Kehidupan manis dengan popularitas rupanya hanya sebuah fatamorgana belaka bagi seorang Zulkifli atau biasa disapa Zul Zivilia. Tenar sebagai seorang musisi lewat tembang berjudul ‘Aishiteru’, ia sukses merengkuh apa yang selama ini banyak menjadi impian semua orang. Sayang, popularitasnya sebagai pemain band ternama harus berakhir dengan cara yang begitu menyesakkan dada.

Dilansir dari Metro Tempo, pentolan grup band Zivilia ditangkap polisi karena kasus narkoba. Saat polisi datang, Zul serta dua kawannya, Rian dan Rasyid, tengah mengemas sabu dan ekstasi dalam paket-paket kecil. Bukan jumlah yang sedikit, aparat menyita 24 ribu butir pil ekstasi dan 9,54 kilogram sabu. Ironis memang. Padahal jika dilihat ke belakang, Zul sempat jatuh bangun saat membangun karirnya di dunia musik hingga terkenal.

Drop out kuliah hingga menjadi TKI ke luar negeri

Memiliki cita-cita sebagai musisi, membuat Zul mendaftarkan dirinya untuk berkuliah di STKIP Makassar. Pendidikan tinggi di bidang musik, sempat diikutinya selama beberapa waktu. Sayang, keterbatasan biaya menjadi penghalang bagi dirinya untuk meneruskan kuliah. Zul pun lantas Drop Out (Do) dan mengubur impiannya sebagai sarjana musik dan memilih untuk bekerja. Menjadi TKI pun menjadi pilihannya.

Zul sempat merantau sebagai TKI di Jepang [sumber gambar]

Tekad Zul untuk menjadi seorang pekerja migran di luar negeri memang sudah bulat. Hal ini dikarenakan ia terinspirasi dari salah seorang temannya yang seorang TKI, ternyata mampu menghidupi keluarga hingga memberangkatkan orang tuanya haji. Semakin mantap, Zul pun serius dan tekun mengikuti pelatihan di balai latihan kerja dan mengurus segala keperluannya. Jepang akhirnya menjadi tempat pertama Zul mengadu nasib sebagai TKI.

Buruh pabrik baja yang berkesempatan manggung di KBRI Jepang

Selama 6 tahun, Zul bekerja keras membanting tulang sebagai buruh di perusahaan las dan pengecoran logam. Sayang, status Zul akhirnya menjadi TKI ilegal di tahun kedua karena masa kontrak yang habis. Resminya, vokalis Zivilia Band itu hanya bekerja selama tiga tahun pertama, sementara tiga tahun sisanya dianggap ilegal. Hal itu terpaksa dilakukan oleh dirinya karena merasa belum siap untuk pulang ke Indonesia lantaran belum sukses.

Berada di perantauan, Zul iseng menciptakan lagu sendiri sebagai ungkapan rasa kangen pada keluarganya, terutama sang istri. Beruntung, Zul akhirnya mendapatkan kesempatan emas menjadi pengisi acara di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di Jepang. Saat itu, dirinya tampil membawakan lagu ‘Aishiteru’ yang sukses memukau para penonton yang ada.

Sukses meraih ketenaran hingga akhirnya terpuruk oleh narkotika

Usai mengisi acara di Kedubes RI, Zul juga pernah menjadi band pembuka konser Naff di Jepang tahun Mei 2008. Jalan ketenarannya sebagai musisi terbuka lebar. Terlebih, Ady yang merupakan mantan vokalis Naff, membantu dan mendukung Zul untuk membuat demo lagunya. Sehingga pada tahun 2008, terbentuklah band ‘Zipfhilia’ yang kemudian berganti nama ‘Zivilia’. Sebagai vokalis, Zul pun meraih ketenarannya.

Zul akhirnya ditangkap polisi karena kasus narkoba [sumber gambar]

Sayang, ketenaran itu tak berlangsung lama. Zul sang vokalis, harus meringkuk di balik jeruji besi karena tertangkap polisi atas kasus narkotika. Tak hanya itu, ia juga dianggap sebagai pengedar dari barang haram tersebut. Alhasil, Zul ‘Zivilia’ dikenakan UU No 35/2009 tentang Narkoba pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat 2 karena barang bukti yang disita melebihi berat 5 gram. “Ancaman bisa mati atau seumur hidup. Tergantung nanti perannya. Tapi sekarang kami belum tahu,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Suwondo yang dikutip dari Hot Detik.

BACA JUGA: 5 Artis yang Terjerat Narkoba Ini Hanya Divonis Beberapa Bulan Penjara, Kata Netizen: Ckckck

Miris ya Sahabat Boombastis. Apa yang dialami oleh Zul di atas, tak hanya berdampak terhadap karir dan dirinya sendiri, tapi juga keluarga kecilnya. Sayang, penyesalan berupa permohonan maaf terhadap istri dan rasa kangen pada sang anak harus terganjal terali besi. Betapa jahat dan kejamnya benda-benda narkotika terhadap mereka yang terlena. Termasuk merenggut kebahagiaan Zul.