Kalau mendengar nama Edy Rahmayadi apa yang akan terlintas dalam pikiranmu? Tentu jawabannya ada banyak ya sobat Boombastis, mulai dari rangkap jabatan sampai mantan prajurit TNI. Tapi, dari sekian hal tentang pria 57 tahun itu, pernyataannya dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan wartawan lah menjadi sesuatu yang paling mengingatkan kita akan orang tersebut.

Seperti salah satu contohnya ketika ia ditanya oleh juru warta tentang masalah penting jebloknya prestasi Timnas di Piala AFF 2018 pada Kamis, 22 November lalu jawaban beliau adalah “Wartawan yang harus baik. Jadi, kalau wartawannya baik, nanti Timnasnya baik”. Sungguh komentar yang bisa dibilang tidak memberikan gambaran kalau permasalahan Timnas adalah hal penting.

Parahnya lagi hal itu tidak sekali saja dilakukan, beberapa bulan lalu juga sempat memunculkan pernyataan semacam ini di beberapa kesempatan. Dan berikut beberapa komentar Ketua Umum PSSI ‘nyelekit’ yang mungkin akan bisa membuat sepak bola Indonesia tambah sakit.

Pak Edy menjawab pertanyaan Aiman dari KompasTV

Berbicara komentar ‘nyelekit’ Pak Edy, tentu tidak bisa dipisahkan dengan pernyataan kala menjawab pertanyaan dari Aiman pada 24 September lalu. Saat itu dalam sebuah acara di Kompas TV, ketika disinggung masalah rangkap jabatannya, pria 57 ini malah menanggapi dengan sesuatu hal menohok yakni “ Apa urusan anda menanyakan itu? Bukan hak anda bertanya kepada saya”. Bila dilihat-lihat lagi apa yang diutarakan beliau adalah bentuk ketidakmampuan dalam mengurus sebuah permasalahan. Kalau menurut kalian bagaimana sobat Boombastis.

Tanggapannya kepada pertanyaan kematian suporter di Indonesia

Ketua umum PSSI [Sumber Gambar]
Kisah pernyataan Pak Edy kala menjawab pertanyaan wartawan juga terjadi ketika ia diwawancarai jurnalis Tirto.id pada 13 Oktober 2017 lalu. Saat itu Gubernur Sumatra Utara ini, memberikan sebuah komentar yang konyol terkait permasalahan tentang banyaknya suporter sepak bola meninggal. Melansir laman Tirto.id, ia berujar seperti ini “Tanggapannya saya mau mundur saja jadi umum PSSI! Kamu [saja yang] jadi ketua PSSI, mudah-mudahan tidak ada yang tewas, deh.” Dalam hal ini lagi-lagi ia tidak memberikan ketenangan akan sebuah masalah di sepak bola nasional, melainkan semakin memperkeruh suasana.

Berdalih ketika melakukan tidak ‘arogan’ kepada suporter PSMS Medan

Pak Edy dengan suporter PSMS [Sumber Gambar]
Komentar Edy Rahmayadi yang konyol dan membuat ujung alis bertemu sama lain, juga terjadi kala ia merespons sebuah video viral menunjukkan interaksinya dengan suporter PSMS. Di dalam video sendiri terlihat ia melakukan tindakan ‘arogan’ dengan menyentuh bagian pipi dari kelompok fans kesebelasan tersebut. Tapi, mantan Panglima Kostrad berdalih dengan mengatakan kalau apa yang dilakukan menyetuh pipi saja. Mengutip Koran Jawa Pos yang terbit pada Minggu 25 November 2018, begini penuturannya “Sudah suatu kebiasaan saya memegang pipi, jika enggak saya memegang kepala. Kok larinya saya dianggap menampar gitu? Tangan saya ini besar. Jika nampar orang sayang sekali . Ya anda tahulah itu.”

Sempat menyebut Evan Dimas dan Ilham Udin tidak nasionalis

Ilham udin dan Evan Dimas [Sumber Gambar]
Masih terkait pernyataan Ketua Umum PSSI, ia sempat menyentil pemain muda Indonesia yang berlaga di klub luar negeri yakni Evan Dimas dan Ilham Udin tidak nasionalis. Melansir laman Bola.net, Pak Edy menyebut kedua punggawa Timnas Indonesia ini tidak Nasionalis dan lebih mementingkan uang dibalik kepindahan mereka ke negeri Jiran tersebut. Berkat hal kontroversial tersebut banyak kalangan luar atau dalam negeri memberikan tanggapannya dengan sinis. Seperti salah satunya adalah Presiden klub Selangor FA Datuk Seri Subahan Kamal yang mempertanyakan bagaimana bisa pemain digaji besar tidak nasionalis.

BACA JUGA: 5 ‘Dosa’ Ketua Umum PSSI, Pantaskah Pak Edy Mundur Dari Jabatannya?

Berkaca dari beberapa hal tersebut tentu apa yang keluar dari mulut Ketua Umum PSSI itu memang sesuatu hal tidak pantas diutarakan. Selain itu juga bisa menjadi pematik kemarahan banyak insan bola tanah air terhadap PSSI. Kalau hal itu terus dilakukan agaknya tuntutan untuk beliau mundur dari jabatannya bukan sesuatu yang salah.