Seperti halnya diterjang Tsunami di siang bolong, baru-baru ini Jonatan Christie dan beberapa masyarakat Indonesia tengah digegerkan dengan munculnya video panas, yang rumornya melibatkan pebulutangkis muda itu. Dari desas-desus yang beredar, kabarnya di video itu ada sosok mirip Jojo yang melakukan masturbasi. Meski menjadi sebuah hal yang membuat gaduh, namun hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi langsung dari sang altit.

Masih terkait tentang perebut medali emas Asian Games 2018 ini, terlepas dari rumor tersebut sebetulnya Jojo adalah pebulutangkis berbakat. Bahkan kerap digadang-gadang sebagai suksesor Taufik Hidayat. Tidak itu saja, dalam kariernya beberapa pebulutangkis top dunia juga pernah dilibasnya. Mulai dari yang berasal wilayah Asia sampai Eropa, dan berikut buktinya.

Peringkat satu BWF, pernah dikalahkan Jojo dalam hitungan menit

Bagi banyak orang Kento Momota bukanlah pebulutangkis yang bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, selain kini merupakan atlet nomor satu BWF, pria Jepang ini juga banyak raih gelar. Tercatat di 2019 ini empat gelar bergengsi sudah direngkuhnya. Jumlah yang layaknya bumi dan langit bila dibandingkan dengan Jojo.

Jonatan Vs Kento Momota [Sumber Gambar]
Meski begitu, namun dalam sejarahnya Jojo pernah menumbangkan Momota dalam hitungan menit. Hal tersebut terjadi pada Malaysia Open beberapa waktu lalu, berlaga di babak 16 besar pebulutangkis Jepang itu digulung oleh pemuda Jakarta tersebut, lewat dua gim (22-20 dan 21-15) dengan hanya memerluhkan waktu 46 menit saja. hebat bukan?

Andalan tungal putra Denmark juga sempat dihajar Jojo

Tidak berhenti di Momota, andalan tunggal putra Denmark yaitu Viktor Axelsen juga pernah jadi mangsa Jojo. Ketika itu pebulutangkis peringkat 3 BWF itu, di pulangkan oleh peraih medali emas Asian Games 2018 itu di ajang Malaysia Open 2019. Bermain di Axiata Arena, Kuala Lumpur pada Kamis, 4 April 2019, Axelsen langsung disikat lewat dua gim langsung yaitu 21-18 dan 21-19.

Viktor Axelsen lawan Jojo di perempatfinal [Sumber Gambar]
Berkat hasil positif tersebut, Jojo sukses pecah telur dari pebulutangkis asal Benua Biru tersebut. Bila melihat track recond-nya mereka bertemu sebanyak tiga kali. Capaian bagus tersebut juga mengantarkannya masuk ke babak semifinal Malaysia Open. Walaupun mampu tampil epic, tapi akhirnya Jojo pulang tanpa raihan gelar.

Sang legenda bulutangkis Lin Dan juga pernah di taklukkannya

Setali tiga uang dengan dua nama tadi, dalam sejarahnya Lin Dan juga pernah menjadi pebulutangkis top dunia pernah dikalahkan Jojo. Usut punya usut, sang legenda olahraga ini itu, ditumbangkan oleh Jonathan pada tahun 2016 lalu. Ketika itu, pertemuan mereka terjadi babak kedua kejuaraan BCA Indonesia Open Superseries Premiere.

Jojo Vs Li Dan [Sumber Gambar]
Seperti halnya dua sosok bulutangkis di awal tadi, Li Dan juga ditaklukkan oleh pemuda asal Jakarta ini lewat dua gim langsung dengan skor 21-12, 21-12. Bermain di rumah sendiri dan dukungan para penonton disebut-sebut menjadi salah satu yang mempengaruhi penampilan hebat Jonatan Christie di pertandingan tersebut.

Tunggal putra hebat asal China juga sempat dilumat oleh Jojo

Selain Li Dan, pebulutangkis andalan China lain yaitu Shi Yuqi juga pernah dibuat tidak berdaya oleh Jonatan Christie. Berlaga di partai pamungkas tunggal putra Asian Games 2018, pria beperawakan tinggi mampu menang dengan skor 19-21, 21-19, dan 21-17. Meski menang, namun laga tersebut tidaklah bisa dibilang enteng untuknya.

Jonathan Vs Shi Yuqi [Sumber Gambar]
Hal ini lantaran harus melewati tiga gim dengan jarak point yang tidaklah begitu jauh. Masih terkait mereka, baru-baru ini di ajang Indonesia Masters 2019, Jonathan juga berhasil mengatasi peringkat dua BWF tersebut, lewat dua gim langsung dengan skor 20-22, 6-21.

BACA JUGA: Diduga Terlibat Video Masturbasi, Begini Beda Gaya Jonatan Christie-Daniel Wenas di Luar Lapangan

Meski kini sedang alami paceklik gelar, sepertinya potensi Jonatan Christie untuk jadi pebulutangkis hebat sangat terbuka peluangnya. Dan, apakah video itu benar atau tidak, sebagai patriot bangsa dalam bidang olahraga kita harus selalu mendukungnya dalam sebuah kejuaraan. Jangan sampai kritik atau hujatan kalian, malah diam-diam membunuh kariernya. Boleh mengkritik, asal sewajarnya saja.