Tahun 2000-an memang menjadi titik balik sejumlah artis yang sekarang sedang menikmati jerih payah kesuksesan, salah satunya adalah Tukul Arwana. Sempat numpang lewat di video klip Joshua saat masih kecil, rupanya hal tersebut juga jadi awal dikenalnya sosok Tukul.

Tapi, ia termasuk artis yang memulai karir dari bawah..wah..wah.. Sebab pada dasarnya Tukul yang dikenal setia pada istri ini, dulunya berangkat dari keluarga sederhana. Cita-citanya ingin jadi pelawak, seperti Srimulat yang diidolakan.

Dari tekad kecil inilah, lika-liku perjalanan Tukul menuju popularitas papan atas, dimulai.

Terlilit ekonomi, dari kuli batu hingga sopir angkot

Tukul Arwana berasal dari keluarga kurang mampu yang sering terlilit perekonomiannya. Meski begitu, cita-cita menjadi pelawak sudah terbersit di hati kecilnya. Ia sempat mengikuti beberapa lomba lawak, karena ingin seperti Srimulat yang saat itu sedang tenar-tenarnya. Tukul sempat merantau ke Jakarta bersama beberapa rekan yang menjanjikan bisa masuk TV di Jakarta. Namun di tengah jalan, terjadi ketidakcocokan.

Foto jaman dulu dan jaman sekarang Tukul Arwana [Sumber Gambar]
Mereka pun ambil jalan sendiri-sendiri, di mana saat itu hanya Tukul yang masih bingung harus jadi apa. Tukul sempat mencoba jualan baju, namun ia tidak berbakat karena sering dibohongi pembeli. Kemudian berlanjut menjadi kuli bor sumur pantek yang menurutnya paling menyiksa dan hanya sebentar dilakoninya. Tukul mendaratkan pilihan menjadi sopir demi bertahan hidup, dengan berbekal peta karena ia belum hafal jalanan di Jakarta.

Hampir putus asa jadi pelawak karena banyak janji palsu

Tahun 1994, Tukul merasa impiannya menjadi pelawak semakin berat. Ke mana-mana ia menyampaikan keinginan masuk TV sebagai pelawak, banyak pula yang menawarkan bantuan, namun hanya di mulut saja. Tukul sampai kenyang dibohongi dan diremehkan. Ia menyadar pelawak-pelawak yang beken saat itu semacam Bagito atau Warkop DKI yang komedinya ‘berisi’. Tak sebanding dengan dirinya yang hanya berbekal guyonan tradisional dan fisiknya yang menurutnya cukup ‘lawak’.

Tukul dan awal popularitasnya [Sumber Gambar]
Tapi ada pemikiran yang sebenernya miris, namun dipertahankan oleh Tukul saat itu. Daripada malu balik kampong tapi tak ada siapa-siapa, mending dia miskin di Jakarta. Ternyata keputusannya bertahan membuahkan hasil. Tak lama kemudian dia diajak Nini Chandra melawak di sebuah show ke luar kota. Di sana ia malah disambut antusias dan dipertemukan dengan Ramon Tomiband, pemilik Komedi Café.

Nekat menikah dan jual cincin kawin untuk sambung hidup

Tahun 1995 di saat semangat melawak Tukul kembali membara, ia menikahi Susiana yang jadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Berumah tangga dalam perekonomian pas-pasan, Tukul sempat jual cincin kawin dan barang berharga. Tapi ia sadar, bagaimanapun setiap pulang harus bawa uang untuk istri agar bisa makan.

Tukul Arwana saat menikahi istrinya, Susiana [Sumber Gambar]
Tukul juga menjadi penyiar di Radio SK dengan bayaran Rp75.000. Pendapatan segitu bahkan tak cukup untuk bayar kontrakan. Tapi ia menelateni kehidupan bersama sang istri, hingga di tahun 2002, seberkas cahaya rezeki datang menjelang popularitasnya. Tukul diundang ke berbagai TV swasta meski bukan untuk peran yang besar.

Mulai menabung dan jadi host dengan bayaran mahal

Tukul yang tadinya gadai segala harta demi bertahan hidup, mulai menyisihkan penghasilan dari kemunculannya di TV. Meski tak seberapa, ia menyisihkan untuk bisa perlahan-lahan beli rumah, beli mobil, ikut asuransi, hingga menabung deposito. Tukul bahkan mulai dipercaya menjadi host untuk acaranya sendiri yang juga populer saat itu. Mulai dari Empat Mata, Bukan Empat Mata, dan Mister Tukul Jalan-Jalan. Konon bayaran Tukul di masa ketenarannya ini bisa senilai Rp50 juta per episode.

Tukul Arwana saat menjadi host acaranya sendiri [Sumber Gambar]
Jadi host utama membuat pundi-pundinya makin gemuk. Tak sedikit kaum hawa yang mulai mendekati Tukul dan minta dinikahi. Namun kesetiaan Tukul memang lulus uji, ia menyadari suksesnya juga adalah doa keluarga dan istri. Tukul juga mengamati bahwa poligami yang ia lihat dari sesama rekan hanya bertahan 1-2 tahun, selebihnya adalah masalah. Oleh karenanya kesuksesan yang diraih Tukul hanya dibagi pada istri (yang sering disebutnya di sela-sela ngehost) dan keluarganya hingga Susiana dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Hari tersebut menjadi salah satu hari paling kehilangan bagi Tukul.

Kekayaan Tukul Arwana tidak bikin tinggi hati

Tukul Arwana hingga kini masih mengikuti gaya hiburan di dunia entertainment. Ia memiliki channel Youtube dan Instagram sendiri. Menjalani karir di tahun-tahun belakangan ini sudah lebih tenang karena ia sendiri merupakan juragan dari ratusan pintu kontrakan yang membuat asetnya aman hingga 7 turunan.

Kontrakan yang dirintis Tukul Arwana, sempat dikunjungi beberapa artis [Sumber Gambar]
Namun yang membuat salut adalah kepribadian Tukul Arwana yang tak berubah. Banyak orang yang pernah bertemu dengannya, mulai dari artis, kru hingga orang biasa, mengakui sisi rendah hati dan bersahaja Tukul. Ia sama sekali tidak ngartis  karena selalu ingat bagaimana sulitnya ia dulu, serta bagaimana pedihnya diremehkan. Karenanya, tak ada alasan untuk ‘ndakik’ sekalipun ia sudah sukses jadi pelawak.