Berbicara tentang semburan Lumpur Lapindo, agaknya cerita-cerita kesedihan akan menjadi gambarannya. Pasalnya, semenjak pertama kali muncul 13 tahun yang lalu hingga kini, fenomena alam yang menenggelamkan banyak rumah itu belum juga berhenti. Malah, tanggul-tanggul penahannya semakin tahun kian bertambah tinggi. Selain itu, sejumlah persoalan ganti rugi kepada korban Lumpur Lapindo juga belum benar-benar tuntas.

Meski pahit, namun bencana tetaplah bencana. Di mana selain menuliskan sebuah penderitaan juga terkadang menyimpan kebaikan. Khusus untuk hal terakhir tersebut, beberapa orang diketahui mampu menemukan sisi positif dari bencana tersebut. Dengan sedikit hal kreatif, mereka mengolah Lumpur Lapindo menjadi sesuatu lebih bermanfaat lagi. Seperti apakah itu? Mari simak ulasan berikut untuk mengetahuinya.

Lumpur Lapindo dibuat bahan bangunan yang kuat

Bahan bangunan dari Lumpur Lapindo [Sumber Gambar]
Bukan sebuah rahasia lagi, jika sisi positif dari Lumpur Lapindo adalah dapat diolah menjadi beragam bahan baku bangunan. Seperti conblock, paving block, sampai batu bata. Khusus untuk hal terakhir tersebut, menurut Handoko Teguh Widodo, Ketua Ikatan Ahli Geologi Jawa Timur dikutip dari Detik.com, pemanfaatan Lumpur Lapindo sebagai bahan baku hasilkan batu bata yang ringan, kuat dalam tekanan, dan proses pembuatan lebih singkat. Dan kini menurut laporan Jawpos.com, kini sudah berdiri rumah yang pembuatan menggunakan bata made in Lumpur Lapindo di di belakang embrio museum di tanggul lumpur di Porong, Sidoarjo.

Olahan Lumpur Lapindo jadi penunjang fashion yang keren

Penampakan jam tangan Lapindo [Sumber Gambar]
Masih tentang pemanfaatan Lumpur Lapindo. Selain untuk bahan bangunan, ternyata diam-diam lumpur tadi juga bisa dibuat untuk ciptakan barang penunjang fashion. Dilansir Boombastis dari Surya.co.id, di tangan pemuda bernama Dzul, Lumpur Lapindo diolah menjadi sebuah jam tangan keren. Produk yang berawal dari keprihatinan dan tugas kuliah ini, kabarnya dalam produksinya memerlukan waktu seminggu. Selain jam tangan, aksi kreatif Dzul dengan lumpur ini juga berbuah karya hebat lainnya. Sebuah, bukti kalau beberapa masalah bisa berubah menjadi sebuah hal menguntungkan.

Dalam kesehatan, Lumpur Lapindo bisa jadi anti kanker

Ilustrasi, aksi sejumlah korban semburan [Sumber Gambar]
Selain kedua hal tadi, dalam masalah kesehatan Lumpur Lapindo juga punya beberapa manfaat. Salah satunya untuk obat anti kanker. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Novik Nurhidayat dari LIPI yang dukutip dari Brilio.net, kandungan Selenomentionin (Se) yang ada di lumpur akan mengurangi sel kanker dan memperbaiki jaringan sel tubuh yang rusak. Jadi, dengan hal tersebut akan meningkatkan daya tahan tubuh dan membuat tubuh kebal terhadap serangan virus dan gen mutan yang dapat menjadi penyebab utama dari kanker.

Sang lumpur, juga bisa dimanfaatkan untuk tenaga listrik

Tenaga Listrik [Sumber Gambar]
Tidak hanya kedua hal tadi saja, beberapa mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) juga menemukan kalau Lumpur Lapindo bisa diolah untuk dijadikan tenaga listrik. Berbekal sistem Microbial Fuel Cell (MFC), mereka memanfaatkan konsorsium bakteri, logam berat, dan gas metan pada lumpur sebagai sumber energi baru. Sebuah penemuan bagus, lantaran bila dibuat dalam skala besar bisa menjawab permasalahan lumpur yang tidak berhenti dan menjadi sebuah solusi alternatif lebih ramah lingkungan mengenai listrik.

BACA JUGA: 4 Fakta Ini Ungkapkan Kenapa Indonesia Rawan Akan Bencana Alam

Begitulah sobat Boombastis beberapa olahan Lumpur Lapindo yang hasilkan sebuah hal positif. Meski tidak akan mengembalikan rumah-rumah yang tenggelam, namun setidaknya ada sedikit gambaran mau dijadikan apa lumpur ini ke depan. Selain itu, aksi kreatif ini menjadi bukti kalau berkah ada di sebuah kesusahan.