Saran terbaik untuk sebuah pernikahan adalah kesiapan. Nggak hanya dari sisi materi dan fisik, tapi juga mentalitasnya. Harta boleh banyak, tapi kalau tidak siap secara mental ya bubar juga. Mental sendiri nggak hanya soal menerima kekurangan masing-masing, tapi juga aspek yang lebih luas dan rumit lagi. Pasalnya ada banyak pernikahan bubrah dengan alasan-alasan yang sama sekali tak terduga.

Seperti cerita seorang wanita asal India ini. Ia meminta cerai suaminya dengan alasan yang bikin geleng-geleng. Bukan lantaran kekerasan atau ekonomi, melainkan karena suaminya terlalu baik. Lha kok bisa ya punya suami yang baik banget malah tidak betah? Ya itulah uniknya pernikahan. Apa yang kita rasa kadang bisa berbeda bagi orang lain. Lalu seperti apa cerita unik ini? Simak ulasannya berikut.

Meminta cerai karena suaminya terlalu baik.

Cerita ini terjadi di India, tepatnya di daerah Uttar Pradesh di distrik Shambal. Jadi, seorang wanita yang tak diketahui namanya ini, menuntut cerai suaminya. Alasannya sendiri lantaran sang pasangan terlalu baik dan teramat mencintai dirinya. Tuntutan ini ia limpahkan ke pengadilan syariah di tempat tersebut.

Ilustrasi pasangan [sumber gambar]
Di muka pengadilan wanita ini mengatakan jengah dengan sikap suaminya yang terlalu baik. Selama 18 bulan pernikahan sang pria hampir tidak pernah berdebat dengan si wanita, apalagi menyakitinya. Tak hanya itu, sang suami juga membantu membersihkan rumah sampai memasak. Bahkan ketika si wanita yang salah, si suami selalu memaafkan.

Sang istri mengatakan tidak bisa hidup seperti ini di mana semuanya terasa mulus. Si wanita menginginkan ada romansa berupa sedikit cek cok atau perdebatan.

Tuntutan cerai yang ditolak

Mendengar alasan yang agak absurd tersebut, hakim pengadilan syariah tadi pun menolak mentah-mentah. Dikatakan bahwa masalah tersebut sebaiknya diselesaikan berdua. Mendengar ini sang wanita pun tak puas. Tak lama kemudian ia pergi ke pengadilan lokal/adat, dan menuntut hal serupa.

Ilustrasi pengadilan [sumber gambar]
Alih-alih mengabulkan, pihak pengadilan lokal pun menolak tuntutan ini. Mereka juga sama, yakni menganggap alasan sang wanita agaknya cukup absurd. Entah, setelah ditolak untuk kedua kalinya, tidak diketahui keberlanjutan perjuangan si wanita ini untuk menuntut cerai. Lalu, apakah kalian tidak ingin mendengarkan pembelaan suaminya?

Sang suami hanya ingin membahagiakan istri

Mendapatkan tuntutan tersebut, tentu sang pria juga bereaksi di mana ia agak sedikit terkejut dan tidak menyangka. Ketika ditanya perihal kebaikan hatinya yang berlimpah ruah kepada sang istri, si suami ini mengatakan hanya ingin menjadi pasangan sempurna bagi belahan jiwanya. Ia pun merasa apa yang dilakukannya selama ini adalah wajar dan tidaklah salah.

Ilustrasi suami baik [sumber gambar]
Mendengar alasan sang suami, tentu kita juga akan geleng-geleng. Ketika banyak wanita menginginkan suami baik, eh ini sudah punya malah ingin dilepas gara-gara tidak betah. Tentu juga tidak menyangka alasan untuk sebuah perpisahan adalah kebaikan hati. Bikin geleng-geleng deh. Di samping adanya fakta soal kekerasan terhadap wanita yang cukup tinggi di India.

Tidak hanya sekali ini terjadi

Percaya atau tidak, kejadian unik yang dialami pasangan India ini ternyata bukan yang pertama di dunia. Pernah ada peristiwa yang sama persis di mana sang istri menuntut cerai suaminya karena terlalu baik. Cerita ini dialami pasangan dari Uni Emirat Arab yang beritanya viral setahun lalu.

Ilustrasi pasangan Arab [sumber gambar]
Sang suami ini dikatakan terlalu baik, tak hanya membantu pekerjaan istri dan tak pernah marah, tapi juga sering memberikan hadiah-hadiah. Siapa sangka sang istri menganggap segala kebaikan itu adalah siksaan, bahkan ia sempat bilang bagai neraka. Keluhan istri ini juga sampai di pengadilan yang ternyata menolak pula tuntutan pisah tersebut.

BACA JUGA: 5 Perceraian Suami Istri yang Terjadi Karena Alasan Konyol

Ternyata ada ya di dunia ini wacana perpisahan yang disebabkan karena hal semacam ini. Terkesan aneh memang tapi begitulah pernikahan. Katanya dalam ikatan ini perlu bumbu di mana tak melulu romantisme, tapi juga konflik-konflik kecil yang bisa mempererat pernikahan. Kamu kalau di posisi si suami atau si istri akan bersikap seperti apa?