Pernah nggak sih kalian nonton FTV atau sinetron yang bertema azab-azaban? Kalau iya, barangkali kalian sempet ngerasa kalau ceritanya cukup lebay. Tapi toh, itu cuma hiburan. Eits, jangan buru-buru menyimpulkan kalau tayangan tersebut cuma sebatas tontonan. Sebab, dari sinema azab tersebut, sebenarnya ada hikmah yang bisa dipetik. Kalau kita peka, tayangan tersebut bisa buat pengingat kita, kalau karma itu memang ada.

Sebagai negara Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tentu kita sepenuhnya sadar kalau Tuhan itu tidak tidur. Setiap tindakan yang kita lakukan, baik itu besar atau kecil, akan menerima balasan. Sebagian kecil dari contoh tersebut adalah kisah dari seorang suami yang tewas saat berselingkuh dengan pemandu lagu asal Ngawi.

Pergi bareng, kecelakaan juga bareng

mobil ringsek [sumber gambar]
Diketahui, RP atau biasa dipanggil Rindu adalah seorang pemandu lagu asal Ngawi. Diketahui Rindu memang memiliki paras yang cantik hingga membuatnya sangat populer. Tak hanya sebagai pemandu lagu, Rindu juga seorang model. Sementara itu, Ragil merupakan kontraktor yang sudah beristri, namun menjalin hubungan khusus dengan Rindu. Saat kecelakaan terjadi, ternyata keduanya tengah pergi bersama. Rindu yang mengemudikan mobil. Namun justru terjadi kecelakaan tak terduga. Mobil Honda CRV tersebut terperosok dalam jurang 200 meter dekat Telaga Sarangan, Magetan.

Ragil tewas seketika

Korban bersama istri sah dan anak-anak [sumber gambar]
Kecelakaan tersebut membuat Ragil terlempar dari mobil dan langsung tewas seketika. Sementara itu, Rindu yang memegang kemudi masih selamat meski mengalami luka yang cukup serius. Ternyata, sehari sebelum kejadian tersebut terjadi, terungkap bahwa Tina Hayati marah-marah karena menemukan indikasi bahwa Ragil tengah menjalin hubungan khusus dengan wanita lain. Hal itu diketahui Tina setelah menemukan tiket Mojosemi Park dan bukti pembayaran hotel Mojosemi.

Rindu dikira meninggal hingga banyak warga datang melayat

Rindu [sumber gambar]
Beberapa hari sejak berita kecelakaan tersebut tersebar, begitu banyak tetangga Rindu yang datang melayat. Hal itu dibenarkan oleh Wiwik, kakak korban. Wiwik juga mengatakan jika saat ini kabar bahwa Rindu meninggal adalah bohong. Bahkan kondisi Rindu sudah stabil, meski belum sadar. Ternyata, para tetangga Rindu juga mengetahui kabar tersebut dari sosial media. Setelah diberikan penjelasan, para tetangga memang pulang. Namun keesokan harinya kembali untuk melayat lagi. Hal itu membuat pihak keluarga merasa frustrasi dan meminta netizen agar berhenti menyebar hoax bahwa Rindu sudah meninggal.

Istri Ragil tak pernah berharap suami meninggal

kondisi mobil yang hancur [sumber gambar]
Tak ada satu orang wanita pun yang kuat menahan rasa sakit jika suami memiliki wanita idaman lain, termasuk Tina. Sebenarnya, Tina sudah cukup lama curiga dengan gerak-gerik Ragil yang berselingkuh. Hingga puncaknya, sehari sebelum tragedi kecelakaan, Tina menemukan tiket dan bukti pembayaran hotel Mojosari. Tina memang begitu kecewa. Namun setelah sang suami meninggal karena insiden mobil yang masuk ke jurang, Tina tetap berduka. Bahkan ia sempat mengatakan jika biar suami selingkuh asal tidak ditinggal mati. Namun yang terjadi justru demikian, sang suami meninggalkannya bersama dua anak yang masih kecil-kecil.

Dari kisah tersebut, semoga kita bisa sama-sama belajar, bahwa yang paling dekat dengan kita adalah kematian. Oleh karena itu, sebisa mungkin berbuat baiklah pada sekeliling. Jangan mengecewakan orang yang menyakiti kita. Sebab, jika ajal sudah menjemput, tak akan ada lagi waktu untuk menyesali perbuatan. Semoga dari kisah di atas membuat kita sama-sama merenung.