Keberadaan makhluk-makhluk aneh yang diselubungi oleh berbagai mitos memang membuat penasaran siapa saja. Tak terkecuali di era modern seperti saat ini, ada banyak penelitian dilakukan demi menguak misteri yang ada. Seperti keberadaan burung raksasa yang bernama Argentavis.

Sesuai dengan namanya, hewan ini hidup di daerah Argentina dan wilayah Amerika Selatan. Keberadaan Argentavis juga kerap dikaitkan dengan sosok Thunderbird, yakni elang raksasa yang dipercaya oleh Suku Indian dengan kemampuan mengeluarkan gemuruh seperti petir saat mengibaskan sayap raksasanya. Penasaran? Simak ulasan Boombastis berikut ini.

Punya ukuran tubuh raksasa dengan rentang sayap yang luar biasa

Rasio perbandingan Argentavis dengan pesawat Cessna 152 [sumber gambar]
Enam juta tahun yang lalu, langit Argentina adalah rumah bagi predator yang menakutkan lantaran didominasi oleh Argentavis. Burung terbesar dengan nama latin Argentavis magnificens itu memiliki berat 70 kilogram dengan lebar sayap 7 meter. Jika direntangkan, ukurannya hampir menyamai sayap pesawat ringan Cessna 152 yang mencapai 10,1 meter. Pada masanya, Argentavis disebut juga sebagai Teratorn alias ‘monster burung’.

Predator raksasa yang justru tidak bisa terbang layaknya burung secara umum

Ilustrasi Argentavis magnificients [sumber gambar]
Peneliti Sankar Chatterjee dari Museum of Texas Tech University mengungkapkan burung raksasa ini tidak bisa terbang dengan sempurna. Untuk mengangkasa, Argentavis memanfaatkan udara yang naik dan membiarkan tubuhnya bekerja seperti sebuah glider yang terdorong oleh angin. Dengan cara inilah burung raksasa ini bisa terbang.

Cara Argentavis mengendalikan udara agar tetap mengangkasa

Ilustrasi Argentavis yang mengudara [sumber gambar]
Peneliti seperti Chatterjee percaya, bahwa Argentavis tetap harus mengendalikan tubuhnya selama berada di udara. Caranya adalah dengan tetap menggunakan arus udara ke atas yang dihasilkan oleh angin, di mana kolom udara panas yang semakin meninggi membuat Argentavis bisa tetap melayang dan menambah ketinggiannya. Chatterjee juga menghitung kecepatan tertinggi yang dicapai oleh burung raksasa tersebut yakni sekitar 70 kilometer per jam.

Dianggap telah punah sejak 10 ribu tahun yang lalu

Fosil yang dipercaya sebagai Argentavis [sumber gambar]
Argentavis diperkirakan mulai punah sekitar 10 ribu tahun lalu, seperti yang dikutip dari situs Birds.cornell.edu. Pada saat itu, hampir sebagian besar hewan terbesar di wilayah Amerika juga mulai punah secara perlahan. Penyebab punahnya Argentavis pun belum diketahui secara pasti dan masih menyisakan misteri hingga saat ini.

Dikaitkan dengan mitos burung Indian yang kepakan sayapnya bisa menghasilkan suara gemuruh

Tugu berbentuk burung Thunderbird yang disakralkan oleh Suku Indian [sumber gambar]
Keberadaan Argentavis sebagai burung raksasa juga kerap dikaitkan dengan sosok Thunderbird, di mana mitologi Suku Indian percaya bahwa hewan tersebut mampu mendatangkan petir dan hujan lebat. Penamaan yang berarti ‘burung petir’ tersebut, merujuk pada kepakan sayapnya yang panjang dan besar dan dipercaya menghasilkan suara keras. Filosofinya sama dengan petir dan hujan yang didahului suara seperti gemuruh di langit.

BACA JUGA: 4 Fakta Thunderbird, Burung Raksasa Purba yang Dipercaya Masih Hidup Hingga Sekarang

Keberadaan Argentavis kini hanya menyisakan fosil yang menjadi obyek penelitian ilmuwan modern. Terutama cara terbangnya hingga mempertahankan posisi saat mengudara. Sebagai salah satu predator pemangsa yang buas pada masanya, keberadaan Argentavis masih menyisakan misteri, terkait dengan kepunahan dan hubungannya dengan mitos suku Indian.