Setelah Ahmad Bustomi, Beny Wahyudi, atau Arif Suyono, kini giliran Dedik Setiawan menjadi punggawa Timnas asal Bumi Singo Edan. Hal tersebut seperti menunjukkan kalau punggawa Arema selalu memiliki kualitas yang bagus hingga layak berseragam Tim Merah Putih. Tapi, terlepas dari hal tersebut pemanggilan Dedik, tentu menjadi capaian yang besar untuknya.

Malahan bila melihat statusnya beberapa waktu lalu yang hanya pemain ‘pelosok’ Malang apa yang diperolehnya adalah prestasi yang sensasional. Meski belum tentu mendapatkan banyak menit bermain nanti, namun loncatan kaiernya yang gemilang ini patut untuk diberikan diapresiasi setinggi-tinginya. Dan berikut perjalanan kerier Dedik dari hanya raja tarkam sampai masuk ke skuad Garuda untuk AFF Suzuki Cup 2018.

SSB Sinar Emas menjadi awal mula karier Dedik kecil

Dedik Persekam Metro Fc [Sumber Gambar]
Seperti halnya pemain berbakat lain yang mengawali karier di sebuah sekolah sepak bola (SSB), Dedik kecil juga memulai semua di tempat tersebut. Dirinya berlatih di salah satu SSB di Malang bernama Sinar Emas. Bakatnya yang terus berkembang mengantarkan pemuda 24 tahun ini masuk Persekam Metro Fc Junior . Kemampuannya yang terus berkembang mengantarkan Dedik untuk masuk ke tim Porprov Kabupaten Malang. Membela tanah kelahirannya, pria berjuluk Drogba ini sukses membantu tim tersebut juara Porprov Banyuwangi tahun 2013. Capaian yang juga mengantarkan ke PON Jatim lalu memperkuat Persekam Metro FC untuk jalani karier profesional pertama.

Arema membuat Dedik semakin berkembanng

Dedik Arema [Sumber Gambar]
Cerita manis pemain kerap dijuluki Didier Drogba ini berlanjut ketika ia memutuskan untuk hijrah dari tim pertama tadi. Bergabung di Arema tahun 2016 bakat perlahan namun pasti terus berkembang. Meski di awal bergabung ia kesulitan untuk bersaing dengan penyerang top Singo Edan. Tapi, penantian dan kerja keras yang tidak pernah putus akhirnya mengantarkan pria bernomor punggung 11 ini menjadi pilihan utama Tim Arema seperti sekarang. Di bawah arahan Milan Petrovic, Dedik bisa dikatakan semakin moncer dengan beberapa gol yang telah dibuatnya di kompetisi Liga 1. Terakhir pemain ini menciptakan gol adalah ketika Arema berjumpa PSMS Medan.

Mencatatkan debut Timnas dengan hasil memuaskan

Dedik Timnas Indonesia [Sumber Gambar]
Perjalanan Dedik akhirnya mencapai puncaknya ketika ia sukses mendapatkan panggilan untuk berseragam Timnas. Ketika itu ia mengisi pos penyerangan Tim Merah Putih saat akan berujicoba dengan Mauritius. Kendati tidak mendapatkan banyak bermain di laga debutnya, namun pemuda 24 tahun sukses bantu Indonesia meraih kemenangan. Setelah laga tersebut, Dedik kembali dipanggil lagi untuk membela Timnas hingga AFF 2018 saat ini. Bila melihat penampilannya selama ini keunggulan Dedik terletak pada kecepatan. Sebuah kelebihan yang bisa memberikan variasi penyerangan Tim Merah Putih.

Raja’ Tarkam di sejumlah wilayah Jawa Timur

Ilustrasi Dedik Tarkam [Sumber Gambar]
Sebagai pemain sepak bola perjalanan karier, pemain berperawakan kurus ini tidaklah bisa dilepaskan dari pertandingan antar kampung atau Tarkam. Dilansir laman Bolasport.com, sebelum direkrut Arema FC, Dedik sering malang-melintang di turnamen-turnamen tarkam di seantero Jawa Timur. Bisa dikatakan saat liburan jadwalnya untuk bermain di kompetisi tersebut amatlah banyak. Kondisi yang wajar, lantaran hal tersebut kini sudah menjadi budaya pemain profesional saat jeda kompetisi.

Apa yang diperoleh Dedik adalah bukti kalau disetiap kerja keras pemain akan ada hasil bagus yang siap menanti. Berkaca dari perjalanan pemain asal Dampit tersebut, besar harapan kalau para pemain-pemain muda Indonesia tidak lelah untuk bekerja keras. Agar capaian bagus pria 24 tahun itu juga dirasakan mereka. Semangat Garuda Indonesia-ku.