Di pembukaan tahun 2019 ini, Negara Indonesia tidak merayakannya dengan meriah seperti biasanya. Itu karena di penghujung tahun 2018 kemarin negara kita lagi-lagi dilanda oleh musibah tsunami. Tak adanya peringatan dari BMKG, membuat banyak korban berjatuhan termasuk sosok-sosok ternama.

Musibah yang datang bertubi-tubi sejak gempa di Lombok Agustus 2018 lalu, agak sedikit membuat manusia berpikiran negatif. Bukan apa-apa, Indonesia yang awalnya tentram namun akhirnya dirundung ketakutan karena bencana terus menerus datang. Tapi Sahabat Boombastis perlu tahu kalau sebenarnya musibah-musibah ini membawa pesan di baliknya untuk kita semua.

Sebagai peringatan kepada manusia untuk tidak merusak alam

Bencana alam yang terjadi memang merupakan sebuah takdir yang diberikan oleh Allah SWT. Tapi, sadarkah kita kalau sebenarnya bencana alam yang datang bertubi-tubi ini juga disebabkan perbuatan manusia juga. Sudah terbukti dengan banyaknya peristiwa hewan-hewan laut yang mati karena terlalu banyak memakan plastik dan juga penebangan hutan tanpa mempedulikan ekosistem.

Paus mati karena makan plastik [Sumber Gambar]
Hal ini sudah tertuang di QS Ar-Rum : 41 yang berbunyi “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Memberi pesan untuk berhenti berbuat kezaliman

Musibah juga diturunkan Allah SWT untuk memberikan pesan kepada manusia yang telah berbuat dosa. Salah satunya adalah orang yang telah berbuat zalim kepada siapapun itu. Maka dari itu, dengan menurunkan bencana yang beragam bentuk, Allah berharap ciptaannya behenti berbuat kezaliman dan kembali ke jalan yang benar.

Menghentikan manusia berbuat zalim [Sumber Gambar]
Fenomena ini bukan sekedar isapan jempol belaka. Hal ini sesuai dengan perintah Allah pada Surat Al Qasas ayat 59. Di dalamnya disebutkan jika Allah tidak pernah membinasakan kota-kota kecuali penduduknya telah melakukan kezaliman.

Menyuruh manusia supaya tidak berbangga melakukan kemaksiatan secara terang-terangan

Di zaman sekarang, banyak manusia yang melakukan dosa dengan bangganya. Meski ia tahu perbuatan tersebut dilarang oleh agama, tapi tetap saja hal itu dilakukan. Sifat-sifat seperti inilah yang akhirnya merusak negara hingga membuat Sang Pemilik Bumi dan seisinya murka.

Menghentikan manusia berbuat maksiat [Sumber Gambar]
Dari peristiwa ini Allah pun bersabda “Jika Kami menghendaki menghancurkan suatu negeri, Kami perintahkan orang-orang yang hidup mewah (berkedudukan untuk taat kepada Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan daiam negeri tersebut, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya,” (Al-Isra’: 16).

Untuk menguji orang-orang yang beriman

Fenomena alam di Indonesia ini tak hanya untuk memberikan peringatan. Tapi juga berfungsi sebagai ujian untuk orang-orang yang beriman. Ya, Allah memang memberikan ujian dalam bentuk musibah guna mengukur apakah iman orang tersebut tetap kuat meskipun telah dirundung bencana yang bertubi-tubi.

Untuk menguji orang beriman [Sumber Gambar]
Sebagaimana firman Allah di Surat Al Ankabut: 2, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan: Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?”. Jadi, jika kalian merasa ditimpa bencana yang seakan tidak ada habisnya, sebaiknya tetap bersyukur kepada Allah. Mungkin dengan cara ini, Allah akan mengangkat derajat kalian di hadapan-NYA.

BACA JUGA : Inilah 3 Hikmah Ukhuwah Terindah Dari Masa Rasulullah dan Para Sahabat

Peristiwa yang membawa duka ini tak hanya sekedar takdir. Di baliknya terdapat beberapa pesan yang tentunya bisa kita simpulkan sendiri. Mulai dari kerusakan alam hingga ujian untuk orang-orang beriman. Jadi tidak sepantasnya kita menyalahkan Allah atas semua bencana yang bertubi-tubi di Indonesia. Untuk itu, mulai dari sekarang usahakan untuk terus taat kepada Allah dan menjauhi segala larangan-NYA.