Menjadi pejabat itu identik dengan fasilitas dan kemewahan. Kemana-mana dengan mobil dan didampingi supir hingga pengawal, mungkin hal itu pula yang selama ini kita bayangkan. Yah, kebanyakan pejabat memang demikian. Tapi, ternyata masih ada lho sosok pejabat yang sangat sederhana. Siapakah dia?

Adalah Jeffry Riwu, yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Kupang. Beberapa saat lalu, ia tertangkap kamera tengah menggunakan fasilitas umum Kereta Rel Listrik (KRL). Foto yang menunjukkan ia tengah berdiri dengan santainya, membaur dengan penumpang lain. Bahkan, penumpang di sekitar sepertinya tak menyadari jika Jeffy merupakan pejabat, karena dari penampilannya sangat sederhana. Selengkapnya tentang kesederhanaan Jeffry, berikut ini adalah ulasannya.

Fotonya naik KRL jadi viral

Jeffry sendiri mengaku sama sekali tidak menyadari jika fotonya mendadak viral di sosial media. Pasalnya, ia tidak sadar jika ada orang yang memotretnya. Ternyata, foto itu diambil ketika Jeffry berada di Jakarta. Dan rupanya, naik KRL adalah kebiasaannya saat jadi anggota DPR RI. Sementara itu, pemilik akun @Noni Haullussy Radjah Pono adalah yang pertama membagikan foto tersebut di dunia maya.

Jeriko seorang pejabat sederhana [image source]
Menanggapi foto tersebut, tak sedikit netizen yang merasa kagum pada kesederhanaana pemimpin Kupang itu, secara di zaman modern ini hampir semua orang haus dengan kehidupan mewah. Seiring dengan pujian yang ditujuan pada pria yang akrab disapa Jeriko tersebut, ada pula beberapa warganet yang menganggap jika hal itu hanya pencitraan.

Naik motor itu sudah jadi kebiasaan

Dituding pencitraan oleh netizen nyatanya sama sekali bukan masalah bagi Jeriko. Pasalnya, saat ini sudah banyak orang yang tahu jika kebiasaannya yang sederhana itu sama sekali tidak dibuat-buat. Sejak menjadi anggota DPR RI tahun 2009-2014, ia bertekad untuk tidak menyia-nyiakan waktu untuk ‘terlambat’. Sementara itu, kota Jakarta tempat di mana ia bertugas memang terkenal dengan macetnya.

Jeriko [image source]
Tak ingin terjebak dalam situasi yang sia-sia tersebut, akhirnya di tahun 2010 Jeriko mulai meninggalkan mobil. Ia membeli satu buah motor Honda Blade secara kredit. Dan sejak memiliki motor, ia pun tak pernah lagi terlambat dalam mengikuti agenda-agenda persidangan rakyat.

Ketika pejabat kredit motor jadi tanda tanya masyarakat

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, di mana Jeriko lebih memilih menggunakan motor sejak tahun 2010. Di tahun yang sama pula, diketahui jika pria kelahiran 13 Januari 1960 tersebut membeli motor dengan cara kredit. Tentu kenyataan itu bikin kening banyak pihak mengkerut heran, pejabat kenapa harus kredit? Ketika ditanya hal itu, Jeriko justru balik bertanya, “Memangnya ada aturan yang melarang pejabat beli kendaraan kredit?”.

Penampilan sederhana Jeffry [image source]
Bahkan, ada satu kisah kocak yang diceritakan oleh penulis Fellyanus Haba Ora dalam buku Jeffri Riwu Kore: I am an Ordinary People, bahwa Jeriko juga pernah nunggak kreditan motornya hingga didatangi oleh pihak petugas penagih yang menunjukkan kuitansi. Menanggapi itu, Jeffry malah cekakakan. Mungkin sibuknya dengan urusan pekerjaan sampai membuatnya lupa bayar angsuran. Saat ditanya, apa Jeffry tidak malu? Dengan tegas pria tersebut mengatakan malu itu jika membeli barang dengan hasil korupsi.

Anti pamer status

Salah satu staf Ahli Jeriko di Jakarta juga pernah bersaksi jika sejak menjadi DPR RI, Jeriko tak pernah pamer statusnya. Bahkan, ia juga tak pernah menunjukkan ID Card di depan umum. Itulah yang membuat Jeriko meninggalkan kesan baik bagi rekannya. Selama menggunakan sepeda motor, Jeriko pernah ditolak saat hendak masuk komplek DPR RI karena ia tidak menunjukkan kartu identitas pada petugas pegamanan.

Jerffy Riwu Kore [image source]
Ia juga menggunakan jalur khusus yang biasa dilewati motor, dengan pakaian dan penampilan yang biasa itu, petugas keamanan langsung meminta Jeriko memarkirkan motornya di samping pos. Ia pun diperiksa dengan ketat. Dalam kondisi tersebut, Jeriko tetap tidak mengakui jika ia pejabat, ia hanya mengataka jika ada keperluan penting di kompleks DPR, petugas akhirnya meminta KTP pada Jeriko. Dari KTP itulah si petugas baru tahu jika Jeffry merupakan anggota DPR dan dipersilakan masuk.

Belajar dari kisah hidup Jeriko, setidaknya kita bisa belajar bahwa apapun jabatan kita, hidup sederhana selalu meninggalkan kesan positif dan mengagumkan. Sebaliknya, berlagak sok mewah dengan dengan kantong seadanya itu justru bikin ilfeel.