Kasus Terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra yang kini masih berstatus buron rupa-rupanya menyeret salah seorang perwira tinggi Polri, yakni Brigadir Jenderal (Pol) Prasetyo Utomo. Ia dikabarkan dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Bareskrim Polri.

Prasetyo Utomo pun dimutasi menjadi Perwira Tinggi (Pati) Yanma Mabes Polri, lewat surat Telegram (TR) Kapolri bernomor ST/1980/VII/KEP./2020 tertanggal 15 Juli 2020. Yanma atau Pelayanan Markas sendiri menjadi lokasi bagi para perwira yang dimutasi karena terlibat masalah atau kasus tertentu. Selengkapnya, simak ulasan Boombastis berikut ini.

Yanma memiliki beragam tugas sesuai peraturan yang berlaku di lingkungan Polri

Ilustrasi pemeliharaan dan perawatan kendaraan milik anggota Polri [sumber gambar]
Yanma sendiri merupakan unsur tugas yang melayani berbagai hal secara umum yang berada di bawah Kapolda. Tugas-tugas tersebut antara lain seperti pelayanan angkut personel, pemeliharaan fasilitas umum perkantoran, hingga perbaikan sarana angkutan di lingkungan Polda. Yanma sendiri dipimpin oleh Kayanma yang bertanggung jawab kepada Kapolda.

Mengatur urusan logistik hingga kebersihan fasilitas umum milik Polri

Ilustrasi anggota Polri [sumber gambar]
Yanma bertanggung jawab akan semua hal yang terkait dengan kinerja anggota Polri. Dilansir dari situs resmi Polda Sumatera Utara, sumut.polri.go.id, tugas mereka bahkan mencakup urusan logistik seperti menangani pengadministrasian, pelayanan penatausahaan, perencanaan program dan anggaran, hingga pembinaan. Dari sisi pemeliharaan fasilitas umum, tugasnya juga mencakup kebersihan di lingkungan Polda.

Jadi tempat mutasi bagi oknum perwira Polri yang tengah tersandung kasus

Ilustrasi anggota polisi [sumber gambar]
Yanma sendiri dikenal sebagai tempat mutasi bagi para perwira yang tengah menjalani pemeriksaan maupun tersandung sebuah kasus tertentu. Meski demikian, hal tersebut tidak sepenuhnya dipukul rata secara keseluruhan. Bagaimana pun juga, Yanma memiliki posisi yang penting di tubuh Polri.

Mereka yang dimutasi di Yanma karena tersandung kasus

AKBP Asep Darmawan dicopot dari jabatan Kapolres Kampar [sumber gambar]
Beberapa perwira polisi yang dimutasi ke Yanma, tercatat sempat memiliki masalah hingga akhirnya dipindahkan. Mulai dari Kasatlantas Polres Banyuwangi, AKP Supiyan, yang dimutasi sebagai Pama Yanma Polda Jatim, pada 2017 silam, AKBP Asep Darmawan yang dicopot dari jabatan Kapolres Kampar dan dimutasi sementara sebagai perwira Pelayanan Masyarakat (Yanma) di Mabes Polri, Jakarta, hingga Brigadir Jenderal (Pol) Prasetyo Utomo yang baru-baru ini jadi sorotan, terkait buronan Djoko Tjandra.

Brigadir Jenderal (Pol) Prasetyo Utomo yang akhirnya dimutasi sebagai perwira Yanma

Brigjen Prasetyo Utomo [sumber gambar]
Nama Brigadir Jenderal (Pol) Prasetyo Utomo tiba-tiba menjadi sorotan setelah adanya kabar dirinya dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri. Hal termuat dalam Surat Telegram Nomor: ST/1980/VII/KEP./2020 dan diteken As SDM Kapolri, Irjen Sutrisno Yudi Hermawan. Keputusan diambil lantaran sang Jenderal dianggap bertanggung jawab soal keluarnya surat jalan pada Djoko Tjandra yang tengah dicari oleh negara.

BACA JUGA: Kisah Pilu Saksi Pembunuhan Dianiaya Polisi, Mata Dilakban hingga Alami Kekerasan Fisik

Meski secara umum Yanma dikenal menjadi tempat para polisi yang tengah menunggu sidang atau menjalani pemeriksaan karena tersandung masalah, keberadaannya juga menjadi bagian penting bagi institusi Polri guna mendukung kinerja para anggotanya dalam menjalankan tugas secara profesional, baik terhadap negara maupun masyarakat.