Mendengar nama Papua, bayangkan kita pasti akan tertuju pada peristiwa kerusuhan yang sempat terjadi beberapa waktu yang lalu. Mulai dari aksi berbau rasisme, pembakaran gedung DPR, hingga serangkaian kejadian tidak mengenakkan lainnya, seolah menjadi pemandangan lumrah di bumi Cendrawasih.

Padahal, Papua sedari dulu hingga saat ini menjadi salah satu bagian NKRI yang berjasa besar lewat kiprah masyarakatnya di berbagai bidang. Salah satunya di ranah politik, pertahanan hingga para pejuang yang turut membantu kemerdekaan Indonesia atas Belanda.

Frans Kaisiepo jadi Pahlawan Nasional Indonesia yang asli Papua

Sosok Frans Kaisiep yang berjasa untuk Indonesia [sumber gambar]

Lahir di Pulau Biak, 10 Oktober 1921, Frans Kaisiepo merupakan delegasi Indonesia asli Papua yang turut menyaksikan ratifikasi hasil Pepera di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada 1962 silam. Atas jasa-jasanya, pemerintah Indonesia menyematkan status pahlawan nasional pada 1993 dan namanya diabadikan menjadi salah satu kapal perang TNI AL, KRI Frans Kaisiepo (bernomor seri 368). Selain itu, Frans juga diangkat sebagai Gubernur Irian Barat periode 1964-1973

Johannes Abraham Dimara yang berjasa menyatukan Irian Barat ke dalam NKRI

Johannes Abraham Dimara [sumber gambar]

Selain sosok Frans Kaisiepo, ada pula nama Johannes Abraham Dimara yang juga merupakan sosok pahlawan bagi Indonesia. Kiprahnya dimulai sebagai serdadu anggota Heiho dan pembantu Kempeitai saat Jepang masuk ke Indonesia pada 1942. Nama dan jasa pria kelahiran Biak Utara, pada 14 April 1916 terus diingat karena kegigihanya berjuang untuk Irian Barat sebagai Ketua Umum Gerakan Cenderawih Revolusioner Irian Barat (GCRIB).

Michael Manufandu yang menjadi Duta Besar Indonesia di luar negeri

Michael Manufandu yang pernah menjabat sebagai Dubes Indonesia di Kolombia [sumber gambar]

Sebagai tokoh senior dalam pemerintahan Papua, sosok Michael Manufandu merupakan orang asli dari bumi cendrawasih yang pernah dipercayakan menjadi Dubes RI untuk Negara Kolombia. Saat Papua tengah dirundung kerusuhan beberapa waktu lalu, ia juga menyuarakan kepeduliannya atas peristiwa yang ada. Menurut Michael, saat ini dibutuhkan kepemimpinan yang baik di provinsi, kabupaten dan kota untuk menangani persoalan di Papua. “Saat ini, yang dibutuhkan adalah leadership yang baik pada tingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” ujarnya yang dikutip dari Pos Papua.

Natalius Pigai berkiprah sebagai aktivis kemanusiaan dan Anggota Komnas HAM

Natalius Pigai aktivis kemanusiaan yang juga anggota Komnas HAM [sumber gambar]

Sosok Natalius Pigai memang kerap hadir menghiasi layar kaca. Sebagai aktivis kemanusiaan, tokoh kelahiran Kabupaten Paniai, 28 Juni 1975 itu memang sempat berada di dalam forum-forum diskusi. Yang terbaru, ia diirinya dikabarkan menjadi calon pimpinan (capim) KPK yang tidak lulus secara administrasi oleh Pansel Capim KPK. Padahal, dirinya memiliki track record sebagai komisioner Komnas HAM yang notabene memiliki integritas. Dari sisi akademis, Natalius merupakan Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.I.P.) dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” (STPMD “APMD”) Yogyakarta pada 1999.

Mayjen TNI Herman Asaribab yang diangkat menjadi Pangdam Cenderawasih

Mayjen TNI Herman Asaribab (tengah) yang diangkat sebagai Pangdam Cenderawasih [sumber gambar]

Nama Mayjen TNI Herman Asaribab menjadi perbincangan setelah ditunjuk secara resmi sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih, berdasarkan surat keputusan 30 Agustus 2019. Tak hanya itu, Penunjukan ini sekaligus membatalkan keputusan rotasi mutasi jabatan Pangdam Cenderawasih terhadap Mayjen TNI Joppye Onesimu Wayangkau pada 14 Agustus lalu. “Rotasi dan mutasi ini untuk meningkatkan efektivitas pendekatan kultural dalam rangka menyelesaikan masalah Papua secara menyeluruh,” ujar Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayor Jenderal Sisriadi yang dikutip dari CNN Indonesia.

BACA JUGA: Direkrut NASA Hingga Jadi Pilot, Putra Putri Papua Ini Berhasil Harumkan Nama Daerahnya

Para pejabat di atas, membuktikan bahwa Papua juga memiliki tokoh atau figur yang pengaruhnya dirasakan oleh Indonesia hingga saat ini. Lewat kiprah yang dilakukan, nama mereka tercatat dalam sejarah sebagai pejuang di bidangnya masing-masing. Kalau mereka mampu, kita juga harus bisa ya Sahabat Boombastis.