Konflik antara Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) beberapa waktu terakhir, membuat pulau cendrawasih itu menjadi sorotan di dalam maupun luar negeri. Meski kerap dipandang sebagai wilayah tertinggal dan rawan tindak kekerasan, ternyata Papua mampu menunjukkan dirinya sebagai gudangnya anak-anak berprestasi. Tak hanya di tingkat lokal, tapi juga hingga ke luar negeri.

Salah satunya adalah sosok Vanda Astri Korisano dan Martha Itaar, yang berhasil menjadi pilot wanita pertama yang direkrut oleh maskapai Garuda Indonesia. Tak hanya mereka berdua, sejumlah anak-anak Papua lainnya juga turut menyumbangkan prestasinya dan berhasil mengharumkan nama daerah. Tercatat, kiprah mereka rata-rata diakui oleh dunia internasional.

Dua putri Papua direkrut menjadi pilot maskapai Garuda Indonesia

Lulusan sekolah pilot Selandia Baru yang direkrut Garuda Indonesia [sumber gambar]
Papua patut berbangga. Kedua putri mereka, Vanda Astri Korisano dan Martha Itaar, berhasil direkrut menjadi pilot maskapai Garuda Indonesia. Dilansir dari Kompas, baik Vanda maupun Martha yang merupakan lulusan Nelson Aviation College, Selandia Baru itu bisa bergabung di maskapai milik negara bukan melalui jalur khusus, melainkan karena keduanya memang berkompeten untuk menjadi pilot Garuda Indonesia.

Fisikawan George Saa yang mendunia

Nama Septinus George Saa dikenal hingga ke luar negeri [sumber gambar]
Nama Septinus George Saa sempat mengejutkan Indonesia atas keberhasilannya lomba First Step to Nobel Prize in Physics pada tahun 2004 silam. Lewat makalahnya yang berjudul, Infinite Triangle and Hexagonal Lattice Networks of Identical Resisto, siswa SMA Negeri 3 Jayapura, Papua itu berhasil memukau Indonesia dan dunia. Bahkan menurut Profesor Yohanes Surya, pakar fisika dan pelatih tim Olimpiade Fisika Indonesia, yang dikutip dari BBC menjelaskan, prestasi George ‘sangat spesial’ karena memiliki ketekunan dan inteligensi untuk memecahkan masalah.

Penelitian Bob dan Thinus yang di bawa oleh NASA

Selain George Saa, siswa berprestasi lainnya datang dari Bob Royend Sabatino Kaway dan Thinus Lamek Yewi. dua orang siswa SMA Advent Doyo Baru, kelas XII di Desa Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura itu, berhasil lolos dan masuk sebagai 20 tim peneliti muda Indonesia di Badan Antariska Amerika Serikat (NASA). Dilansir dari Boombastis, keduanya meneliti tentang kemungkinan padi yang bisa ditanam di luar angkasa.

Pakar matematika asal Nduga, Papua yang diundang Presiden Joko Widodo

Alvionita Kogoya saat bertmu dengan Presiden Joko Widodo [sumber gambar]
Sebagai peraih medali perunggu dalam World Mathematics Team Championship (WMTC) tahun 2014 yang digelar di China, Alvionita Kogoya menjadi salah satu sosok berprestasi yang diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Negara. Dilansir dari Detik, ia masih duduk di bangku SMP saat meraih medali perunggu di pentas internasional. Atas prestasinya tersebut, Alvionita mendapat kesempatan untuk bertemu dan berbincang-bincang dengan Presiden Joko Widodo.

Rudolf Surya Bonay yang berhasil raih penghargaan di Polandia

Sosok Rudolf Surya Bonay yang dikenal berprestasi [sumber gambar]
Sama seperti Septianus George Saa, pelajar Papua bernama Rudolf Surya Bonay ini juga berhasil meraih penghargaan bergengsi One Step to Nobel Prize! di Polandia. Bekerja keras melakukan penelitian selama tiga bulan, Rudolf menamakan makalah ilmiahnya Finding Photo Toxic Potential of Dilorophy on Natural Rarviciden and Bacteria Ociden, yang di dalamnya berisi tumbuhan berwarna hijau seperti daun pandan dan sidi yang banyak terdapat di Papua hasil temuannya yang bisa memutus mata rantai pengembangbiakan nyamuk malaria.

BACA JUGA: Mengenal Siswa Asal Papua yang Hasil Penelitian Ilmiahnya Dibawa Oleh NASA

Tak kalah dengan mereka yang tinggal di kota besar, para putra dan putri Papua ini berhasil menunjukkan prestasi di bidangnya masing-masing. Hal ini cukup menarik, mengingat Papua selama ini kerap dipandang sebagai wilayah jauh tertinggal di banding pulau lain di Indonesia. Semoga saja, pembangunan infrastruktur seperti pendidikan dan lainnya, bisa terlaksana dan sejajar dengan wilayah lain di Indonesia.