Banyaknya pernikahan yang terjadi akhir-akhir ini membuat netizen heboh. Apalagi setelah hashtag #HariPatahHatiNasional yang beredar ketika Raisa-Hamish yang lalu disusul dengan Bella-Emran menikah. Baru-baru ini bukan hanya Indonesia namun dunia dibuat heboh oleh wedding of the century yang dilangsungkan oleh Song Joong Ki dan Song Hye Kyo atau lebih dikenal dengan Song Song Couple.

Tanpa kita sadari, hal-hal yang menyangkut dengan negeri gingseng ini selalu saja membuat netizen tanah air heboh. Mulai dari k-pop, drama, sampai pernikahan. Di balik itu semua apakah kalian tahu tentang seluk beluk pernikahan di Korea Selatan? Kira-kira sejauh mana perbedaannya dengan Indonesia? Nah, cari tahu di ulasan berikut ini.

1. Tamu Duduk vs Tamu Berdiri

Rupanya, di Korea Selatan tradisi pernikahan yang diusung menguntungkan para tamu. Mereka disediakan tempat duduk satu-satu agar bisa menikmati prosesi dengan baik. Berbeda dengan Indonesia yang harus berdiri dan juga antri demi bisa bersalaman serta foto dengan kedua mempelai.

Para Tamu [image source]
Selain itu, di Korea Selatan bukan tamu yang menyapa kedua mempelai, tapi mereka berdua yang berkeliling menyalami para tamu dan kadang sedikit berbincang sembari mereka duduk bersantai dan bercengkrama dengan tamu yang lain. Wah, beda banget ya, kalau di Indonesia menyediakan kursi sebanyak tamu undangan, bisa tekor tuh!

2. Perbedaan Bentuk ‘Sangu’ yang Diberikan

Dalam tradisi pernikahan di mana saja, pastilah tamu diharapkan memberi sangu atau sekedar cindera mata bagi kedua mempelai di hari bahagianya. Hal tersebut nantinya dapat ditukar dengan souvenir yang unik dan lucu. Namun, perbedaan signifikan yang terlihat antara pernikahan di negeri K-pop dengan tanah air kita adalah bentuknya.

Pesangon Korea vs Indonesia [image source]
Jika di Indonesia kita biasa memberi kado seperti album foto, selimut, atau uang dalam jumlah yang tidak ditentukan alias seikhlasnya saja, di Korea Selatan mereka hanya bisa memberi pesangon dalam bentuk uang dan nominalnya ditentukan. Rata-rata, setiap pernikahan Korsel mematok tamunya agar memberi pesangon minimal Rp. 1.000.000 yang nantinya akan ditukar dengan kupon makan serta souvernir.

3. Prosesi Pernikahan yang Dianut

Kebanyakan pernikahan di Korea Selatan mengikuti cara barat, berdiri di depan altar dan saling mengucap janji. Namun, hal tersebut mereka lakukan di sebuah gedung pernikahan bukannya di gereja seperti kebanyakan pasangan Eropa. Meski begitu, ada beberapa pasangan Indonesia yang juga meniru cara barat dengan berdiri di depan altar dan mengucap janji suci.

Prosesi [image source]
Berbeda dengan Korea Selatan, prosesi yang biasa dilakukan di Indonesia sesuai dengan tradisi adat yang mereka anut  adalah akad nikah. Sebuah pertanda bahwa kedua mempelai sudah resmi menjadi suami-istri dan hal tersebut biasanya dilakukan di waktu yang berbeda dengan resepsi.

4. Kostum Mempelai vs Tamu

Korea Selatan memiliki tradisi yang unik, meski kedua mempelai mengenakan pakaian modern alias tuxedo dan gaun berwarna putih, para orang tua masih mengenakan baju tradisional. Sang ibu biasanya mengenakan hanbok atau pakaian tradisional mereka dan biasanya disisipi dengan nunmulgoreum, fungsinya untuk menghapus air mata dikala para ibu-ibu terharu melihat anaknya menikah. Sedangkan di Indonesia, para orang tua biasanya mengenakan kebaya standar yang tidak ribet karena mereka sudah berumur sehingga tak perlu banyak gaya.

Kostum Pernikahan [image source]
Berbeda dengan para tamu, di Korea mereka yang datang untuk memberi selamat kepada mempelai harus mengenakan kostum yang lebih simpel daripada yang menikah. Tujuannya agar kedua mempelai tetap menjadi bintang di acara mereka sendiri. Kalau di Indonesia, para tamu pasti berlomba untuk menjadi pusat perhatian. Seperti pada pernikahan Raisa-Hamish ketika Fachri Albar dan istri dikira mempelai padahal mereka hanya tamu.

5. Sederhana atau Foya-foya?

Di Indonesia biasanya setiap pernikahan dirayakan dengan megah. Mulai dari gaun pengantin hingga souvenir yang kadang bikin geleng-geleng kepala. Tamu undangannya pun tak kalah heboh, yang menikah hanya dua orang, bisa saja yang diundang mencapai 2 juta orang!

Tamu Sedikit vs Antri [image source]
Berbeda dengan pernikahan di Korea Selatan yang terkesan sederhana. Gaun kedua mempelainya juga sama seperti yang sudah-sudah. Mereka lebih suka mengadakan pesta di hari bahagianya secara privat sehingga 250 orang sudah merupakan angka yang tinggi dalam tamu undangan.

6. Pernikahan Adat yang Sama-sama Ribet

Ternyata, di Korea Selatan juga memiliki prosesi pernikahan tradisional. Hal tersebut pun nggak kalah ribet dari adat yang ada di Indonesia. Beberapa prosesi tradisional mereka ada yang mirip dengan adat Jawa dan Sunda namun tetap memiliki nilai dan maksud masing-masing.

Tradisional [image source]
Ketika di adat Jawa mereka memiliki balang gantal atau saling melempar daun sirih antara kedua mempelai, adat Korea Selatan mengharuskan kedua mempelai saling bersujud untuk menghormati harkat dan martabat masing-masing. Namanya juga sama-sama Asia, pasti ada mirip-miripnya sedikit lah.

7. Prosesi Setelah Resepsi

Biasanya, setelah resepsi digelar, para suami-istri Indonesia yang baru sah menyudahi prosesi pernikahan mereka dengan kembali pulang ke rumah dan istirahat, mengingat persiapan mereka juga panjang serta tamu-tamu yang datang banyak sekali. Di Korea Selatan, mereka memiliki tradisi after party.

After Party [image source]
Hal tersebut dilakukan secara tertutup dan hanya mengundang beberapa kerabat dan teman dekat, tanpa orang tua, untuk merayakan hari bahagia bersama dengan makan dan minum-minum. Indonesia juga memiliki tradisi after party di kalangan orang-orang parlente tapi biasanya hal tersebut dilaksanakan beberapa minggu atau bulan setelah resepsi.

Itulah ketujuh perbedaan paling mencolok yang terlihat pada pernikahan di Korea Selatan dan Indonesia. Meski begitu, tidak bisa kita menyatakan bahwa lebih enak di Korea atau Indonesia karena mereka memiliki poin plus masing-masing. Pesan yang harus diambil dari ulasan ini adalah, jangan kaget yang berlebihan ketika mengetahui perbedaan antara pernikahan di Korea Selatan dan Indonesia. Pernikahan adat Jawa dan Batak saja sudah beda, apalagi ini?