in

Tidak Disangka, Inilah Pemain-pemain Top Asing Berujung pada Liga-liga antar Kampung

Bila dihitung-hitung bisa dikatakan ada lebih dari 20 pesepakbola asing mewarnai sepak bola nasional. Mulai dari Eropa sampai Benua Afrika, sosoknya silih berganti mewarnai kompetisi sepak bola Indonesia. Bahkan di turnamen-turnamen antar kampung atau tarkam pesepakbola impor juga kerap hadir. Edward Wilson mantan top skor liga Indonesia adalah salah satu contohnya.

Tuah pundi-pundi uang untuk mencukupi kehidupan ketika tidak laku atau menunggu klub Indonesia mengontaknya, adalah penyebab turnamen ini banyak di pilih. Meski sebenarnya juga menyimpan resiko tidak bisa dianggap enteng, namun demi menyambung hidup ya mau bagaimana lagi. Berikut beberapa pemain top asing yang kini perjalanan di Indonesia berujung liga-liga antar kampung.

Ngon A Djam mantan striker Sriwijaya FC

Berpostur tinggi dan lumayan handal dalam urusan bola udara membuat Ngon A Djam bukan lah penyerang yang bisa dipandang sebelah mata. Memulai karier di kompetisi Indonesia bersama Sriwijaya, pemain asal Kamerun ini langsung unjuk gigi lewat 24 gol dari 34 penampilan. Selain klub asal Palembang itu, Ngon juga isi kiprahnya di Indonesia dengan memperkuat banyak klub tanah air.

https://www.instagram.com/p/Bsjc7U3gwF7/

Terhitung ada enam kesebelasan tanah air sempat diperkuatnya. Seperti halnya Edward Wilson tadi, Ngon A Djam kini juga kerap mengisi hari-harinya dengan Tarkam. Dari penulusuran penulis ada turnamen tarkam yang diikutinya mulai di wilayah Cikarang sampai saat berita ini ditulis ini sedang berlaga di Jambi.

Mantan pemain Persik Kediri Ronald Faqundez

Setelah keluar dari Persik Kediri, karier Ronald Faqundez memang bisa dikatakan terus alami kemunduran. Bahkan pasca dituduh ikut sepak bola gajah di laga PSS melawan PSIS, kariernya terlihat banyak di habiskan di turnamen antar kampung. Dari penelusuran penulis beberapa wilayah di Jawa Tengah menjadi tempatnya terjun di kompetisi tersebut.

Melansir laman Striker.id, baru-baru ini sosoknya terlihat nongol di kompetisi tarkam di wilayah Boyolali. Sebelumnya, aksinya juga sempat terlihat menjadi penghias di turnamen antar kampung di wilayah Dieng. Di sana selain tunjukkan skill, Faqundez juga buktikan belum sepenuhnya habis di sepak bola.

Penyerang haus goal kompetisi Indonesia Cristian Carasco

Mendengar Cristian Carasco kira-kira apa yang terlintas dalam benakmu? Yaa betul sekali topeng Spiderman. Seperti banyak diketahui mantan pemain Persebaya itu, memang selalu mengenakan topeng tokoh Marvel tersebut setelah mencetak gol. Aksi tersebut mungkin tidak akan banyak kita saksikan, tapi geliat-geliat di lapangan hijau masih terpantau ada di laga-laga tarkam.

Cristian Carasco [Sumber Gambar]
Carasco sendiri terlihat memulai menjejaki laga tarkam pada tahun 2015, ketika kompetisi bola nasional mengalami pemberentian. Tapi sumber lain mengatakan kalau sosok 31 tahun itu sudah berlaga di turnamen tersebut sejak tahun 2011, kala gajinya mengalami keterlambatan pembayaran. Saat demi tetap menyambung hidup Carasco terus lakukan laga-laga tarkam.

Mantan pemain bertahan handal Persib Patricio Jimenez

Masih terkait pesepakbola asing berlaga di turnamen antar kampung. Nama Patricio Jimenez menjadi pesepakbola impor yang kerap terjun di kompetisi bola pelosok daerah tersebut. Salah satu turnamen yang sempat diikuti Patricio adalah Liga Ramadhan di Makasar. Tidak itu saja, laga-laga Tarkam di wilayah perbatasan Kediri dengan Blitar, juga menjadi tempatnya mencari uang dari ajang tersebut.

Patricio Jimenz [Sumber Gambar]

Selama bermain di kompetisi nasional pemain yang telah menjadi mualaf tersebut terkenal dengan tendangan penalti tutup matanya. Dan dalam kariernya di sepak bola Indonesia, ada 10 klub sempat diperkuatnya. Dimulai Semen Padang tahun 2004 lalu diakhiri pada 2014 di kesebelasan Persikad Depok.

BACA JUGA:Dari Cedera Hingga Kematian, Beginilah Bahayanya Bermain Tarkam untuk Pesepakbola

Kisah-kisah tadi adalah bukti jika meski sekelas turnamen di pelosok daerah, tarkam tetap menjadi ajang sepak bola banyak peminatnya. Tak ayal, meski kompetisi sedang vakum, istirahat atau di hukum FIFA mereka tetaplah terus berdenyut.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Uki Noah Memutuskan Hijrah, Benarkah Sempat Galau Karena Profesinya Sebagi Musisi?

Mengapa Bule Selalu Menjadi Sosok Istimewa? Padahal Mereka Kadang Juga Bukan Siapa-siapa