in

Masih Ingat Michael Schumacher? Beginilah Kabar Sang Maestro F1 Setelah Alami Koma Panjang

Bila dibanding dengan sepak bola, bulutangkis, atau voli, ajang Formula 1 (F1) bisa dikatakan popularitasnya di Indonesia sangatlah jauh lebih rendah. Hal ini tentu bukan tanpa sebab, pasalnya, memang tidak banyak orang Indonesia mampu berlaga di sana dan balapan jet darat itu jarang ada di tanah air. Meski begitu, untuk beberapa orang ternyata nama-nama atlet yang berlaga di sana bukan menjadi sosok asing untuk mereka.

Seperti contohnya ketiga teman saya dan banyak lagi orang yang saat temui, ternyata diam-diam mengetahui siapa itu Michael Schumacher. Kendati bukan sebuah hal mengejutkan atlet itu diketahui, namun agaknya jadi bukti kalau popularitas sang maestro balap sudah menyebar kemana-mana. Ngomong-ngomong soal Schumi, sakit yang dialaminya kini tengah alami beberapa perkembangan positif. Salah satunya adalah telah diklaim tidak lagi gunakan life support. Dan berikut beberapa kabar lain tentang dirinya.

Sang Maestro balap dirawat kediaman mewah milikinya di daerah Swiss

Pasca alami koma panjang, arus informasi tentang kabar Schumi bisa dikatakan amatlah minim. Keluarga besarnya seperti menjaga betul privasinya saat ini. Meski minim berita tentangnya, tapi dikabarkan saat ini pembalap asal Jerman itu tidak dirawat di rumah sakit, melainkan pemenang 7 gelar F1 ini kini tengah jalani pengobatan ‘rumahan’.

Tempat Michael Schumacher dirawat [Sumber Gambar]
Dilansir laman Detik.com, Schumacher jalani perawatan intensif di masion mewah miliknya di Jenewa Swiss. Kabarnya kediamannya yang berada di tepi danau tersebut memiliki harga sebesar 915 miliar. Usut punya usut, perawatan Michael Schumacher kini tengah menghabiskan dana sekitar 50 ribu pound atau Rp 915 juta per pekan.

Beberapa bulan lalu tengah rayakan ulang tahun ke 50

Masih terkait kabar pembalap Ferarri tersebut. Beberapa bulan lalu ternyata dirinya tengah rayakan ulang tahun. Terjadi pada Kamis,3 Januari 2019, saat ini usia pembalap beperawakan tinggi besar tersebut menyentuh angka 50. Usia yang tentunya tidak muda lagi untuk seorang atlet yang berkecimpung di dunia balap.

Pendukung Michael Schumacher [Sumber Gambar]

Di umur mencapai segitu, ternyata bila dilihat-lihat lagi seorang Schumacher adalah pembalap yang sukses catatan prestasi moncer di atas lintasan. Seperti diungkap tadi, ia adalah aktor olahraga ini yang sudah mempunyai 7 gelar dunia. Lalu, juga sempat ciptakan rekor untuknya yaitu juara 13 kali beruntun. Selain itu, juga sempat dianugerahi Milliyet Sports Award for World Athlete of the Year di tahun 2003, 2004, dan 2005.

Tengah meluncurkan museum virtual dan terus mendapatkan perawatan terbaik

Kalau mungutip dari surat terbuka yang dikeluarkan keluarga pembalap 50 tahun tersebut beberapa bulan yang lalu, kini kekasih Corinna Betsch tengah jalani perawatan terbaik, dan beberapa pihak juga akan melakukan apa saja untuk menolongnya. Sedikit mengingatkan, Schumacher sendiri alami koma lantaran terjatuh saat lakukan olahraga sky beberapa tahun lalu. Ketika itu, ia alami cedera kepala parah setelah berbenturan dengan bebatuan.

Penampakan aplikasi museum Michael Schumacher [Sumber Gambar]
Kembali ke kabar legenda balap F1 tersebut. Selain hal tadi, disurat terbuka yang dikeluarkan keluarga besarnya juga mengabarkan jika kini sudah berdiri museum virtual, tentang sang maestro F1. Bekerja sama dengan Keep Fighting Foundation, museum berbentuk aplikasi digital akan menunjukkan kepada khalayak remai tentang masa-masa kejayaan seorang Schumacher di lintas balap.

BACA JUGA: Roller Coaster Ini Mampu Melesat Secepat Mobil Balap F1!

Begitulah sobat Boombastis secuil kabar dari seorang Michael Schumacher. Sembari kita menunggunya kembali dan bangkit lagi, yuk mari bersama kita mendoakan yang terbaik untuk pria 50 tahun itu. Selain itu, semoga ke depan ada banyak anak Indonesia yang mempunyai kemampuan balap layaknya Michael Schumacher.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Belajar dari Eka Hermawan, Seorang Kasir Minimarket Difabel yang Tak Pernah Malu akan Kondisinya

Maura Hingga Jadi Jablay, Begini Perjalanan Karier Titi Kamal di Jagat Perfilman Tanah Air