Melonjaknya tagihan listrik PLN beberapa waktu lalu memang sempat membuat heboh masyarakat. Dalam beberapa kasus yang ada, biaya yang harus dibayarkan mencapai berkali-kali lipat dari harga normal. Sebenarnya soal listrik, kita tak harus selalu bergantung kepada BUMN, karena ada banyak hal yang bisa dicoba sebagai alternatif.

Salah satunya adalah mencoba menggunakan panel tenaga surya (solar panel) yang lebih ramah lingkungan. Tak hanya menghasilkan energi listrik, penggunaan alat tersebut juga sebagai wujud kemandirian energi untuk memenuhi beberapa kebutuhan rumah tangga. Enaknya lagi, kita juga bisa membuat panel solar sederhana sendiri.

Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan

Siapkan bahan berupa lembaran tembaga mengkilat 1 lembar, 2 buah capit buaya, 1 buah micro ameter, 1 buah kompor listrik, 1 buah botol plastik bening yang dipotong bagian atasnya, 2 sendok makan (sdm) garam meja, 1 buah ampelas atau sikat kawat, 1 buah gunting, dan air secukupnya.

Ilustrasi lembaran panel surya [sumber gambar]
Langkah selanjutnya, potong kawat tembaga dengan ukuran yang sama persis dengan panjang panel pemanas yang ada dalam kompor listrik. Bersihkan tembaga dengan sikat kawat atau ampelas agar tidak ada kotoran bekas pemotongan yang tersisa, dan kemudian taruh diatas kompor listrik lalu bakar dengan voltase tertinggi selama 30 menit hingga menghitam.

Tahap-tahap pembuatan panel surya secara mandiri

Kedua, dinginkan tembaga yang menghitam selama 20 menit hingga lapisan oksida menyusut dan cuci dengan air yang mengalir. Usahakan agar lapisan oksida corpus tidak sampai rusak karena menjadi komponen utama untuk panel surya. Selanjutnya,  tekuk lembaran tembaga yang pertama dan kedua.

Ilustrasi tahap pembuatan panel surya [sumber gambar]
Kemudian masukkan tembaga pertama dan kedua ke dalam botol plastik dan usahakan agar jangan saling bersentuhan satu sama lain. Pasang capit buaya pada lembaran tembaga pertama dan kedua. Pasangkan kabel tembaga kedua ke terminal positif dan ke terminal negatif untuk kabel tembaga pertama yang telah dibakar di alat ammeter.

Uji panel surya di bawah sinar matahari

Ketiga, masukkan air garam yang telah dipanaskan kedalam botol dan usahakan tidak terlalu banyak agar tidak membasahi capit buaya yang digunakan. Air garam yang digunakan secukupnya agar tidak menenggelamkan plat tembaga yang telah direndam sebelumnya.

Ilustrasi pengujian panel tenaga surya [sumber gambar]
Keempat, panel tenaga surya sederhana siap diuji dengan cara diletakkan di bawah sinar matahari. Cari tau tenaga yang dihasilkan dengan menggunakan solar power meter atau alat uji lainnya, apakah panel surya yang telah dibuat bisa menghasilkan listrik lewat mekanisme photovoltaic (PV).

Energi alternatif yang memiliki banyak kelebihan

Tenaga listrik dengan menggunakan panel surya dinilai memiliki banyak kelebihan sebagai penghasil energi alternatif. Selain ramah lingkungan dan menjadi sumber cadangan listrik, panel surya juga mudah dari segi perawatan karena hanya perlu dibersihkan dari debu dengan menggunakan air atau sabun sesuai kebutuhan.

Ilustrasi panel tenaga surya [sumber gambar]
Jika tidak ingin repot, ada banyak penyedia panel tenaga surya dengan harga yang bervariasi di pasaran. Mulai dari yang berkisar jutaan hingga puluhan juta rupiah. Sekedar informasi, penggunaan panel surya di atap rumah telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No. 49/2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PT PLN (Persero).

BACA JUGA: Tanpa Harus Menunggu Pemerintah, 5 Energi Alternatif Ini Bisa Bikin Rakyat Indonesia Kaya Raya

Meski panel tenaga surya bisa menjadi energi listrik alternatif, keberadaannya belum bisa sepenuhnya untuk menggantikan saluran dari PLN. Jadi penggunaannya lebih diarahkan sebagai reserve power (tenaga cadangan)  bagi sumber listrik utama. Namun setidaknya bisa jadi alternatif masa depan, di mana mungkin kita bisa mandiri secara energi, dan tentunya tidak bayar mahal lagi.