Di Indonesia, listrik adalah sumber kehidupan masyarakat yang mau tak mau harus ada dan terpenuhi. Walaupun begitu, nyatanya masih banyak sekali daerah yang letaknya terpencil kekurangan supply listrik. Jika pun ada, intensitas matinya lebih banyak daripada waktu menyala. Tentu hal tersebut menjadi sesuatu yang mengesalkan bukan, ya lagi enak-enak nonton tiba-tiba listrik mati.

Hal ini amat sangat berbeda dengan yang dialami oleh penduduk Jerman. Pemerintahnya rela membayar warga manapun yang mau memakai listrik, mengapa? Karena surplus listrik di negara ini luber-luber, Sahabat. Enak sekali bukan? Nah, kenikmatan tersebut tak lain didapat karena Jerman menerapkan beberapa hal berikut.

Pemerintah terapkan Energiewende, produksi listrik berbasis energi terbarukan

Energiewende di Jerman [Sumber gambar]
Kalau masalah teknologi memang tak perlu diragukan lagi, Jerman selalu menempati posisi depan. Salah satunya adalah upaya pemerintah dalam membangun teknologi bertajuk Energiewende, di mana berbagai elemen kehidupan seperti angin, air, matahari, hingga kayu, dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Solusi ini sudah diterapkan dari tahun 2010 lalu. Negara yang beribukota di Berlin ini untuk saat ini sudah memiliki 23 ribu turbin angin dan 1,4 juta sel surya untuk mewujudkan pemangkasan 40% polusi karbon di 2020 mendatang.

Memanfaatkan daur ulang energi panas

Energi panas laptop yang digunakan ulang [Sumber gambar]
Ternyata bukan sampah saja yang bisa didaur ulang, energi seperti panas pun bisa. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sistem Energiewende memanfaatkan bahan alam sebagai energi terbarukan, dalam hal ini kayu yang tak hanya menghasilkan listrik, tapi juga menghasilkan panas untuk pemanas ruangan dan air. Bahkan, ada sebuah perusahaan Cloud&Heat yang menampung panas yang dihasilkan oleh komputer dan laptop, nantinya energi panas tersebut disalurkan ke sistem pemanas yang nantinya digunakan untuk room heater/pemanas ruangan.

Kehadiran taman energi di Morbach juga membuat Jerman melimpah listrik

Taman energi Kota Morbach [Sumber gambar]
Sudah indah, instagramable, eh ternyata menjadi sumber kehidupan pula. Mungkin kata itulah yang cocok untuk mendefinisikan Kota Morbach. Kawasan yang dulunya merupakan bekas pangkalan angkatan udara Amerika Serikat ini disulap menjadi taman energi listrik. Di sini, terdapat tiga jenis pembangkit listrik terbarukan, yaitu 14 pembangkit listrik tenaga angin, kompleks panel surya seluas 4000 meter2, dan sebuah kompleks instalasi biogas. Keberadaan taman energi inilah membuat ketersediaan listrik di Jerman luber-luber.

Masyarakat sampai disogok pemerintah biar memakai listrik secara maksimal

Dibayar untuk menggunakan listrik [Sumbe rgambar]
Jika penduduk India dibayar mahal untuk memakai fasilitas toilet, sama halnya dengan warga Jerman yang dibayar oleh pemerintah untuk memakai tenaga listrik mereka. Hal ini sering sekali terjadi ketika Minggu pagi, di mana mungkin banyak warga yang menikmati hari libur dengan tanpa listrik. Sehingga pemerintah membayar mereka. Nah, mungkin ada pula Sahabat yang berfikir bahwa ‘mengapa sumber tenaganya tidak dimatikan saja?’ pasalnya, pembangkit listrik tersebut lebih murah saat dihidupkan dan digunakan masyarakat (walau hanya dengan menghidupkan lampu) saja ketimbang dimatikan dan restart ulang.

BACA JUGA: 5 Negara Besar ini Punya Kemajuan Teknologi Tercepat di Dunia

Namun, pembangkit listrik ini juga masih memiliki kekurangan kok. Untuk pembangkit yang menggunakan cahaya matahari, pembayarannya memang lebih mahal –meskipun cahayanya gratis. Sedangkan yang memanfaatkan tenaga angin juga banyak membunuh burung yang terbang di sekelilingnya. Nah, mungkin Indonesia bisa mengambil pelajaran dan terinspirasi dari hal yang dilakukan Jerman ini, kita lihat nanti ya!