Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan hasil dari pemilu 17 April bulan lalu, sejumlah elemen masyarakat menyatakan tidak terima dengan hasil tersebut. Mereka mengatakan adanya kecurangan yang tentu saja merugikan salah satu pihak calon presiden. Oleh karenanya, massa yang menamakan diri Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) hingga sore ini masih melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu, Jakarta Pusat.

Mereka berunjuk rasa dan meminta pertanggungjawaban serta kejelasan dari Bawaslu terkait pengumuman resmi yang sudah tersebar ke seantero Indonesia. Aksi demo ini juga berakhir dengan ricuh, hingga satuan keamanan harus diturunkan untuk menghalau massa. Namun, di balik hiruk pikuk kejadian tersebut, ada beberapa hal yang mungkin luput dari perhatian.

Gas air mata yang dilawan dengan petasan

Meski sudah ribuan satuan keamanan yang diterjunkan untuk menghalau warga yang berdemo di depan kantor Bawaslu, mereka tak sedikitpun peduli akan imbauan tersebut. Alih-alih pergi, kelompok Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) ini malah melakukan salat isya serta tarawih bersama dan lanjut berdemo setelahnya.

Gas air mata dibalas dengan petasan [Sumber gambar]
Aksi ini berlangsung hingga dini hari, Rabu (22/05). Karena masih enggan bubar, pihak keamanan terpaksa harus menembakkan gas air mata. Sayang, gas air mata yang ditembakkan ini dibalas dengan lemparan batu dan petasan. Duh, ngeri banget kan?

Seorang polisi yang tertangkap melakukan video call dengan anaknya

Di antara ribuan aparat keamanan yang diterjunkan ke lokasi demi membuat suasana tetap kondusif, ada satu potret yang membuat netizen terenyuh, yaitu potret dua orang polisi yang terlihat sangat Lelah dan beristirahat. Foto yang pertama kali diunggah oleh akun Instagram @masagungwilis ini memperlihatkan salah satu di antaranya sedang tertidur dalam posisi duduk. Sedangkan yang lainnya terlihat melakukan video call dengan anaknya yang masih kecil.

Petugas yang menjaga kantor bawaslu [Sumber gambar]
Melihat potret di atas, banyak yang kemudian merepost foto tersebut di akun Twitter dan Instagram mereka. Netizen juga menyebut bahwa mereka terenyuh ‘seharusnya para penjaga keamanan ini harus sahur dan istirahat bersama keluarga mereka, tetapi mereka sekarang melayani negara, semoga mereka selalu bahagia’ kicau @rahmanurfarida_.

Tukang sapu yang tetap bekerja di tengah para pendemo

Satu lagi hal yang enggak kalah viral tetapi luput dari perhatian orang banyak, yaitu seorang petugas kebersihan yang tetap menyapu di tengah para pendemo. Aksinya ini terekam dalam sebuah video live yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi. Seolah tak peduli dengan keadaan ricuh di depannya, si bapak petugas kebersihan ini tetap santai menyapu jalanan yang tampak penuh sampah.

Caption yang digunakan oleh akun @ZicoFernando –yang mengunggah ulang video ini—pun tak kalah mengundang komentar. “Bapak: saya lagi berjihad untuk keluarga saya. Bekerja sebaik2nya walau tidak ada yg memperhatikan”, tulisnya. Bisa ditebak apa yang dilakukan netizen, dari komentar mendoakan kebaikan untuk si bapak hingga balasan konyol yang mengatakan bahwa jangan-jangan itu Atta Halilintar atau Baim Wong yang lagi menyamar. Hmm,

Ratusan korban luka dan ada yang meninggal dunia

Berdemo selama belasan jam, mustahil memang jika tidak ada pihak yang terluka. Melansir dari cnnindonesia.com, gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan peninjauan di dua titik lokasi, yakni di Bawaslu dan di RSUD Tarakan. Dalam kunjungannya, Anies menyatakan sudah ada enam orang yang meninggal dunia.

Anies Baswesan mengatakan ada korban meninggal dunia [Sumber gambar]
Sedangkan para pendemo lain, setidaknya ada 200 lebih massa yang terluka. Sedangkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi adanya korban tewas akibat kerusuhan semalam. Terkait dengan informasi korban yang jatuh, ia akan cek dan ricek lagi.

BACA JUGA: Foto-Foto Ini Menunjukkan Sebaiknya Orang Indonesia Belajar Lagi Cara Demonstrasi

Terkait dengan aksi menuntut keadilan pasca pengumuman hasil resmi pemilu ini, polisi tetap akan terus siaga. Mereka sendiri sudah menetapkan status Siaga 1 hingga 25 Mei mendatang. Semoga, ke depan siapapun yang terpilih dan menjadi presiden, Indonesia tetap damai dan satu.