Sampai saat ini, asteroid tetap menjadi momok bagi orang-orang di seluruh dunia. Masalahnya, benda yang ada di langit satu ini sering kali tiba-tiba menghantam bumi. Ditambah lagi dengan ukurannya yang enggak santai. Ada yang seukuran lemari hingga Jam Big Ben. Jadi, hampir semua orang berpikiran kalau asteroid bisa memusnahkan manusia di seluruh dunia suatu saat nanti.

Mendengar pernyataan ini, beberapa peneliti merasa tidak setuju. Pasalnya, menurut mereka ada benda di dunia yang lebih membahayakan dan paling mungkin untuk memusnahkan kehidupan manusia. Adalah Yellowstone yang merupakan gunung berapi.

Kerap disebut dengan ‘supervolcano’

Sahabat Boombastis pernah mendengar istilah supervolcano? Nah, kalau belum tahu, penulis jelaskan dulu ya. Jadi, supervulcano merupakan gambaran letusan yang bisa menjerumuskan dunia ke dalam bencana. Selain itu, bisa juga membawa manusia ke ambang kepunahan.

Disebut sebagai supervolcano [Sumber Gambar]
Menurut beberapa peneliti, banyak gunung di dunia yang termasuk ke dalam supervolcano. Dan salah satunya adalah Yellowstone ini gengs. Dilansir dari viva.com, kalau gunung berapi satu ini meletus lagi ke depannya, maka dunia bisa hancur berkeping-keping.

Begini tanda-tanda sebelum Yellowstone bangun dari tidurnya

Sebelum kita beralih ke efek dari letusan Yellowstone, tengok dulu tanda-tandanya sebelum ia meledak. Seorang Koordinator Program Bahaya Survei Geologi Amerika Serikat, John Eichelberger mengatakan jika gunung berapi satu ini akan memberikan peringatan sebelum bangun dari tidurnya. Biasanya cirinya akan muncul beberapa minggu sebelumnya.

Gempa di bawah gunung [Sumber Gambar]
Diwartakan oleh Life’s Little Mysteries, tanda-tanda yang kemungkinan besar terjadi untuk pertama kali adalah gempa kecil di bawah gunung. Nah, jika gempa terjadi akan berpengaruh kepada emisi panas dan gas dari gunung berapi yang bakal meningkat. Lalu, ciri selanjutnya adalah magma akan naik ke permukaan dan menyebabkan batu padat pecah. Hal ini akan mengakibatkan permukaan tanah di sekitar gunung terdorong naik.

Jika benar-benar meletus, inilah yang terjadi

Setelah ciri-ciri di atas terjadi, maka gunung bisa meletus sewaktu-waktu dalam waktu dekat. Dijelaskan oleh Ilmuwan Observatorium Yellowstone Volcano, Dr. Michael Poland jika gunung akan mengeluarkan abu dan lahar yang menembak ke atas sampai ke ketinggian 16 mil. Dan itu bisa bertahan selama berhari-hari sehingga menghasilkan aliran piroklastik. Apabila aliran satu ini mengenai siapa pun, mereka akan mati dalam hitungan detik.

Mengeluarkan aliran piroklastik yang bisa mematikan manusia [Sumber Gambar]
Selain itu, dampak lainnya yang akan diterima adalah abu yang kemungkinan besar menggelapkan langit dan mendinginkan daerah. Dinukil dari iflscience.com, abu yang sudah tercampur dengan belerang akan menghambat matahari bersinar serta suhu turun beberapa derajat. Seramnya lagi, dampak seperti ini tidak diketahui kapan berakhirnya.

NASA tak tinggal diam, pihaknya berusaha mendinginkan gunung berapi satu ini

Efek Yellowstone yang bisa mematikan peradaban manusia, membuat NASA mencari solusi untuk mengatasi ini semua. Melansir dari liputan6.com, NASA berinisiatif untuk membor 10 km ke dalam supervolcano tersebut. Selanjutnya, tim NASA juga akan memompa air dingin ke dalam Yellowstone. Cara ini diyakini secara perlahan bisa menurunkan suhu gunung.

NASA akan bor gunung sedalam 10 km [Sumber Gambar]
Tapi sayang seribu sayang nih, untuk menerapkan cara ini dibutuhkan biaya sebesar US$ 3,46 miliar. Namun, pihak NASA terus mencari bagaimana caranya supaya trik di atas bisa dilakukan. Pasalnya, biaya tersebut sepadan dengan jumlah nyawa yang akan diselamatkan dengan cara satu ini.

BACA JUGA : Taal, Gunung Berapi Terkecil yang Ledakannya Mampu Melumpuhkan Jagad

Yellowstone yang kini tengah terlelap tidak pernah diketahui kapan ia terbangun. Namun yang jelas, kita tidak bisa menyalahkan siapapun jika sewaktu-waktu ia meledak. Sebab, hal tersebut telah menjadi takdir dari Yang Maha Kuasa. Hal yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah berdoa kepada Tuhan agar kita dilindungi dari letusan supervolcano dari Amerika tersebut.