Kehidupan manusia yang diibaratkan seperti roda yang berputar, seakan menjadi misteri abadi yang hanya diketahui oleh sang pencipta. Pun pada soal pekerjaan atau karir di masa depan seorang manusia di masa depan, mereka hanya sebatas bisa berencana sebaik mungkin, namun Tuhan-lah yang memiliki kehendak mutlak.

Sama seperti para tokoh ternama di bawah ini. Siapa sangka jika para aktor dan pegiat seni layar kaca tersebut, dulunya merupakan seorang prajurit TNI sebelum berkecimpung di dunia entertain. Sebagai insan militer, tentu saja mereka sempat mencicipi pengalaman sebagai ‘mesin tempur’ yang membela NKRI di garda terdepan. Siapa sajakah mereka?

Amoroso katamsi yang berperan sebagai Soeharto di film Pengkhianatan G-30 S/PKI

Nama Amoro Katamsi melambung berkat kepiawaiannya memainkan peran sebagai Soeharto muda dalam film Pengkhianatan G30S/PKI pada 1982. Tak hanya itu, ia bahkan sempat menghabiskan waktu sehari penuh bersama Presiden ke-2 RI itu demi mendalami karakter yang ia bawakan.

Amoroso Katamsi yang merupakan Jenderal Angkatan Laut [sumber gambar]
Di luar film, Amoroso berprofesi sebagai Dokter sekaligus Tentara di satuan Angkatan Laut RI dengan pangkat. Laksamana Pertama (jenderal bintang satu). Aktor senior kelahiran 21 Oktober 1940 ini, juga sempat muncuk di film lainnya seperti Pasukan Berani Mati (1982), Serangan Fajar (1981), Djakarta 1966 dan Dibalik 1998 (2015).

Kris Biantoro yang sempat terjun dalam misi Trikora di era Orde Lama

Deretan film-film jadul seperti Si Manis Jembatan Ancol, Kuntilanak, Bajingan Tengik, Tiga Sekawan, hingga Kuda-Kuda Binal, telah membawa seorang Christoporus Soebiantoro atau dikenal sebagai Kris Biantoro memuncaki karir di dunia perfilman. Lelaki kelahiran 17 Maret 1938 tersebut, ternyata merupakan seorang mantan veteran kemerdekaan RI.

Kris Biantoro yang merupakan veteran RI [sumber gambar]
Dalam kiprahnya di belantika hiburan tanah air, Kris dikenal sebagai aktor film, penyanyi, hingga seorang Master of Ceremony (MC). Sebagai sosok kombatan di masa lalu, pria yang juga sempat menjadi staff di KBRI Australia ini juga turut berjuang di palagan Operasi Trikora di Irian Barat.

Aktor legendaris Kaharudin Syah yang tampil di sejumlah film era 70-an hingga 80-an

Sama seperti Amoroso katamsi, aktor senior Kaharudin Syah juga sempat memerankan sosok Soeharto dalam film Janur Kuning pada 1979. Dil luar profesinya sebagai aktor film, pria kelahiran Tebing Tinggi, 3 April 1942 ini merupakan perwira TNI AL dengan pangkat terakhir letnan kolonel.

Kaharudin Syah yang merupakan perwira TNI AL [sumber gambar]
Semasa berkiprah di dunia perfilman Indonesia, kaharudin dikenal sebagai aktor yang mendapatkan peran sebagai tokoh yang baik. Sejumlah film seperti Naga Bonar (1986), Segi Tiga Emas (1986), Catatan Si Boy (1987), Adikku Kekasihku (1989), Sesaat Dalam Pelukan (1989) disutradarai Sophan Sophiaan, Ruang (2006), Dunia Mereka (2006), dan Dalam Mihrab Cinta (2010), berhasil dibintanginya.

Tessy Srimulat yang menjadi mesin perang bagi satuan KKO TNI AL

Operasi Trikora memang menjadi peristiwa yang banyak dilalui oleh para anggota militer Indonesia di era 60-an. Salah satunya adalah Kabul Basuki alias Tessy Srimulat. Lebih dikenal sebagai pelawak unik bersama grup Srimulat, ia merupakan mantan anggota KKO (sekarang Korps Marinir) TNI Angkatan Laut.

Tessy Srimulat yang merupakan mantan KKO TNI AL [sumber gambar]
Dalam grup lawak Srimulat, pria kelahiran 31 Desember 1947 itu kerap berdandan sebagai perempuan dengan ciri khas cincin akik yang memenuhi jari-jari tangannya. Keputusan Tessy untuk terjun di dunia entertain, ternyata dilatarbelakangi oleh sang ibu yang tak setuju jika ia menjadi seorang tentara. Hingga akhirnya, ia memilih menanggalkan seragam dan menjajal profesi sebagai pelawak hingga saat ini.

BACA JUGA: Dikenal Sebagai Pak Harto 2, Kepergian Pria Ini Bikin Rakyat Indonesia Sangat Kehilangan

Tak ada yang menyangka, jika para aktor dan seniman senior di atas dulunya pernah menjadi anggota militer aktif. Beberapa bahkan sempat turun di medan laga Operasi Trikora yang begitu legendaris. Yang jelas, keberadaan mereka yang telah berjasa terhadap Indonesia, baik dari segi pengabdiannya sebagai tentara dan memperkaya khazanah perfilman dalam negeri, patut kita apresiasi.