Berbicara tentang proses penertiban lalu lintas kira-kira apa yang terlintas dalam pikiranmu?  Yaaa, betul sekali aksi Polisi yang melakukan proses penilangan terhadap pengendara yang nakal. Meski sebetulnya bertujuan baik, namun kegiatan tersebut kerap membuat pengguna jalan lalu lintas kalang kabut, layaknya penjual sate bertemu kuntilanak. Bahkan tidak jarang ada yang melakukan cara-cara kurang terpuji lantaran tidak mau ditilang.

Seperti kejadian baru-baru ini di wilayah BSD, Serpong Tangerang Selatan. Dimana lantaran tidak terima ditilang, seorang pria asal Lampung Utara yaitu Andri Saputra mengamuk dengan mencabik-cabik dan menghancurkan motor pacarnya, persis Hulk kala menghajar Loki. Apa yang terjadi di Tangsel tadi, bukanlah aksi heboh pertama yang pernah terjadi kegiatan tilangan Polisi. Sebelumnya juga ada aksi tidak kalah greget dari membanting motor, seperti di ulasan berikut ini.

Pria Bengkulu pura-pura kesurupan untuk terhindar polisi

Aksi tidak kalah heboh ketika kegiatan tilangan juga pernah dilakukan oleh pemuda asal Bengkulu bernama Iwan. Kalau Andri tadi gunakan cara menghancurkan motor saat ditilang, ia memilih pura-pura kesurupan saat kendaraan di tahan Polisi.

Dilansir dari akun Instagram @bengkulu_patuh, Iwan yang melanggar aturan berkendara dengan tidak membawa SIM dan STNK itu, praktekkan kesurupan dengan mengerang mengeluarkan suara aneh, dan sekali-kali terlihat meronta. Selain hal tersebut, kabarnya pemuda yang kala itu naik Vega R ini juga melepas selang bensin motor agar kendaraan tidak diangkut petugas. Ada-ada yaa sobat kebanyakan lihat acara uji nyali mungkin ya.

Tidak terima ditilang, emak-emak gigit Polisi

The power of emak-emak, mungkin menjadi kalimat tepat untuk menggambarkan aksi seorang perempuan paruh baya di daerah Kudus ketika ditikap saat penertiban lalu lintas. Lantaran, tidak terima ditilang petugas, ibu-ibu tersebut dengan berani lakukan aksi nekad dengan menggigit tangan petugas.

Dilansir dari Kumparan.com aksi emak-emak gigit petugas Polisi [Sumber Gambar]
Bahkan sebelum hal tersebut dilakukan, ia sempat menabrakkan kendaraannya kepada petugas lalu lintas. Dilansir Boombastis dari Kumparan.com, penyebab emak-emak tadi ditilang adalah dikarenakan dirinya tidak menggunakan helm. Tidak berhenti disitu saja, ibu-ibu tersebut juga diketahui membawa STNK.

Menolak ditilang, pengendara di Bogor pukul Polisi gunakan benda tumpul

Perilaku tidak kalah heboh lain saat kegiatan penertiban lalu lintas juga sempat terjadi di Bogor. Bahkan peristiwa yang berlangsung di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Tanah Sareal, Kota tersebut berujung pada pemukulan petugas. Dilansir dari Okezone.com, pelaku berinisial YD itu memukul Polisi dengan menggunakan kursi kayu.

Ilustrasi polisi dianiayaya [Sumber Gambar]

Usut punya usut, tindakan kelewat batas YD itu disebabkan oleh, ketidaksukaannya jika ada Polisi lakukan penertiban lalu lintas atau tilangan di wilayah kampungnya. Ketika berita ini ditulis, YD sudah berhasil diamankan pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perilakunya tersebut. Melihat hal tersebut agaknya menjadi Polisi bukan pekerjaan yang mudah.

Pengendara mobil nekad tabrak Polisi lantaran tidak mau ditilang

Selain aksi nekad YD tadi, pada bulan Desember tahun lalu di wilayah Jakarta Barat juga terjadi kekerasan terhadap Polisi, terkait kegiatan penertiban lalu lintas. Pria 27 berinisial RM yang nekad kabur saat ditilang tersebut menabrakkan kendaraan roda empatnya kepada petugas. Kejadian sontak membuatnya diamuk masa tersebut akhirnya berujung pada penahanan RM kini.

Polisi hentikan mobil [Sumber Gambar]
Kabarnya kejadian ini bermula ketika pengemudi melakukan pelanggaran lalu lintas dengan menerobos jalur bus Transjakarta dan lalu menabrak Polisi. Kejadian nahas ini pun membuatnya terancam beberapa hukuman berlapis lantaran melanggar lalu lintas dan nekad mencederai Polisi. Kalau tadi kebanyakan lihat acara uji nyali, mungkin RM keseringan bermain game GTA.

BACA JUGA: 10 Meme “Terperangkap Razia”, Jauh Lebih Pahit Ketimbang Ketemu Mantan di Jalan

Bagaimana sobat Boombastis tidak kalah greget bukan? Tapi, terlepas hal itu sebetulnya kita tidak perlu berlaku berlebihan kalau memang benar-benar salah. Toh, sudah jadi kewajiban untuk kita semua berperilaku tertib aturan saat di jalan. Kasus-kasus ini juga bisa jadi bahan masukan untuk para Polantas untuk ke depan bisa ciptakan suasana penertiban lalu lintas lebih luwes lagi, agar mereka yang salah tidak ketakutan dan berujung aksi kurang terpuji.