Belum reda kekecewaan pihak Barat soal alih fungsi Hagia Sophia menjadi masjid, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali melontarkan pernyataan bahwa dirinya akan membebaskan Al Aqsa sebagai rencana berikutnya. Dirinya menyebut bahwa kebangkitan Hagia Sophia menjadi sebuah pertanda untuk membebaskan Al Aqsa.

Seperti yang terjadi saat ini, kawasan Al Aqsa masih berada di dalam pengawasan dan kontrol ketat pasukan Zionis Israel. Bagi kaum Yahudi, keberadaan Al Aqsa juga amat penting bagi mereka. Jelas hal ini tak mudah bagi Turki jika ingin membebaskan Al Aqsa seutuhnya. Selengkapnya, simak ulasan berikut ini.

Sama-sama dianggap penting oleh kaum Yahudi dan umat Muslim

Wilayah yang dianggap penting bagi Israel dan Palestina [sumber gambar]
Keberadaan Al Aqsa dianggap sangat penting baik oleh umat Muslim maupun kaum Yahudi. karena dianggap memiliki nilai spiritual dan historis yang tinggi. Kedua kelompok ini sama-sama memiliki argumen untuk bertahan di sana. Jika Turki secara sepihak menyerbu dan merebut Al Aqsa, tentu mereka akan berhadapan dengan kaum Yahudi dan tentara Zionis Israel.

Dijaga secara ketat oleh militer Israel karena dianggap sebagai bagian wilayahnya

Kawasan yang dijaga ketat oleh polisi dan militer Israel [sumber gambar]
Kompleks di sekitar Al Aqsa bisa dibilang telah dikuasai oleh pemerintah Israel. Lewat kepolisian dan dukungan militernya, mereka mendirikan kamp pengamanan untuk mengawasi setiap gerak-gerik masyarakat yang berkunjung ke sana. Terutama Muslim Palestina. Hal ini bahkan telah berlangsung sejak lama ketika Israel mulai mencaplok wilayah Palestina sedikit demi sedikit.

Kekuatan bersenjata militer Israel tidak mudah ditaklukkan

Ilustrasi Kepolisian Israel [sumber gsmbar]
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mungkin bisa saja optimis ingin membebaskan Al Aqsa setelah keberhasilannya mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Namun hal tersebut harus disertai oleh realitas bahwa ada Israel yang telah bercokol di sana. Negara Zionis itu juga punya nilai tawar yang tinggi jika Turki memilih opsi militer.

Bakal memicu pertempuran yang melibatkan banyak negara

Pasukan Israel di halaman Al Aqsa [sumber gambar]
Jika Turki tetap nekat merebut atau membebaskan Al Aqsa dari tangan Israel, dikhawatirkan dapat memicu peperangan dengan negara lain yang pro dengan negara Zionis tersebut. Terutama Amerika Serikat yang selama ini menjadi sekutu terdekatnya. Gabungan militer antara AS dan Israel bakal sulit dihadapi oleh Turki tanpa bantuan sekutu-sekutunya.

Turki bakal dikecam oleh negara-negara Barat

Presiden Erdogan saat berada di forum PBB sambil membawa peta Palestina [sumber gambar]
Jika pengalihan Hagia Sophia menjadi masjid saja banyak dikecam negara-negara Uni Eropa dan institusi kekristenan dunia, langkah Turki yang menargetkan Al Aqsa sebagai rencana berikutnya itu jelas bakal mengundang tekanan dari pihak Barat. Terutama mereka yang tergabung dengan PBB. Beragam sanksi bakal dijatuhkan kepada Turki karena dianggap menyulut konflik dengan menargetkan Al Aqsa sebagai targetnya.

BACA JUGA: Menilik Wilayah Tepi Barat yang Bikin Rakyat Palestina ‘Berdarah-darah’ Melawan Israel

Untuk sekarang bisa dikatakan mustahil bagi Erdogan jikalau ingin merebut Al Aqsa. Di samping masuk daerah kekuasaan Israel, wacana tersebut jelas akan membuat banyak negara terlibat. Bahkan bisa-bisa memicu perang yang besar.