Orang bilang hidayah itu harus dicari, bukan hanya ditunggu. Selama ada kemauan, pasti Tuhan akan memberikan penerangan. Nggak peduli masa lalu seseorang, Tuhan selalu memberikan ampunan bagi mereka yang bertaubat. Ngebahas soal hijrah, barangkali taubatnya Roni Bodax adalah salah satu yang dianggap ‘luar biasa’. Pasalnya, dilihat dari luar, Roni memang terlihat seperti orang serampangan. Seluruh tubuhnya dipenuhi dengan tato, bahkan bagian wajahnya.

Nggak heran sih, selama ini Roni memang melalui kehidupan yang kelam. Ia sudah masuk ke dunia jalanan sejak usianya masih dini, yaitu 15 tahun, tepat saat ia masih duduk di kelas 1 SMP. Dan berikut ini adalah kisah perjalanan Roni selengkapnya.

Meninggalkan dunia pendidikan

Roni Bodax [sumber gambar]
Merasa asik dengan dunia anak jalanan yang bebas, Roni pun mulai enggan meneruskan pendidikan. Ia pun akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah saat masih duduk di kelas 2 SMP. Bergaul dan bermain dengan anak jalanan sudah jadi gaya hidupnya. Saat hidup di dunia luar, Roni selalu melampiaskan perasaannya dengan hal-hal negatif, tiap kali ada masalah, pasti larinya ke minuman keras. Tak hanya itu, Roni juga mengaku jika ia sudah mencoba segala jenis obat-obatan terlarang.

Tato di seluruh tubuh, bahkan di bola mata

Roni Bodax [sumber gambar]
Saat tubuh terkena jarum tato saja sudah menyakitkan, apalagi bola mata yang ditato? Nggak kebayang kan? Tapi nyatanya Roni juga melakukan hal gila tersebut di masa lalu. Awal mula Roni menggunakan tato sendiri karena ingin menutupi luka bekas kenalpot di kakinya. Namun, setelah itu ia justru ketagihan dan terus mentato tubuhnya, dan menganggap tindakan tersebut sebagai bagian dari gaya hidup.

Awal mula berhijrah

Roni [sumber gambar]
Roni mengaku jika awal mula ia mendapat hidayah saat ayahnya meninggal di tahun 2015 silam. Saat ayahnya meninggal karena sakit, Roni masih ada di Jakarta. Pria kelahiran 1996 asal Solo pun mulai merasakan perubahan ketika sang ibu meminta agar Roni sholat dan mengaji kembali, demi kehidupan yang lebih baik. Seperti mendapat berlian, Roni merasa tak ingin menyia-nyiakan hidayah yang datang. Ia pun memutuskan untuk berubah demi masa depannya.

Tetap mendekati anak jalanan, untuk berdakwah

Roni [sumber gambar]
Selama ini, memang banyak netizen yang memberikan pandangan negatif tentang tato di tubuh Roni. Tak sedikit yang meminta agar dia menhapus tatonya agar sholatnya diterima. Namun, banyak juga netizen yang merasa terinspirasi atas hijrahnya si mantan preman. Lebih-lebih, selama ini Roni kerap turun ke jalanan, untuk mendekati teman-temannya yang masih suka mabuk dan ngobat untuk bisa berhijrah seperti dirinya. Terlebih, seperti kita ketahui anak jalanan tentu nggak serta merta bisa didekati dan diajak berhijrah jika yang mengajak bukan dari dunia mereka sendiri kan?

BACA JUGA: Sisi Lain Anak Punk Jalanan, Bertaubat dan Berusaha Menemukan Jalan Tuhannya

Itulah kisah Roni Bodax, sang pendakwah jalanan yang seluruh tubuhnya penuh tato. Dilihat dari sisi positifnya, tentu lebih banyak ya. Sebab Roni yang berpenampilan seperti itu pasti lebih mudah berbaur dengan anak jalanan, dan lebih mudah mengajak mereka dalam hal kebaikan. Semoga istiqomah selalu ya, Roni.