Suka mencuri makanan sampai sabun, tikus udah lama jadi seteru abadi manusia. Bahkan bagi para petani binatang pengerat ini juga hama yang harus dibasmi lantaran berpotensi bikin gagal panen. Mungkin sebagian orang juga beranggapan kalau hewan berkantung tersebut nggak ada gunanya diciptakan selain hanya merusak. Padahal kalau dimanfaatkan bisa sangat membantu lho.
Eits, singkirkan jauh-jauh ide menjadikan hewan ini sebagai salah satu sumber makanan alternatif. Ada hal lain yang bisa dimanfaatkan dari tikus yakni penciumannya. Di Afrika, tikus-tikus dilatih untuk mendeteksi ranjau serta para penderita TBC. Keren kan?
Alih-alih jadi hama pengganggu, tikus di sini dianggap pahlawan karena udah menyelamatkan banyak nyawa. Seperti apa aksi tikus-tikus ini? Simak lewat ulasan berikut.
Sama seperti di belahan dunia mana pun, di Afrika awalnya tikus dianggap hama yang merusak sehingga harus dibasmi. Namun berkat penelitian yang dilakukan oleh APOPO, diketahui kalau hewan pengerat ini punya kelebihan unik yang bisa membawa manfaat besar. APOPO sendiri adalah organisasi pelatihan tikus profesional yang didirikan oleh Bart Weetjens asal Belgia.
Teori Bart pun diuji coba dengan membawa tikus-tikus yang udah terlatih tersebut ke Mozambique. Di negara ini udah banyak kasus fatal mengenai banyaknya ranjau darat yang mengenai warga. Para tikus terlatih ini pun melakukan tugasnya dan siapa yang menyangka kalau hasilnya luar biasa.
Selain tikus, anjing juga dikenal sebagai detektor ranjau yang paling umum. Namun kalau dibandingkan, keduanya terpaut cukup jauh nih. Dilihat dari sisi efisien waktu, tikus ini mampu menyisir daerah sekitar 200 meter luasnya hanya dengan 20 menit aja. Manusia dengan detektor ranjau atau anjing bakal makan waktu setidaknya 4 harian. Keren nggak tuh!
Selain dilihat dari biaya dan efisiensi waktu, ada berbagai hal lain yang membuat tikus jadi detektor ranjau paling sempurna. Salah satunya adalah berat tubuhnya yang sangat ringan. Yup, bobot yang nggak berat itu membuat tikus nggak bakal kenapa-kenapa ketika tanpa sengaja menginjak ranjau yang ditemukannya.
Nggak hanya untuk detektor ranjau, tikus juga sangat akurat mendeteksi korban TBC. Melalui berbagai pengujian di lab, bisa disimpulkan kalau hewan yang sebenarnya imut ini mampu mengenali korban TBC dengan sangat akurat.
Nggak nyangka banget, hewan pengganggu ini bisa sangat berguna kalau dilatih dengan baik. Fakta unik lainnya, sama sekali nggak susah untuk membuat seekor tikus menjadi sangat mahir. Berbekal fakta unik ini, mungkin kamu bakal langsung berburu tikus nih. Bukan untuk dibunuh, tapi dilatih biar pinter!
Delapan bulan lamanya keluarga Alvaro Kiano Nugroho (6) mencari anak sekaligus cucu tanpa kepastian jelas.…
Sedang ramai di Indonesia mengenai kasus korupsi yang menyeret nama Ira Puspadewi. Ia adalah mantan…
Di tengah gejolak politik terus menerus yang dipicu oleh presidennya, Amerika Serikat memberi kejutan baru…
Baru di Indonesia, ketika teror mengguncang sebuah institusi pendidikan. Di tengah-tengah pelaksanaan salat Jumat (7/11/2025)…
Ada yang terbang sampai lupa pulang. Seperti itulah harga emas akhir-akhir ini. Terus melambung tinggi…
Kabar gembira untuk warga Arab Saudi, atau mungkin Warga Negara Indonesia yang bermukim di sana.…