Sebagai negara yang beberapa kali terkena sebuah imbas dari sebuah fenomena alam, tentu kita tidak bisa menampik akan bagaimana rapuhnya Indonesia terhadap “bencana”. Menurut data yang dikeluarkan oleh, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR) beberapa tahun lalu menepatkan nama negara kita menjadi wilayah paling rawan akan hal tersebut.

Kendati pemberian label tersebut tahun 2010 lalu, namun hingga kini kita bisa membuktikan dan merasakan sendiri hal tersebut. Bahkan beberapa waktu yang lalu saudara kita di Palu Donggala harus menangis lantaran wilayah disapu Tsunami dan digetarkan gempa. Berkaca dari kondisi itu mungkin kita akan bertanya-tanya dalam pikiran, kenapa Indonesia sangatlah sering terjadi bencana. Nah, untuk menjawab rasa penasaranmu itu Boombastis akan berikan ulasan kepadamu.

Indonesia berada di wilayah jalur cincin api pasifik

Gunung Berapi [Sumber Gambar]
Salah satu hal yang mudah untuk dianalisis kenapa Indonesia rawan akan bencana adalah lantaran posisi wilayah kita. Seperti yang kita ketahui bersama kini negara kita berada di jalur cincin api pasifik. Kondisi ini akhirnya membuat Indonesia begitu kaya akan gunung api. Tercatat di wilayah Indonesia kini terdapat 139 gunung berapi. Berkaca dari hal tersebut tidak salah jika banyak fenomena erupsi vulkanik yang terjadi di tanah air. Pada umumnya kondisi semacam ini membuat pergerakan dasar bumi Indonesia begitu aktif. Jadi jangan heran kalau kita melihat gempa dan juga letusan gunung api secara bersamanya.

Wilayah Indonesia terletak di jalur sabuk Alpide

Alat Pencatat Gempa [Sumber Gambar]
Selain hal tadi, letak Indonesia yang berada pada jalur sabuk Alpide juga jadi biang mengapa sering merasakan gempa. Melansir laman Kumparan, sabuk Alpide merupakan jalur gempa paling aktif nomor dua di dunia. Berkat kondisi tersebut tidak heran kalau permukaan bumi kita terlihat tidak pernah bisa tenang. Bahkan pasca gempa di fenomena alam semacam tersebut acap kali terjadi. Kondisi tersebut juga dibuktikan dari pernyataan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang pernah memperkirakan tahun 2018 Indonesia akan mengalami rata-rata 500 gempa setiap bulannya.

Negara kita dihimpit oleh tiga lempeng benua

Ilustrasi lempeng [Sumber Gambar]
Sebagai negara yang memiliki letak wilayah unik, hadirnya beberapa lempeng di sekeliling Indonesia memang tidak bisa dihindarkan. Negara kita kini berada di antara tiga lempeng aktif yakni Indo-Australia dari selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari Timur. Keadaan ini pun mengakibatkan kondisi geologi di bawah permukaan Indonesia terus saja bergejolak setiap waktunya. Alhasil, munculnya sebuah gunung api baru, gempa bumi, atau tsunami tidaklah bisa dihindari oleh masyarakat tanah air. Maka dari itu pentingnya sebuah mitigasi bencana sangatlah diperlukan untuk meminimalisir hal tersebut.

Iklim tropis yang ada di tanah air juga jadi penyulut fenomena alam

Kondisi Iklim [Sumber Gambar]
Bila kalian berpikir keadaan geologi saja yang menjadi penyebab Indonesia masuk dalam wilayah rawan bencana, tentu hal tersebut merupakan sebuah kekeliruan. Pasalnya, selain faktor dari dalam perut bumi, keadaan iklim juga dapat mempengaruhi kondisi tersebut. Dilansir laman Viva.com, Iklim tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi memudahkan terjadi pelapukan pada tanah. Tidak stabilnya kondisi tanah menyebabkan peluang terjadinya bencana longsor amatlah besar.

Dari ulasan tadi tentu kita dapat melihat gambaran bagaimana kondisi wilayah kita yang bisa dikatakan sangatlah ekstrim. Kendati rentan akan bencana, namun kita patut tetap bersyukur lantaran akibat fenomena alam tersebut wilayah kita menjadi subur. Bahkan juga memiliki hasil tambang yang melimpah ruah.