Beberapa tahun ke belakang, fenomena pemain imigran mengisi skuad Timnas-timnas di Eropa pastinya bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Bahkan tak jarang mereka sengaja diambil untuk memperkuat sepak bola beberapa negara di Benua Biru. Namun, selain alasan tersebut konflik di tanah kelahirannya menjadi penyebab mereka hijrah ke negara baru.

Meski kepindahan mereka kerap mendapat perlakuan keras (rasisme dan diskriminasi), tapi tidak sedikit dari para pemain ‘pengungsi’ tersebut tubuh jadi aktor lapangan hebat. Malahan, juga ada beberapa memberikan sumbangsih atau jadi pahlawan tanah barunya. Dan berikut deretan pesepakbola imigran yang sukses besar dengan negara barunya.

Pelatih Real Madrid, imigran Al Jazair yang punya segudang prestasi

Berbicara tentang pesepakbola berdarah imigran sukses, tentu akan berdosa bila tidak menyebut sosok ini. Yaa, seperti telah banyak diketahui sebagai seorang pengungsi dari tanah Al Jazair, nahkoda Real Madrid Zinedine Zidane merupakan aktor lapangan jempolan.

Juara Champion [Sumber Gambar]
Memulai karier di kompetisi Prancis, bakat melejit dengan merengkuh banyak trofi bersama tim-tim elite Eropa seperti Juventus dan Real Madrid. Bahkan bila dilihat catatan trofi-nya, pria berkebangsaan Prancis ini sudah merasakan semua trofi bergengsi yang ada di dunia, mulai Liga Champions, Piala Dunia, Piala Eropa, hingga Piala di Seri A Italia dan La liga Spanyol.

Mantan Barcelona Zlatan Ibrahimovic jadi pemain imigran sukses

Sama dengan seorang Zidane tadi, Zlatan Ibrahimovic juga merupakan pesepakbola sukses berlatarbelakang imigran. Mantan punggawa Barcelona ini memiliki ayah berasal dari Bosnia dan ibu Kroasia. Ketika Ibra kecil kedua orangtuanya itu berimigrasi ke Swedia. Negara yang mana Timnasnya terus dibela hingga tahun 2016.

Zlatan menang FA Cup [Sumber Gambar]
Layaknya nama pertama tadi, Ibrahimovic bisa dikatakan bukanlah aktor lapangan hijau yang minim prestasi. Dalam sejarahnya klub yang dibelanya selalu sukses dibantu meriah gelar juara. Mulai dari Ajax juara Liga Belanda, Juventus, AC Milan, dan Inter Milan Seria A, PSG merajai kompetisi Prancis, hingga Manchester United meraih UEFA Cup dan FA.

Romelu Lukaku jadi imigran Kongo bantu Belgia raih juara ke 3 Piala Dunia

Sebagai seorang imigran Kongo yang membela Belgia, mungkin perjalanan seorang Romelu Lukaku tidaklah selalu berjalan mulus dan baik. Pasalnya, ungkap Lukaku ketika dirinya kalah, mantan pemain Everton ini tidak diakui sebagai warga Belgia, tapi ketika menang ia disanjung-sanjung.

Aksi Lukaku [Sumber Gambar]
Meski merasakan perilaku tidak baik, namun kisah di lapangan hijau bisa dibilang sangatlah baik. Selain sukses membantu Belgia merasakan gelar juara ke tiga Piala Dunia 2018, pesepakbola berperawakan besar ini juga punya karier positif di Liga Inggris. Di mana berhasil menceploskan 100 gol di usia yang masih 25 tahun.

Imigran Mali N’Golo Kante bantu klub dibelanya raih gelar juara

Setali dengan tiga nama tadi, N’Golo Kante juga seorang pengungsi yang mampu sukses di negara barunya. Bahkan dengan bantuannya, kebangsaan barunya yakni Prancis sukses dibantu merasakan trofi Piala Dunia lagi. Tidak hanya itu hampir semua tim yang diperkuatnya berhasil diantarnya meraih gelar.

N’Golo Kante [Sumber Gambar]
Mulai dari Leicester City rengkuh Liga Inggris, lalu klub asal London Chelsea dibantu Kante merasakan trofi liga dan FA Cup. Kante sendiri merupakan pesepakbola berlatarbelakang pengungsi dari Mali. Di mana orang tuanya hijrah dari Afrika Barat ke Prancis pada tahun 1980-an. Dan sejak kecil tumbuh di sebuah flat kecil di Rueil Malmaison, daerah sub-urban kecil dan padat di kota Paris.

BACA JUGA: Pemain-pemain Muslim yang Sukses Menjuarai Kompetisi Sepak Bola Tertua Dunia

Selain berprestasi, nama-nama tadi juga mengajarkan sebuah ketulusan yang besar. Di mana meski bukan tanah kelahirannya, mereka selalu tampil all out untuk negara barunya. Besar harapan ke depan nama-nama tadi tidak lagi mendapatkan diskriminasi dan rasisme dari penduduk asli negara yang dibelanya.