Dipercaya Membawa Keberuntungan

Yup, itulah alasan ilmiah mengapa hujan selalu datang di saat Imlek. Namun berdasarkan alasan di atas, Sahabat Boombastis tidak perlu menyalahkan kepercayaan dari etnis Tionghoa. Pasalnya kepercayaan ini sudah turun temurun dari sejak zaman dulu. Jadi percaya atau tidaknya terserah dari masing-masing orang ya.